Seturut KehendakNya Saja!

Hamba Melayani

“Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”(Markus 9 : 35)

 

Dalam Injil dilukiskan sesuatu yang “bertolak belakang”. Ketika Yesus berbicara tentang kematian-Nya, para murid sedang asik membahas masalah ambisi dan kuasa. Ketika Yesus sedang berbicara tentang salib yang akan Dia pikul, para murid sedang berdebat perihal siapa dari antara mereka yang terbesar. Ketika Yesus sedang berbicara tentang Kerajaan Surga, para murid berbicara tentang kerajaan dunia.  Ketika Yesus bertanya pada para murid menyangkut topik yang sedang mereka perdebatkan, para murid tersadar bahwa Yesus rupanya mengetahui apa yang ada dalam pikiran mereka. Mereka terdiam. Mereka tak sanggup memberi jawaban, apalagi pembelaan diri. Mereka merasa malu.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini?  Kalau kita membawa segala sesuatu ke hadapan Yesus, maka hal itu akan membuat perubahan besar pada diri kita. Misalnya, kalau kita sebelum bertindak, terlebih dahulu bertanya: “Apakah saya akan melakukan hal ini, kalau Tuhan melihat aku melakukannya?” Atau kalau kita hendak mengatakan sesuatu, kita bertanya terlebih dahulu: “Apakah saya akan mengatakan hal ini atau suka bercerita seperti ini kalau Yesus ternyata sedang mendengarkan saya?”  Kalau pertanyaan seperti ini kita tanyakan sebelum kita melakukan sesuatu,  maka banyak perubahan yang terjadi dalam tindakan dan perkataan kita.

Firman Tuhan hari ini sama sekali tidak bermaksud menghancurkan dan menimbun ambisi kita. Injil hari ini bermaksud “mentransform” ambisi kita. Kalau sebelumnya kita selalu berpikir bagaimana supaya hal-hal di luar diri saya sedapat mungkin menguntungkan saya, maka Firman ini mengajar kita untuk berpikir bagaimana supaya potensi-potensi dalam diri kita menguntungkan orang-orang di sekitar kita. Kalau selama ini kita berpikir bagaimana supaya kita menjadi pusat, maka Firman ini mengajar kita untuk mendahulukan orang lain. Kalau sebelumnya kita berpikir bagaimana supaya kita dilayani, maka Firman ini mengajak kita untuk berpikir bagaimana supaya bisa melayani.

 

Ingatlah, bahwa Yesus selalu mengetahui dan mendengar apa yang sedang kita perbuat dan kita katakan!

 

Artikel oleh: July 27, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda