Jadilah Terang!

Jadilah Terang

“Demikianlah diperbuat Harun. Di sebelah depan kandil dipasangnyalah lampu-lampunya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa” (Bilangan 8 : 3)

 

Penahbisan suku Lewi dimulai dengan pemasangan tujuh lampu di bagian depan kandil (tempat lampu). Ketujuh lampu itu menerangi bagian depan kandil-artinya menerangi jalan masuk ke Ruang Kudus serta menerangi meja roti sajian. Para imam (yaitu Harun dan anak-anaknya) harus menjaga agar lampu-lampu itu tetap menyala sepanjang malam-dari petang sampai pagi. Dari satu sisi, penahbisan yang diawali dengan penyalaan lampu ini mengingatkan bahwa orang Lewi menjalankan peran sebagai terang dunia (Matius 5:14). Dari sisi lain, lampu-lampu yang menyala sepanjang malam itu menyadarkan bahwa Allah berdiam di tengah-tengah bangsa Israel bukan hanya di siang hari, tetapi juga di malam hari. Allah yang menjadi Pelindung umat-Nya itu tidak pernah tertidur (Mazmur 121).

Penahbisan suku Lewi itu berarti bahwa suku Lewi dikhususkan untuk melakukan pekerjaan bagi Tuhan serta ditahirkan (dibersihkan atau disucikan melalui persembahan korban penghapus dosa dan korban bakaran) sehingga mereka bisa (layak) melakukan pekerjaan jabatan di Kemah Pertemuan atau Kemah Suci. Pengkhususan suku Lewi untuk melakukan pekerjaan jabatan yang berkaitan dengan Kemah Suci ini merupakan pengganti dari keharusan bagi seluruh bangsa Israel untuk menyerahkan anak sulung mereka kepada Tuhan (Bilangan 7:6-22). Penyerahan suku Lewi untuk melakukan pekerjaan bagi Tuhan ini di kemudian hari diadopsi oleh gereja menjadi penyerahan salah seorang anak untuk melayani pekerjaan Tuhan.

Berbicara soal “lampu-lampu”, maka “lampu” di dalam Alkitab bisa dipakai untuk melambangkan firman Tuhan (Mazmur 119:105, 2 Petrus 1:19). Demikianlah juga peran Kristen di dalam Perjanjian Baru yang disebut sebagai “imamat” rajani haruslah menyalakan “lampu-lampu” yang telah dimiliki untuk memberikan terang kepada sekitarnya dengan cara mengajarkan kepada sesamanya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Seharusnya setiap orang Kristen memiliki kerinduan yang sama yakni menjadi umat Tuhan yang membawa terang Tuhan serta bersinar di dunia yang penuh kegelapan ini.

 

Jadilah terang Tuhan dimanapun dan kapanpun!

 

Artikel oleh: January 21, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Number (Renungan Alkitab dari Kitab Bilangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda