KPK

a-42

KUNCI PENEROBOS KRISIS

Maleakhi 3:6-12

KPK adalah sebuah istilah yang sedang populer di Indonesia belakangan ini. Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga super yang ditakuti banyak pejabat maupun pengusaha. Akan tetapi, ada satu kata yang ditakuti oleh lebih banyak orang, yaitu: krisis global. Itulah sebabnya, saya memberi judul khotbah saya KPK – Kunci Penerobos Krisis.

Krisis tidaklah terhindarkan! Seperti global warming menyelimuti segenap makhluk di bumi.

Demikian juga global crisis akan menghadang setiap insan di bumi.

Pertanyaannya:

siapa yang dapat menerobos badai krisis global? Saya berkeyakinan:

HANYA ORANG PERCAYA YANG MENGELOLA HARTA BENDA

SEBAGAI MILIK TUHAN !

Sesungguhnya, badai krisis keuangan global yang sedang terjadi ini sangatlah dahsyat dan dapat menjatuhkan raksasa ekonomi yang paling kuat, paling lihay atau pun paling berpengalaman. Hanya jika seorang percaya sungguh-sungguh mengelola harta bendanya sebagai milik Tuhan, bukan sekedar muilik pribadi atau keluarga, yang dapat menyaksikan pemeliharaan illahi atas segala pekerjaan dan usahanya.

Larry Burkett menuliskan,

Persepuluhan adalah ekspresi pengakuan bahwa Allah lah

yang memiliki segala sesuatu dan yang telah membaginya kepada kita.”

Dengan kata lain, Burkett mengingatkan, “Tidaklah cukup bagi seorang percaya untuk berdoa, bernyanyi atau berikrar bahwa hidupnya adalah milik Tuhan!” Semua itu hanya merupakan lip service ( pelayanan bibir ) semata jika tidak disertai ekspresi konkret berupa kesediaan untuk memberi persepuluhan dengan jujur dan setia.

SEORANG YANG MENYERAHKAN HIDUPNYA SEBAGAI MILIK TUHAN

TIDAK PERNAH MENGABAIKAN PERSEPULUHAN

Mengapa? Karena mereka memiliki kesadaran yang dalam:

· Mengabaikan persepuluhan = menyimpang dari ketetapan Allah (Mal 3:7a).

· Mengabaikan persepuluhan = menipu Allah (Mal 3: 8)

· Mengabaikan persepuluhan = mengundang kutuk (Mal 3:9)

Seharusnya kita camkan baik-baik bahwa konsekuensi-konsekuensi pengabaian persepuluhan sangatlah menggentarkan.

· PROSES kerja sarat dengan KESULITAN (Ul 28:23)

Musa telah memperingatkan, jauh-juah hari sebelumnya, bahwa berkat dan kutuk adalah sebuah pilihan. Jika seseorang memilih untuk menaati Firman Tuhan, maka berkat akan melimpahi kehidupannya. Sebaliknya, jika seseorang memilih untuk mengabaikan Firman Tuhan, maka kutuk akan menghisap kehidupannya.

Dalam konteks kehidupan para petani, seorang yang terhisap kutuk akan mendapati “langit yang ada di atas kepalanya seperti tembaga dan tanah yang di bawah pun seperti besi” (Ul 28:23).

Walaupun tentu saja bidang usaha nya berbeda-beda, namun semua yang terhisap oleh kutuk Tuhan sama-sama menjumpai proses kerja yang sarat dengan kesulitan. Beberapa menyebutnya proses kerja mereka bagaikan membanting tulang. Beberapa harus pergi pagi buta dan pulang larut malam. Beberapa, katanya, mendapatkan julukan baru “SI-MA-TU-PANG” – Siang Malam Tunggu Panggilan.”

Kondisi mereka diperparah lagi dengan kenyataan:

  • HASIL kerja sering terbuang SIA-SIA (Ul 28:38-40)

Musa menubuatkannya secara sangat gamblang:

“Banyak benih yang akan kaubawa ke ladang, tetapi sedikit hasil yang akan kaukumpulkan, sebab belalang akan menghabiskannya. Kebun-kebun anggur akan kaubuat dan kauusahakan, tetapi engkau tidak akan meminum atau menyimpan anggur, sebab ulat akan memakannya. Pohon-pohon zaitun akan kau punyai di seluruh daerahmu, tetapi engkau tidak akan berurap dengan minyaknya, sebab buah zaitunmu akan gugur

Bagi petani, sungguh fakata-fakta tersebut di atas, yaitu: belalang, ulat dan buah yang gugur identik kemalangan. Berapapun banyak benih yang mereka tabor, berapa pun keras mereka bekerja, berapa pun lading yang dimiliki tidak pernah memberikan hasil yang memuaskan.

Walaupun tentu saja bidang usaha nya berbeda-beda, namun semua yang terhisap oleh kutuk Tuhan sama-sama menjumpai hasil kerja mereka seringkali terbuang sia. Penyakit dan musibah datang silih berganti menyedot berapa pun banyak uang yang berhasil dikumpulkan.

Tak terhindarkan, fakta berikut ini pun menerpa kehidupan mereka:

  • KUALITAS hidup SEMAKIN MEMBURUK (Ul 28:43-45)

Sungguh ironis, Musa menubuatkan,

“Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau akan menjadi makin rendah. Ia akan memberi pinjaman kepadamu, tetapi engkau tidak akan memberi pinjaman kepadanya; ia akan menjadi kepala, tetapi engkau akan menjadi ekor.”

Orang-orang yang terhisap kutuk Allah memiliki kualitas kehidupan yang semakin memburuk, sehingga sesama memandang mereka bagaikan permen karet atau tebu yang telah dikunyah. Sedapat mungkin, orang-orang menghindar dan menjauhi !

Krisis tidaklah terhindarkan! Seperti global warming menyelimuti segenap makhluk di bumi.

Demikian juga global crisis akan menghadang setiap insan di bumi.

Siapa yang dapat menerobos badai krisis kehidupan?

HANYA ORANG PERCAYA YANG MENGELOLA HARTA BENDA

SEBAGAI MILIK TUHAN !

Benar kata Burkett, “Tidaklah cukup bagi seorang percaya untuk berdoa, bernyanyi atau berikrar bahwa hidupnya adalah milik Tuhan!” Semua itu hanya merupakan lip service ( pelayanan bibir ) semata jika tidak disertai ekspresi konkret berupa kesediaan untuk memberi persepuluhan dengan jujur dan setia.

MEREKA YANG MENYERAHKAN HIDUPNYA SEBAGAI MILIK TUHAN

SELALU MEMBERI PERSEPULUHAN DENGAN JUJUR DAN SETIA

( Faithful Tither )

Mengapa? Karena mereka meyakini bahwa janji-janji Tuhan bagi para pemberi persepuluhan yang setia sangatlah mengagumkan.

Pertama, Tuhan menjanjikan :

  • PROSES kerja luber dengan LIMPAHAN BERKAT (Mal 3:10)

Saya sengaja memakai dua kata yang eksessif karena memang janji Tuhan melalui nabi Malekahi juga sangat luar biasa.

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, Firman Tuihan semesta alam, apakah aku tidak membukakan bagimu tingkat-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan

Tuhan bukan sekedar berjanji akan memberikan berkat, tetapi MENCURAHKAN berkat sampai BERKELIMPAHAN.

Demikianlah yang terjadi dengan pemberi persepuluhan yang perdana, yaitu Abraham. Di Kejadian 14, Abraham memberikan persepuluhan kepada Melkisedek. Perhatikan, di pasal 15, Allah datang dalam suatu penglihatan kepada Abraham dan berfirman,

  • Janganlah takut, Abram. Akulah perisaimu; UPAHMU akan sangat besar (ay 1)
  • Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. . . . Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu (ay 5).

Kepada setiap pemberi persepuluhan yang setia, di tahun 2009 yang sulit ini, saya tidak ragu untuk berkata, “Jangan takut! Tuhanlah perisaimu; BERKATMU akan sangat besar melampaui kemampuan berhitungmu !!

Selanjutnya, Tuhan juga menjanjikan,

  • HASIL kerja semakin BERMAKNA (Mal 3:11)

Tentunya saudara masih inghat bahwa hasil kerja orang yang dihisap oleh kutuk Allah seringkali terbuang sia-sia karena belalang, ulat dan buah gugur. Akan tetapi, kepada para pemberi persepuluhan yang setia, Allah berkata, “Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur tidak berbuah bagimu.”

Faithful Tither belum tentu memiliki penghasilan yang super tinggi, tetapi mereka pasti memiliki hasil kerja yang semakin bermakna. Allah sendiri yang menjamin pemeliharaan ilahi yang meluputkan Faithful Tither dari berbagai penyakit dan musibah. Di tengah berbagai krisis, kita justru akan bermazmur dan bernyanyi, “

Walau seribu rebah di sisiku, Kau tetaplah Allah penolongku

Walau sepuluh ribu rebah di kananku, takkan ku takut

S’bab Allah sertaku !!

Akhirnya, Tuhan menjanjikan:

  • KUALITAS hidup semakin MEMBAIK (Mal 3:12)

Maleakhi mendorong umat Israel yang telah kembali dari pembuangan supaya memberi persepuluhan dengan jujur dan setia. Setelah itu, dengan sangat berkuasa, dia bernubuat, “Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman Tuhan semesta alam.”

Saya mendorong segenap pelayan Injil dan jemaat Tuhan untuk memberi persepuluhan dengan jujur dan setia. Saya berkeyakinan, Faithful Tither akan menjadi pribadi-pribadi kesukaan segala kalangan karena God’s favor (perkenanan Allah) melingkupi kehidupannya.

Dengan sangat puitis, Daud bersaksi tentang jalan hidup orang benar,

“Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada

musimnya, dan yangtidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mzm

1:3).

Perhatikanlah bahwa Daud memakai kata yang inklusif: Apa saja yang diperbuatnya berhasil. Puji Tuhan! Di mana pun kita bekerja, apapun profesi dan jenis usaha kita, jika kita mengerjakannya dengan benar dan memberi persepuluhan dengan setia, maka kualitas kehidupanya kita akan semakin lama semakin membaik.

Lihatlah biografi kehidupan Yusuf yang sarat dengan berbagai krisis namun tetap hidup berkelimpahan !

  • Ketika Yusuf berada di rumah Potifar yang membelinya sebagai budak dari tangan orang Ismael, Alkitab menyaksikan, “Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya” (Kej 39:2-4).
  • Ketika Yusuf berada di penjara karena difitnah oleh istri Potifar, Alkitab menyaksikan, “Kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” (Kej 39:21-23).
  • Ketika Yusuf berada di istana Mesir, Firaun mendeklarasikan, “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah yang menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku daripadamu” (Kej 41:39-40).

Itulah demonstrasi yang sangat membesarkan hati dan mendorong kita untuk menaati Tuhan, seperti yang telah dinubuatkan Musa, “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun.” (Ul 28:13).

Siapa yang dapat menerobos badai krisis global?

HANYA ORANG PERCAYA YANG MENGELOLA HARTA BENDA

SEBAGAI MILIK TUHAN !

Beberapa orang pernah bertanya, “Apakah persepuluhan boleh dibagi-bagi kepada hamba Tuhan/orang yang membutuhkan?” Maleakhi mengajarkan bahwa Persepuluhan harus dibawa ke Rumah Perbendaharaan. Tidaklah salah untuk memberikan persembahan kepada orang tertentu untuk mencukupi suatu kebutuhan khusus, tetapi jangan dicampuradukkan dengan persepuluhan.

Yang lain juga pernah mempertanyakan, “Bukankah persepuluhan hanya merupakan konsep Perjanjian Lama?” Catat baik-baik bahwa Tuhan Yesus mengajarkan bahwa persepuluhan TIDAK BOLEH DIABAIKAN, tetapi harus disertai dengan keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan (Mat 23:23).

Pertanyaan terakhir, “Apakah kita boleh menghentikan persepuluhan kalau di rumah Tuhan sudah ada cukup makanan?” Saya menyarankan persepuluhan sebaiknya tetap dipersembahkan supaya sang pemberi diberkati semakin berkelimpahan dan pekerjaan Tuhan semakin leluasa untuk dikembangkan. Amin !


Artikel oleh: November 12, 2009  Tags:   Kategori : Artikel, Umum  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda