Untuk Kemuliaan Tuhan

Untuk

“Kita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya”. (Yohanes 9 : 31)

 

Orang yang buta sejak lahir menimbulkan pertanyaan besar dihati murid-murid-Nya dan kemudian mereka ajukan pertanyaan itu, yaitu: Siapa yang berdosa? Apakah orang yang buta itu atau orang tuanya?  Orang-orang Yahudi selalu menghubungkan penderitaan dengan dosa.  Mereka berasumsi bahwa di mana ada penderitaan, disitu pasti ada dosa.  Tetapi Yesus dengan tegas mengatakan bahwa untuk kasus orang ini (buta sejak lahir) bahwa penderitaannya untuk memberi kesempatan menunjukkan kemuliaan Tuhan dalam diri orang itu. Adakalanya seseorang menderita penyakit memang oleh karena dosa orang itu sendiri (5 : 14), tetapi tidak harus selalu demikian.  Dalam hal ini Yesus tidak bermaksud mempersoalkan dosa orang itu. Ia merasa kasihan kepada orang buta itu dan ingin menolong menyembuhkannya sehingga dengan demikian pekerjaan-pekerjaan Allah nyata kepada banyak orang melalui kesaksian dari orang buta itu.

Penderitaan, kesengsaraan, sakit penyakit, kekecewaan, kehilangan, selalu merupakan kesempatan-kesempatan untuk memperlihatkan kemurahan Tuhan. Semua penderitaan yang terjadi memberi kemampuan kepada yang mengalaminya untuk menunjukkan Tuhan sedang bekerja. Jika kesusahan dan malapetaka menimpa seseorang yang tidak mengenal Tuhan, orang itu mungkin akan jatuh pingsan ataupun menderita berkepanjangan. Akan tetapi jika hal itu menimpa seseorang yang berjalan dengan Tuhan, hal itu justru memperlihatkan kekuatan, keindahan, daya tahan dan keagungan yang ada dalam hatinya sebagai orang beriman.

Kemudian, dengan memberikan pertolongan kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan, kita dapat menunjukkan kepada orang lain kemuliaan Allah. Jika kita menyerahkan diri untuk menolong mereka yang dalam kesulitan, kesakitan dan dukacita, maka saat itulah Tuhan menggunakan kita sebagai tangan-tangan-Nya untuk menyatakan pertolongan-Nya bagi dunia. Yesus telah memberi teladan bagi kita untuk bekerja giat selama waktu masih siang (ay 4).  Jadi, sudah saatnya kita bangkit dan bekerja untuk kemuliaan Tuhan.

 

Penderitaan merupakan suatu kesempatan untuk menunjukkan kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita.

 

Artikel oleh: October 2, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda