Berpegang Teguh

Berpegang Teguh

“Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya” (Obaja 1 : 17)

 

Latar belakang kitab Obaja adalah menceritakan tentang bangsa Edom yang bersikap sombong, kejam dan keras, merasa paling hebat, terkuat dan tak terkalahkan. Mereka menunjukkan kekuatannya kepada Bangsa Israel, bahkan pada masa kesusahan yang dialami Bangsa Israelpun Edom tidak berempati justru memperkeruh suasana yang sudah sulit.

Namun, dalam berita nubuat Obaja juga tetap menegaskan bahwa Allah sendiri akan menyatakan keselamatan kepada setiap orang dan bangsa yang mau mengakui Dia sebagai Tuhan mereka. Tuhan memakai figur Sion, bukit di Yerusalem di mana bait Allah berdiri sebagai mercusuar keselamatan (ayat 17). Dari Sion akan datang keselamatan, mula-mula tentu bagi umat-Nya sendiri setelah melewati masa penghukuman yang panjang (ayat 20). Kemudian bagi setiap bangsa yang menerima pengajaran Tuhan dari Sion dan taat kepada Dia. Sedangkan sikap keras dan melawan seperti yang ditunjukkan Edom, akan menghasilkan pemusnahan lagi (ay 18).

Belajar dari apa yang dialami oleh bangsa Israel, kita mungkin juga pernah merasakan masa sulit.  Berbagai pergumulan dan tanggungjawab yang dipikul terasa semakin berat bahkan terasa melebihi kekuatan yang ada. Mungkin tidak ada orang yang sungguh-sungguh mengerti dan memahami yang terjadi dalam kehidupan kita, bahkan adakalanya justru menambah kesusahan yang kita alami. Tetapi percayalah Tuhan tidak tidur, Tuhan mengerti segala kesusahan yang dirasakan. Akan datang masanya dimana umat pilihanNya akan dilepaskan dari segala kondisi sulit yang menekan. Allah memiliki rencana yang baik dan indah dalam hidup kita, namun sebelum mencapai keindahan mungkin ada banyak jalan berliku, sempit, berlubang dan bahkan mungkin amblas ditengah jalan. Berdoalah kepada Tuhan agar memberikan kekuatan dalam hati dan pikiran supaya kita dapat terus melanjutkan perjalanan kehidupan ini.

 

Kesetiaan untuk tetap terus beriman kepada Tuhanlah yang harus dipegang teguh, sampai tiba masanya, dimana kesusahan berganti sukacita.

 

Artikel oleh: October 22, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Obadiah (Renungan Alkitabiah dari Kitab Obaja)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda