Hanya Nama Yesus

Hanya Nama Yesus

“Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi”. (KPR 3 : 15)

 

Petrus sangat heran dengan sikap orang-orang Yahudi, yang tidak mengenali kebenaran dan kuasa Allah yang bekerja di antara mereka. Jadi, pertama-tama ia memilih untuk membebaskan mereka dari kekaguman kepada dirinya. Mereka tidak boleh bersandar kepada pemberiannya, tetapi hanya kepada pemberian Allah saja.  Petrus memberikan kesaksian bahwa kuasa manusia dan kehidupan keagamaan mereka tidak bisa menghapuskan dosa atau menyembuhkan orang-orang sakit. Satu-satunya Pribadi yang unik itu yang bisa memberikan kuasa dan pengharapan kepada dunia yang kacau balau ini adalah Yesus dari Nazaret. Petrus tidak menyebut-Nya sebagai Mesias, tetapi sebagai “Hamba Allah” dalam penjelasannya, yang di dalam bahasa Yunani menunjuk kepada budak Allah. Pada saat yang sama, hal itu juga menunjukkan tentang ketundukan Kristus kepada Bapa-Nya, karena di dalam ketundukan yang sukarela itulah kita melihat kemenangan dan kesempurnaan Kristus.

Roh Kudus mendorong Petrus untuk menyebut Kristus, yang dilahirkan dari Roh Kudus sebagai “Yang Kudus,” yang menanggung segala dosa dunia. Dia yang Benar itu adalah inkarnasi dari Allah yang hidup, dan yang terus ada dalam keadaan tidak berdosa tidak seharusnya mati. Namun di dalam kematian Yesus maka hal yang mustahil kemudian terjadi: Pemimpin kepada hidup itu sudah mati. Dalam menjelaskan hakekat Yesus, Petrus tidak memakai gelar “Mesias” atau “Anak Allah” tetapi menempatkan keseluruhan inti dari nama itu di dalam satu nama, “Yesus.” Di dalam manusia Yesus dari Nazaret itu berdiam seluruh kepenuhan Keallahan secara jasmani. Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada-Nya akan mengalami kuasa-Nya. Kuasa Allah yang kekal menjadi sempurna di dalam kelemahan kita.

Yesus menghendaki iman kita yang tidak terbagi, yang berpegang teguh kepada Dia yang Tersalib, dan senantiasa terkait dengan kuasa kebangkitan-Nya. Datanglah kepada Yesus, karena Ia adalah yang memulai dan menggenapkan iman kita. Dekat dengan Dia jiwa kita akan dipulihkan, roh kita akan disegarkan, dan kehidupan kita dibenarkan.

 

Iman yang benar adalah keberanian dan keyakinan kita dengan menempatkan kepercayaan kita sepenuhnya kepada nama Yesus.

 

Artikel oleh: March 6, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda