Jauhkan Pertengkaran!

Jauhkan PErtengkaran

“Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan” . (Amsal 17 : 1)

 

Sekawanan burung puyuh hidup di dekat rawa-rawa dan selalu terbang ke ladang-ladang yang berdekatan untuk mencari makan. Satu-satunya masalah yang mereka hadapi adalah bahwa ada seorang pemburu burung yang tinggal di dekat situ dan akhir-akhir ini ia telah menangkap beberapa burung puyuh dan menjualnya ke pasar. Dia telah belajar dengan baik cara menirukan panggilan pemimpin burung puyuh itu. Bila ia memanggil, burung-burung puyuh, yang mengira bahwa itu adalah panggilan dari pemimpin, segera terbang ke tempat di mana pemburu itu sudah memasang jala dan menangkap mereka.

Suatu hari, pemimpin burung puyuh itu memanggil mereka untuk rapat. Dia memberi tahu mereka bahwa panggilan dari pemburu itu telah sering menipu mereka, karena itu bila suatu kali mereka melihat ada jala yang dilemparkan ke atas mereka, mereka harus tetap memasukkan kepala mereka ke dalam mulut jala dan terus terbang dengannya sampai mereka mendarat di semak-semak berduri. Jala itu akan tertambat disana, mereka bisa merangkak keluar dan pemburu itu harus bersusah payah melepaskan jalanya.  Maka burung-burung itu melakukan hal itu dan berhasil dengan baik. Pemburu itu menjadi putus asa dan mengeluh kepada istrinya tentang hal itu. Kemudian dia mendapat suatu gagasan dan berkata, “Tunggu sajalah sampai mereka berkelahi; lalu kita akan menangkap mereka lagi”.  Itulah yang terjadi beberapa hari kemudian.  Ketika burung-burung itu mendarat disebuah ladang,  beberapa saling bertabrakan, dan mereka mulai bertengkar, berkelahi, yang pada akhirnya melibatkan semua burung itu.  Tak lama kemudian, pemburu itu datang dengan jalanya. Burung-burung itu melihat tetapi mereka mulai berdebat dan berselisih paham tentang arah yang harus mereka ambil untuk terbang, karena itu mereka dapat ditangkap dengan mudah dalam jumlah yang banyak pula dan dijual dipasar pada keesokan harinya.

 

Bacalah dengan teliti, maka Saudara akan menemukan sejumlah ucapan mengenai perselisihan atau pertengkaran dalam pasal ini.  Betapa perlunya hubungan sosial yang baik itu, karena Allah senang dengan kerukunan dan persatuan. Hubungan yang baik itu dapat dijalin erat dalam hidup antar sesama; jika tidak, maka pertengkaran akan mudah sekali terjadi.

 

Dengan perselisihan itu, maka menimbulkan rusaknya hubungan kita dengan sesama dan dengan Tuhan.  Itu berarti kemenangan dipihak iblis dan kekalahan dipihak kita.

 

Artikel oleh: March 16, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Proverbs (Renungan Alkitabiah dari Kitab Amsal)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda