Assemblies of God USA

Artikel oleh:

300 gathered to form the Assemblies of God on April 2-12, 1914—103 years ago this week. Today, there are 67.9 million AG believers who worship in over 365,000 churches throughout the world. It is truly “Not by might, nor by power, but by my Spirit.”

April 14, 2017   Kategori : Umum  belum ada komentar

BERITA DUKACITA

Artikel oleh:

Flower

Telah kembali ke Rumah Bapa di Sorga pada hari :

KAMIS, 30 Maret 2017 di Rumah Sakit Siloam – Kebon Jeruk

PDT. JETRO BUNYAMIN

Usia : 98 Tahun

Jenazah akan dimakamkan pada hari :

SENIN, 03 April 2017, Pukul : 09:00, Berangkat Pukul : 10:00, ke TAMAN KENANGAN LESTARI

Acara kebaktian penghiburan :

JUMAT, 31 Maret 2017, Pukul : 19:00

SABTU, 01 April 2017, Pukul : 19:00

MINGGU, 02 April 2017, Pukul : 18:00

Kiranya Penghiburan Tuhan datang bagi seluruh keluarga dan jemaat yang dilayaninya. Tuhan menyayangi dan mengasihi umat dan hamba-hamba-Nya.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. II Timotius 4:7

March 31, 2017   Kategori : Berita Dukacita  belum ada komentar

MERAYAKAN BULAN MISI GSJA

Artikel oleh:

poster Misi 2017temp

Kepada Segenap Insan GSJA di Indonesia:

Salam GSJA SATU (GSJA One).

Firman Tuhan berkata: “Bila tidak ada VISI, bangsa akan binasa.” Kita meneruskan, “Dan bila tidak ada MISI, Visi hanya menjadi impian belaka.” Sebab itu, mari kobarkan Api Misi GSJA SATU (GSJA One) dalam Tahun ini.

Bulan April sudah tiba. Kita dibangkitkan lagi untuk MERAYAKAN BULAN MISI GSJA. Tahun ini boleh kita RAYAKAN mulai bulan April 2017 sampai bulan Mei 2017.

Berikut adalah saran-saran kami dalam merayakannya:

  • Silakan perbanyak/gandakan sendiri poster yang kami sebarkan ini atau silahkan dicetak sendiri dalam skala lebar sesuai kebutuhan masing-masing. (Perlu kami informasikan bahwa: Karena kita telah memasuki era digitalisasi, maka poster-poster tidak lagi akan dicetak secara nasional, tetapi dicetak langsung oleh Gereja-Gereja Setempat atau Lembaga-Lembaga Pelayanan GSJA. Untuk pencetakan dalam bentuk layar besar, file poster dapat diunduh dari Website GSJA). Baca selanjutnya »

March 26, 2017  Tags:   Kategori : Berita BPP  belum ada komentar

SELAMAT MELAYANI BUAT BPP GSJA YANG BARU 2016-2021

Artikel oleh:

BPP Baru

Atas kehendak Tuhan, doa dan dukungan Pelayan Injil GSJA se-Indonesia, Kongres GSJA ke-23 di Bandung pada tgl.12 Agustus 2016 telah menghasilkan BPP GSJA yang baru periode 2016-2021 sebagai berikut:

  1. Ketua Umum             : Pdt. Budi Setiawan
  2. Wakil Ketua Umum : Pdt. Hariagus Rimba
  3. Sekretaris Umum     : Pdt. Stefano Indra Bramono
  4. Bendahara Umum    : Pdt. Wiwik Tedjobudiono
  5. Komisaris Umum     : Pdt. Hotman Gurning

 

Terima kasih juga atas dedikasi dan pelayanan pengurus BPP GSJA periode 2011-2016, Tuhan Yesus memberkati kita!

 

September 7, 2016   Kategori : Berita BPP, Berita Terkini  belum ada komentar

Hak Monopoli Allah

Artikel oleh:

Monopoli

“Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus”. (Kisah Para Rasul 21 : 13b)

 

Pada suatu hari, satu panitia kebangunan rohani di satu kota yang terdiri dari pendeta-pendeta mengadakan rapat.  Beberapa mengusulkan untuk mengundang D.L. Moody sebagai pembicara KKR se-kota tersebut.  Akan tetapi, sesaat sebelum tercapai kesepakatan, seorang pendeta muda yang tidak menyukai Moody berdiri dan bertanya, “Mengapa harus Moody?  Apakah dia mempunyai hak monopoli terhadap Allah?”

Rapat itu menjadi hening untuk jangka waktu yang cukup lama.    Akhirnya, seorang hamba Tuhan yang sudah berusia lanjut dan dikenal sangat bijaksana angkat suara, “Tidak, dia tidak mempunyai hak monopoli terhadap Roh Kudus, tetapi Roh Kudus lah yang telah dizinkannya untuk mempunyai hak monopoli atas kehidupan D.L. Moody  seutuhnya.”  Tak seorang pun lagi yang berbicara menentang kesaksian hidup tersebut.

Paulus sebenarnya adalah profil yang muncul belakangan dalam Kisah Para Rasul, tetapi kemudian pelayanannya menjadi sedemikian berpengaruh dan dominan dalam pertumbuhkembangan gereja mula-mula.  Mengapa Paulus?  Apakah Paulus mempunyai hak monopoli atas Allah?  Sama sekali tidak!  Aklan tetapi, jelas sekali bahwa dia telah mengizinkan Kristus untuk memonopoli kehidupannya seutuhnya.  Sebagaimana terungkap dalam ikrarnya, “Aku ini relah bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus” (ay 13).

Sejarah mencatat ada begitu banyak bentuk monopoli yang merusak tatanan dan ketentraman masyarakat.  Sebaliknya, sejarah gereja justru mencatat bahwa orang-orang yang telah  dipakai untuk menghadirkan dan mengembangkan Kerajaan Allah secara signifikan adalah orang-orang yang dimonopoli Allah.

 

Orang percaya harus menolak segala praktek monopoli ekonomi.

Orang percaya wajib memperjuangkan agar Allah mempunyai hak monopoli penuh atas kehidupannya.

 

August 14, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  satu komentar

Tawanan Roh

Artikel oleh:

Tawanan

“Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ.” (Kisah  Para Rasul 20:22)

 

Pernyataan sebagai seorang ‘tawanan’ disampaikan sendiri oleh Rasul Paulus.  Bicara tentang tawanan, seringkali langsung berpikir tentang perbudakan atau akibat dari orang yang telah melakukan tindak kejahatan.  Memang, namanya ‘tawanan’ maka orang itu tidak bebas lagi mengikuti apa maunya sendiri tapi harus ikuti apa maunya ‘si penawan’.  Bagaimana dengan “tawanan Roh”?  Ditawan oleh Roh-Nya berarti hidup kita diatur serta di kontrol oleh kehendak Tuhan.  Paulus menjadi ‘tawanan’ Roh, artinya ia tidak dapat bertindak sekehendak hati, namun semuanya harus sejalan dengan pimpinan Roh Kudus.  Paulus menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang hamba, maka dari itu dia belajar taat kepada Roh Kudus sehingga Paulus hanya mau melangkah dan berbicara atas kehendak Tuhan saja.

Sadar atau tidak, kita sebenarnya punya tugas penting dalam hal mengemban panggilan Tuhan dalam hidup ini. Tetapi tidak semua orang memberikan respon yang benar terhadap panggilan Tuhan. Yang lebih banyak justru lari menjauh untuk menghindari panggilan Tuhan. Karena untuk memenuhi panggilan Tuhan berarti kita harus keluar dari zona nyaman dan siap mengalami masa-masa sulit dengan segala resiko yang ada. Menyadari panggilan, berarti menyadari kehendak dan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Panggilan Tuhan itu tidak harus menjadi pendeta, penginjil atau jadi nabi saja, tapi setiap orang yang rela dan siap menjadi saksi Tuhan dimanapun ia berada, maka orang itu sedang memenuhi panggilan Tuhan. Tuhan tidak mencari orang yang memiliki gelar yang tinggi, yang Dia cari adalah mereka yang punya hati hamba, penuh penyerahan diri dan taat padaNya.  Orang-orang yang dipakai Tuhan dan membuat sejarah adalah mereka yang menjadi “tawanan Roh”. Mereka tidak hanya  mengijinkan Roh Kudus menuntun hidup mereka, tetapi mereka membiarkan diri mereka “dikendalikan” oleh Roh Kudus, apapun dan bagaimanapun keadaan mereka saat itu.

Jadi, segala sesuatu yang berkenaan dengan kebenaran, kekudusan atau hidup yang tak bercacat cela sepenuhnya ada dalam kontrol Roh Kudus dan menjadi arah ke mana kita akan dibawa-Nya.

 

Hidup dalam pimpinan Roh Kudus inilah yang menjadi tanda bahwa kita ini adalah anak-anak Allah.

August 13, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  belum ada komentar

Jangan Sesat!

Artikel oleh:

Waspada

 

“Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: “Besarlah Artemis dewi orang Efesus!”

(Kisah Para Rasul 19 : 28)

 

Penyembahan berhala adalah peribadatan kepada sesuatu di luar Allah yang hidup dan benar. Seringkali ritual ibadahnya menggunakan patung, dan ini dengan tegas dilarang oleh Hukum Taurat yang kedua (Keluarga 20 : 4).  Pada waktu itu yang menjadi kebanggaan kota Efesus adalah kuil dewi Artemis yang sangat termasyur di seluruh dunia.  Penyembahan kepada Dewi Artemis telah berlangsung begitu lama di Efesus sehingga mungkin Efesus identik dengan Dewi Artemis, begitu pula sebaliknya. Bahkan kuil Dewi Artemis di Efesus disebut-sebut sebagai salah satu keajaiban dunia pada masa purba. Maka adalah konsekuensi logis bila roda perekonomian di Efesus menjadi laju karena keberadaan kuil Artemis.

Penyembahan Artemis ini dimanfaatkan oleh Demetrius untuk mencari uang! Ia memproduksi kuil-kuilan Artemis dari perak (ay 24). Banyak orang yang membelinya sekedar sebagai souvenir, tetapi banyak juga yang membelinya dan terus membawanya sebagai jimat! Memang tahyul dan ajaran-ajaran kafir sering memberi keuntungan kepada orang-orang tertentu sekalipun hal itu menyesatkan. Namun, karena pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Paulus, Demetrius merasa terusik dan bisnisnya terancam gulung tikar.  Dia berusaha untuk memprovokasi orang-orang di kota Efesus.  Dalam pidatonya, Demetrius berusaha mempengaruhi para tukang bahwa semua ini gara-gara ulah Paulus yang berusaha menghancurkan berhala Artemis itu.  Rasul Paulus benar-benar berada di ujung tanduk.

Waspadalah, sebab begitu banyak Demetrius yang masih berkeliling di zaman kita sekarang ini. Mereka mungkin sangat dekat dengan kita bahkan mereka adalah bagian dari hidup kita. Mereka ada di tengah-tengah masyarakat di mana kita berada, bahkan selalu hadir dalam persekutuan anak Tuhan lewat kegiatan ibadah dan pelayanan yang lainnya. Tetapi mereka merasa tidak nyaman jikalau orang lain mengalami damai sejahtera karena pemberitaan Injil. Mereka tidak suka jika orang lain lebih berhasil atau sukses dibandingkan dirinya. Karena itu mereka terus menebar fitnah dan merasa senang jika timbul perselisihan dan pertengkaran di antara anak-anak Tuhan.

 

Jangan cepat terprovokasi dengan cerita yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

 

August 12, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  satu komentar

Kuasa Nama Yesus

Artikel oleh:

Kuasa Nama Yesus

“Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” (Kisah Para Rasul 19 : 15)

 

Ada tujuh orang bersaudara, anak dari seorang yang bernama Skewa, iman kepala Yahudi, berkeliling Efesus dan mengusir roh-roh jahat. Ketujuh bersaudara itu mendengar tentang Paulus, atau mungkin melihat bagaimana ia menyembuhkan orang sakit dan mengalahkan roh kenajisan di dalam nama Yesus. Karena itu, mereka memakai nama Yesus sebagai mantra, tetapi tidak mengenal Juruselamat itu secara pribadi. Mereka juga tidak berpegang kepada kuasa-Nya dan tidak percaya kepada-Nya.  Roh jahat di dalam diri orang yang kerasukan itu langsung bertindak, dan berteriak dengan keras, “Yesus aku kenal, dan Paulus juga bukan nama yang asing bagiku.” Roh jahat dari neraka mengaku dengan mengertakkan gigi bahwa ia mengenal Dia yang sudah mengalahkan maut. Maut tidak pernah mengalahkan Dia, karena Anak Domba Allah sudah menanggung segala dosa dunia dan memperdamaikan Allah dengan manusia. Roh jahat tahu tentang kayu salib dan Kristus yang hidup, yang bangkit dari kematian. Mereka juga tahu tentang hari penghakiman akhir.

Kristus tetaplah Juruselamat kita, dan bisa menyelamatkan kita saat ini dari kuasa roh jahat. Pernahkah kita pergi kepada ‘orang pintar’ untuk dia memberikan mantra tertentu, atau “menyembuhkan” kita? Pernahkah kita percaya kepada jimat atau benda-benda kegelapan lainnya di sekitar kita?  Akuilah dosa-dosa itu secara terbuka di hadapan Allah dan berdoa dengan seorang hamba Tuhan agar nama Yesus bisa membebaskan kita dari segala ikatan roh jahat.  Ingat bahwa kalau kita rela untuk menyerahkan satu jari saja kepada roh jahat, maka roh jahat itu akan menangkap tangan kita, lengan kita, bahkan seluruh tubuh kita. Tetapi barangsiapa yang dengan sepenuh hati bertobat dan datang kepada Yesus, maka Nama itu akan membebaskan kita sepenuhnya dan kemenangan Allah pasti nyata dalam kehidupan kita.

Setiap orang yang telah sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus dapat menyebut nama-Nya untuk memohonkan pertolongan-Nya, tapi tidak boleh digunakan secara “sembarangan”. Dalam hal mujizat, bahwa hanya Allah saja yang berhak memutuskan waktu dan menentukan cara yang digunakan dalam bertindak menolong setiap orang percaya. Adapun tujuan akhir dari mujizat tersebut adalah bagi kemuliaan Allah, pertumbuhan iman, dan menjadi kesaksian bagi orang yang belum percaya.

 

Nama Yesus adalah nama yang penuh kuasa dan ajaib! 

 

August 11, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  belum ada komentar

Bekerja Dan Melayani

Artikel oleh:

Bekerja & Melayani

“Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah”. (Kisah Para Rasul 18 : 3b)

 

Di Korintus, Paulus bertemu dengan Akwila dan Priskila (Ay 2-3). Akwila dan Priskila adalah sepasang suami istri yang datang dari Roma dan pekerjaan mereka sama seperti Paulus, tukang kemah. Paulus, di samping seorang penginjil, juga mempunyai pekerjaan sampingan membuat kemah/tenda. Hal ini mempertemukannya dengan keluarga Akwila yang juga mempunyai pekerjaan yang sama dan Paulus sempat tinggal dan bekerja bersama-sama mereka (Ay 3).

Walaupun mereka sama-sama pembuat kemah/tenda, tidak membuat satu dengan yang lain merasa sebagai saingan atau tersaingi sehingga membuat jarak diantara mereka. Mereka bersahabat, mereka bekerja sama dan mereka semakin berkembang baik usaha maupun kerohanian mereka. Pekerjaan seharusnya tidak boleh menghambat panggilan utama orang percaya yakni memberitakan Injil, baik melalui perkataan maupun perbuatan dan terlebih hubungan baik dengan sesama. Hal inilah yang ditunjukkan Paulus. Dan bagaimana dengan Akwila dan Priskila? Kehadiran Paulus di rumah mereka, serta kerjasama yang dilakukan selama ini juga tidak hanya menambah pengetahuan atau pemahaman mereka tentang iman kristen tetapi juga menumbuhkan semangat memberitakan Injil kepada mereka.

Apakah seorang hamba Tuhan atau pendeta boleh melakukan pekerjaan di luar pelayanannya?  Jawabannya, tidak masalah; hal itu tergantung pada keadaan dan motivasinya. Paulus bekerja sebagai tukang kemah salah satunya adalah agar tidak membebani jemaat yang dilayaninya, sehingga jemaat dapat memberikan persembahan mereka ke hamba Tuhan lain yang membutuhkannya, bahkan hasil dari pekerjaan Paulus pun dapat digunakan untuk membantu hamba-hamba Tuhan lainnya. Pekerjaan yang dilakukannya bukanlah hal yang utama, tetapi sebagai penunjang, yaitu selain untuk menambah uang bagi pelayanan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Paulus untuk dapat menyampaikan Injil di tengah-tengah pekerjaannya.

Mari kita sendiri yang menguji motivasi kita, apakah dalam bekerja itu nama Tuhan dipermuliakan, atau justru ada motivasi lain di balik itu? Biarlah segala yang kita lakukan, entah itu makan atau minum, atau bahkan bekerja sekalipun, kita lakukan dengan motivasi untuk mempermuliakan nama Tuhan (1 Kor 10:31).

 

Alkitab  tidak melarang seorang hamba Tuhan bekerja, bahkan seorang hamba Tuhan full timer sekalipun.

 

August 10, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  belum ada komentar

Utamakan Perkara Rohani

Artikel oleh:

Utamakan Perkara Rohani

“Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia”. (Kisah Para Rasul 17 : 24)

 

Pada umumnya, jika seseorang menmgunjungi tempat-tempat yang baru, maka dia akan sibuk sekali mengambil foto dan berfoto di sana-sini.  Sebelum pulang, tidak lupa, dia membeli souvenir atau makanan khas setempat.  Sesampainya di rumah, dengan bersemangat dia menceritakan segala keindahan dan keistimewaan tempat-tempat baru yang dia kunjungi.

Rasul Paulus, kemungkinan besar, adalah satu dari ‘pelancong’ terbesar pada zamannya.  Hanya dalam pasal 17 saja, dia telah mengunjungi tiga kota yang berbeda, yaitu: Tesalonika, Berea dan Athena.  Di sepanjang umurnya, Paulus mengunjungi banyak pulau, dan melihat banyak pemandangan di berbagai negara.  Ketika dia pulang, dia banyak sekali menulis surat.  Surat-suratnya dibaca secara luas oleh jemaat mula-mula.  Akan tetapi, di dalam semua tulisannya, tidak ada satu baris pun yang menceritakan keindahan pemandangan, atau kehebatan arsitektur satu gedung atau keunikan budaya setempat.

Bukankah itu aneh sekali?  Tidak bagi Paulus! Sejak Paulus  mendapatkan penglihatan akan kemuliaan Allah dalam perjalanan ke Damsyik dan mendengar suara Yesus, maka sejak saat itu dia menjadi seorang yang ‘buta’ dan ‘bisu’ bagi Allah.  Ke mana pun dia pergi, dia tidak ‘melihat’ siapa pun kecuali Kristus dan jiwa-jiwa yang membutuhkan uluran tangan-Nya.  Setiap kali dia berbicara, dia tidak mau berbicara apa pun kecuali tentang Injil Allah.

Apakah itu berarti kita harus membuang semua foto-foto kenangan dan kamera-kamera kesukaan kita?  Tentu saja tidak!  Akan tetapi,  di sisi lain, kita harus mengevaluasi ulang pola pandang dan pola bicara kita.  Sebagai warga Kerajaan Allah, seharusnya kita lebih suka untuk memandang dan berbicara  perkara-perkara Surgawi dan bukan perkara-perkara duniawi.

 

Jika seseorang sungguh telah berjumpa dengan Allah, maka hidupnya dipimpin oleh indera ke enam, yaitu indra  akan perkara-perkara Surgawi.

 

August 9, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  belum ada komentar