Ingatlah Penciptamu!

Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 11: 9 – 12: 1 – 8

“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!” (Pengkhotbah 12 : 1)

 

Slogan yang berbunyi “Nikmatilah hidup selagi Anda masih muda” merupakan kalimat yang popular dalam dunia orang-orang muda.  Mereka rela dan berani berbuat apa saja demi kenikmatan itu! Tidak peduli apa kata orang tua, apa kata pendetanya, apa kata gurunya, apa kata pemerintah ataupun apa kata Tuhan. Ada beberapa anak muda yang berbuat nekad dan sembrono demi kepuasan diri sendiri yaitu menuruti keinginan hatinya dengan melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Dengan alasan sekedar coba-coba atau pun mengikuti trend supaya tidak kelihatan katro (kampungan), ada yang mulai terlibat dengan narkoba. Mula-mula sih memang coba-coba tetapi pada akhirnya menjadi ketergantungan. Tiada hari tanpa narkoba.  Ada juga yang mulai menikmati kesenangan dengan melakukan hubungan seks sebelum nikah (free seks);  sehingga seks bukan lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang hanya dapat dilakukan oleh sepasang suami istri yang sudah menikah, tetapi menjadi sesuatu yang wajar dalam pergaulan anak muda. Sehingga tak jarang kita mendapati seorang gadis yang hamil sebelum nikah ataupun praktek aborsi di kalangan anak muda. Dan karena seks bebas itulah sehingga sekarang ini agak sulit menemukan seorang gadis masih yang perawan. Puji Tuhan, jika masih ada gadis-gadis yang menghargai dan mempertahankan kesuciannya! Mereka patut dihormati karena mereka adalah gadis-gadis yang bijaksana dan hebat di antara gadis-gadis bodoh.

Pengkhotbah memaparkan ayat-ayat diatas adalah supaya setiap anak muda harus bersikap hati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Semua bentuk kepuasan hidup diluar kebenaran firman Tuhan adalah dosa.  Kita diberi-Nya tanggungjawab untuk mengatur hidup kita seturut dengan kehendak-Nya. Allah bukan pembunuh kesenangan kita. Dia menghendaki kita bersukacita dan berbahagia. Hanya Tuhan sumber sukacita dan kenikmatan hidup, bukan hal-hal yang lain yang ditawarkan oleh dunia ini. Jika kita melawan aturan Allah, maka bukan kesenangan yang kita dapatkan tapi kesengsaraan. Mungkin belum sekarang ini, tetapi pada masanya nanti dimana Yesus datang sebagai Hakim yang adil untuk dunia ini (ay 9b). Untuk itulah dengarkanlah nasehat Tuhan “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu. . .” (12:1).

Hidup memang perlu untuk dinikmati tetapi harus sesuai dengan batas-batas yang sewajarnya.

Artikel oleh: February 28, 2012   Kategori : Biblical Devotion from Ecclesiastes (Renungan Alkitabiah dari Kitab Pengkhotbah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda