Tuhan Pasti Sanggup

Tuhan Pasti Sanggup

“Lalu kata-Nya kepada perempuan itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan damai dan tetaplah sembuh dari penyakitmu!” (Markus 5:34)

 

Pernah memikirkan bagaimana kehidupan seorang perempuan yang sakit perdarahan selama 12 tahun?  Bayangkan cucian bajunya setiap hari. Bayangkan betapa tidak nyamannya ia beraktivitas setiap hari. Ia sudah berusaha berobat, menemui banyak dokter. Namun, hingga tabungannya ludes, ia tak juga kunjung sembuh. Dalam tradisi Yahudi, perempuan dalam kondisi perdarahan dianggap najis, tidak dapat ambil bagian dalam ibadah di tempat kudus, dan apa yang disentuhnya juga ikut menjadi najis (Imamat 15). Mirip dengan rekan-rekan muslim saat berpuasa. Jika sedang haid, ibadah puasanya tidak diperhitungkan. Tentulah perempuan ini sangat frustrasi dengan kondisinya.

Dalam situasi demikian, mendekati Yesus tentulah penuh perjuangan. Ia sedang dalam kondisi najis, dan apa yang disentuhnya akan ikut menjadi najis. Kalau sampai ketahuan, mungkin ia akan diusir atau dipukul. Menyentuh jubah Yesus tentu membuat ia bergumul. Bagaimana jika Yesus juga menolaknya? Betapa terkejutnya ia ketika Yesus mendadak berhenti dan mencari siapa yang menyentuhnya. Ia takut dan gemetar, tersungkur di depan Yesus (ayat 33). Akankah Yesus mempermalukannya? Ternyata sebaliknya. Yesus memberikan jaminan kesembuhan, bukan hanya untuk penyakitnya, tetapi juga untuk hatinya (ayat 31-34).

Bukankah kita sebenarnya tak berbeda dengan perempuan yang sakit perdarahan itu? Dosa menajiskan hidup kita. Kebiasaan buruk menajiskan kita.  Siapakah yang layak mendekat pada Allah Yang Mahakudus, apalagi diterima oleh-Nya?  Syukur kepada Allah di dalam Yesus Kristus yang tidak menolak saat kita datang dengan iman kepada-Nya. Mari mohon agar Dia membersihkan kita dari segala kenajisan kita.

 

Yesus sanggup membersihkan segala kenajisan dalam diri kita, asal kita datang mendekat padaNya dan percaya dengan segenap hati!

 

Artikel oleh: July 20, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda