Sumber Segala Hikmat

Hikmat

“Takut akan Tuhan adalah  permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina  hikmat dan didikan” (Amsal 1 : 7)

 

Seperti kita menghubungkan Taurat dengan Musa, Daud dengan Mazmur; maka untuk halnya hikmat, tidak salah jika kita menghubungkannya dengan Salomo. Selama pemerintahan Salomo, hikmat berkembang. Pada permulaan masa pemerintahannya, ia berdoa dan memohon hikmat kepada Allah dan Allah mengabulkannya (1 Raj 3:5-14). Tidak heran jika Salomo dikenal sebagai raja yang berhikmat dan memiliki pengertian dan kebijaksanaan yang melebihi raja-raja lain dimanapun, baik yang sebelum dia maupun yang sesudahnya.

Berhikmat artinya hidup yang berpikir sesuai dengan kebenaran, jalan dan pola kehidupan dari sudut pandangan Allah; percaya bahwa segala sesuatu yang dikatakan Allah itu benar, dan merupakan satu-satunya standar hidup yang layak.  Jadi, orang yang berhikmat bukan sekedar mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas, bukan hanya pandai dan mengetahui banyak hal, tetapi sesungguhnya orang yang disebut berhikmat adalah mereka yang takut akan Tuhan, karena dikatakan dalam Amsal bahwa “takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan” (ay 7). Artinya bahwa hikmat itu hanya datang kepada mereka yang mencarinya melalui hubungan yang benar dengan Allah dan mempelajari Firman Allah dengan rajin dan benar (3:1-3).  Hikmat yang sesungguhnya dan yang “asli” tidak bisa kita dapatkan dari segala macam disiplin ilmu yang telah kita pelajari. Kita bisa saja dikatakan orang pandai atau genius, tetapi tanpa Firman maka kita bukanlah orang yang berhikmat.

Tidak cukup jika kita hanya sekedar mengetahui dan mengajarkan prinsip–prinsip moral dan etika. Hal itu bukanlah jaminan suatu kehidupan rohani yang berkenan kepada Allah.  Yang dibutuhkan adalah hidup yang selalu ada rasa takut akan Tuhan dan bergantung kepada-Nya serta dengan penuh tanggungjawab melakukan firman Allah itu dalam kehidupan sehari-hari.

 

Alkitab menyebut orang itu berhikmat ketika ia takut akan Tuhan dan mengisi kehidupannya dengan Firman Tuhan.

 

Artikel oleh: February 29, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Proverbs (Renungan Alkitabiah dari Kitab Amsal)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda