Jalan Bileam!

“Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat”. (2 Petrus 2 : 15)

 Jalan Bileam

             Ketamakan adalah hasrat untuk mendapatkan lebih banyak uang, kuasa, dan gengsi, yang tidak pernah bisa terpuaskan. Ketamakan bisa menyebabkan seorang manusia melakukan banyak kejahatan.  Tuhan Yesus juga memperingatkan, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan” (Luk. 12:15).

Untuk menggambarkan jahatnya sifat tamak ini, Petrus mengaitkannya dengan kisah Bileam yang terdapat di dalam Bilangan 22-25.  Bileam adalah seorang nabi non-Yahudi yang mencoba untuk mengutuk Israel demi uang yang ditawarkan Balak, raja bangsa Moab. Meskipun Bileam tahu bahwa berpihak kepada Raja Balak merupakan kesalahan, tetapi dia melakukannya demi uang. Allah menegurnya melalui mulut keledainya, tetapi Bileam tidak mau mendengarkan.  Ketika Bileam mencoba untuk mengutuki Israel, Allah mengubah kutuknya menjadi berkat (Ul. 23:4-5). Meskipun dia gagal mengutuk orang-orang Yahudi karena intervensi Allah, Bileam mengajarkan Raja Balak apa yang harus dilakukan untuk mengalahkan Israel. Dia menasihatkan Balak agar memancing bangsa Israel ke dalam dosa-dosa nafsu sehingga bangsa Israel akan menimbulkan murka Tuhan mereka, yang pada gilirannya akan menghancurkan Israel. Bileam melakukan semua ini demi uang yang dijanjikan raja Balak.

Bileam itu mengetahui kehendak Allah, tetapi Dia memilih untuk berdosa dan menyebabkan bangsa Israel berdosa. Pada akhir zaman, kita melihat banyak yang katanya orang Kristen namun masih memiliki ciri-ciri yang sama dengan Bileam yakni: tamak, sengaja melakukan hal-hal yang bertentangan Alkitab, dan menganjurkan gaya hidup kedagingan. Orang-orang seperti ini mungkin menjadi populer dan kaya, tetapi apa yang mereka terima adalah “upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.” Orang lain yang telah menerima upah seperti ini adalah Yudas Iskariot. ”Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar” (Kis. 1:18).

 

Ketamakan sangat ampuh menghancurkan imanmu!

 

Artikel oleh: November 29, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Peter (Renungan Alkitab dari Surat Petrus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda