Iman Yang Dewasa

“Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan”. (Yakobus 1 : 1)

Iman Yang Dewasa

 

Dengan tanpa ragu-ragu dan malu-malu, Yakobus menyatakan identitas dirinya, bahwa ia adalah hamba Allah dan hamba Tuhan Yesus Kristus. Tujuannya tentunya untuk meyakinkan para penerima suratnya bahwa ia telah mengabdikan hidupnya kepada Allah dan Tuhan Yesus Kristus, dan kehidupannya hanya untuk melayani Tuhan, dan hanya Tuhan yang berdaulat atas hidupnya.  Yakobus sendiri adalah saudara dari Yesus Kristus, atau anak dari Yusuf dan Maria.  Sebelumnya, ia tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Namun ia baru percaya, pada waktu ia melihat bukti kebangkitan Yesus (1 Kor 15:7). Sejak itu, ia menjadi saksi Kristus.

Paulus kemudian memberikan kata-kata nasehat karena orang-orang Kristen Yahudi pada masa itu mengalami masa-masa atau keadaan yang sangat sulit dan berat.  Tentu pada umumnya setiap kesulitan hidup akan mengakibatkan perasaan sedih dan dukacita.  Tetapi disini Yakobus mengajak orang-orang untuk bersukacita atau berbahagia.  Ia melihat bahwa sebenarnya pencobaan itu jika ditanggapi dengan positif akan menghasilkan sesuatu yang positif juga, yaitu sesuatu yang baik pada diri setiap orang yang mengalami cobaan.  Setiap pengalaman pahit dalam hidup adalah penguji iman kita, supaya iman itu lebih murni.

Saudara, Alkitab tidak mengajar bahwa disaat kita mengalami pencobaan dan kesulitan berarti itu tandanya Allah tidak senang atau menghukum kita.  Tetapi terkadang, pencobaan itu harus kita terima sebagai suatu ujian iman bagi kita, apakah kita sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan dan hanya bagi kemuliaan-Nya?  Bila kita sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan, maka pencobaan itu akan menghasilkan ketekunan, dimana kita akan bertahan dan tetap tegar menghadapi kesulitan itu, betapapun beratnya. Sehingga hasilnya adalah kehidupan rohani yang matang.  Sebaliknya, jika kita tidak sungguh-sungguh percaya pada-Nya, maka kita pasti akan kalah dan meninggalkan Tuhan.

 

Camkanlah!  Iman kita hanya dapat mencapai kedewasaan penuh apabila diperhadapkan dengan kesulitan dan tantangan hidup.

 

Artikel oleh: March 31, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from James (Renungan Alkitabiah dar Kitab Yakobus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda