Hidup Dalam Ketaatan

“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu”.
(1 Petrus 1:22)
Hidup Dalam Ketaatan

           Ketika kita menjadi pengikut seseorang atau sebuah perusahaan, selalu ada konsekuensi yang harus kita pikul sebagai respon kita karena telah diterima sebagai seorang pengikut.  Sebenarnya demikian juga dengan anak-anak Tuhan. Ketika kita sudah menerima anugerah keselamatan yang begitu luar biasa, dan ketika kita diangkat menjadi murid sekaligus anak-Nya. Ada konsekuensi yang harus kita pikul dan kita kerjakan sebagai respon atas keselamatan yang sudah diberikan.

Petrus meminta para pembacanya untuk memiliki hidup taat dan jangan mengikuti hawa nafsu yang ada dalam daging kita. Dalam segala bidang kita harus hidup taat. Baik dalam keluarga, pekerjaan, gereja, dan lingkungan kita. Bukan hanya taat secara tindakan kita, tapi juga dalam pikiran dan hati kita. Sebenarnya perintah ini juga berkaitan dengan perintah yang lain, yaitu hendaklah kamu kudus dalam seluruh hidupmu, karena Tuhan yang kita sembah adalah kudus. Kata kudus itu sendiri memiliki arti mengasingkan diri. Kita diharapkan untuk tampil beda dengan dunia. Jika dunia penuh dengan dusta, akal licik, penindasan, nafsu, obrolan yang menjatuhkan, dsb, maka kita diharapkan untuk hidup berbeda dengan dunia ini. Kita harus hidup kudus walaupun selama jiwa kita melekat dengan daging ini, sangat susah untuk hidup kudus. Namun Petrus mengingatkan kita untuk selalu mengupayakan hidup yang kudus.

Karena itu, marilah kita sebagai anak-anak Tuhan, mengucap syukur atas anugerah yang sudah diberikanNya. Bukan hanya mengucap syukur, tapi juga melakukan konsekuensi yang harus kita pikul sebagai orang percaya yang lebih taat kepada pencipta-Nya daripada taat kepada tuntutan dunia ini.

 

Biarlah kita dapat menjadi anak-anak Tuhan yang memuliakan

dan menyenangkan hati Tuhan.

 

Artikel oleh: October 17, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Peter (Renungan Alkitab dari Surat Petrus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda