Ibadah Yang Berkenan

Doa Yabes

“Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?” (Yesaya 1 : 12)

 

Apa yang kita baca dalam Kitab Yesaya ini, merupakan sebuah teguran keras yang dapat menjadi satu pelajaran penting bagi kita. Bahwa Allah tidak membutuhkan adanya sebuah korban dalam sebuah ibadah jika hal itu muncul dari sikap yang tidak sungguh-sungguh, tetapi yang Allah tuntut dari setiap orang yang datang kepadaNya adalah hati yang bersih; hati yang mau menyembah kepadaNya. Apa yang salah dari penyembahan bangsa Israel? Salah satu yang disoroti oleh Yesaya adalah upacara-upacara ibadah yang dilakukan umat pada saat itu serta bagaimana sikap mereka kepada sesama manusia.  Yerusalem yang dahulu sangat dibanggakan sebagai kota hukum yang baik, yaitu di mana umat Allah hidup dalam kebenaran, kejujuran, adil dan kesetiaan kepada Allah, tapi sekarang mereka justru meninggalkan semuanya itu, umat Israel sudah melupakan Allah, bahkan nilai-nilai kemanusiaan mereka abaikan.

Kelihatannya bangsa ini sangat-sangat religius. Mereka mempersembahkan begitu banyak korban persembahan bagi Tuhan, tetapi sayangnya itu bukan keluar dari hati nurani yang tulus. Sebaliknya mereka hanya berusaha memamerkan kesalehan diri, supaya dilihat orang bahwa mereka seorang yang suci. Padahal, Allah tidak bisa dikelabui oleh tindakan-tindakan lahiriah yang munafik seperti itu. Sebab Tuhan tahu kedalaman hati setiap orang, bagaimana motivasi mereka saat datang untuk beribadah.  Karena itu, Allah ingin agar seluruh umatNya mendengarkan dengan seksama apa yang ingin Allah nyatakan: di ayat 10 Tuhan berkata: “Dengarkanlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!”  Dari sini kita melihat sepertinya Tuhan ingin mengatakan kepada umat Israel, bahwa bukan ritual-ritual yang diperankan seperti sebuah sandiwara, sebuah ibadah yang isinya penuh dengan kebohongan.  Begitu pun dengan ibadah gereja masa kini, Allah tidak menginginkan dan tidak menghendaki ibadah-ibadah kita yang penuh dengan kemunafikan. Allah tidak menginginkan persembahan yang kita berikan kepada gereja sebagai hasil dari perbuatan-perbuatan jahat seperti hasil korupsi dan hasil mencuri.

 

Datanglah beribadah dengan penuh kerendahan hati, dan siap untuk menyembah Dia!

 

Artikel oleh: May 9, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Isaiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yesaya)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda