Manusia Yang Berhikmat

Manusia Yang BErhikat

“Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu” (Amsal 2 : 10)

 

Adalah sangat mutlak perlu sebagai orang Kristen untuk menerima dan menyimpan firman Tuhan dalam pikiran dan hatinya serta hidup sesuai dengan firman itu. Jika kita menyimpan firman itu, maka firman yang ada dalam hati kita itulah yang akan mengajari kita untuk hidup lebih bijaksana dan benar dalam hubungan kita dengan Allah. Kita dapat mengalahkan segala godaan untuk berbuat dosa dari iblis dan hawa nafsu daging, bila firman Allah itu ada dalam hati kita dan memenuhi hidup kita. Tidak ada cara lain untuk dapat hidup menyenangkan hati Allah selain dengan menjaga firman itu tetap berdiam dan tertanam dalam hati kita serta menjadikan Firman itu pedoman dalam hidup kita.

Ingatlah bahwa ketika kita takut akan Tuhan dan mengisi hidup kita dengan Firman, maka kita telah memperoleh hikmat Tuhan.  Karena hikmat itu sendiri berasal dari Tuhan dan didapatkan ketika kita mendengarkan dan menaati firman Tuhan sepanjang hidup kita.  Dalam pasal ini, kita menemukan manfaat atau faedah yang kita dapatkan bila kita berjalan dengan hikmat Tuhan, yaitu:

  • Terpelihara dari kejahatan sepanjang perjalanan hidup kita (ay 5-8).
  • Memiliki kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang jahat sehingga terhindar dari jebakan dosa (ay 11).
  • Memiliki pergaulan yang baik dan benar, (ay 12-15). Kita memang diperintahkan untuk memberitakan kabar baik kepada semua orang, termasuk “orang-orang jahat”. Tetapi bukan berarti karena tugas itu, kemudian kita turut ambil bagian dalam perbuatan dosa mereka. Kita hadir dalam komunitas yang dikatakan tersebut dengan satu misi ilahi yaitu membawa mereka kepada pengenalan akan Tuhan.
  • Menjauhi kebejatan seksual (ay 16-19).  Orang berhikmat tidak akan membawa dirinya ambil bagian dalam perbuatan seks yang dilarang oleh Alkitab.
  • Memperoleh berkat-berkat yang dijanjikan Allah (ay 21).

 

Hikmat itu keluar dari mulut Allah, masuk ke telinga dan hati kita, sehingga menjadikan kita manusia yang bijaksana.

 

Artikel oleh: March 1, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Proverbs (Renungan Alkitabiah dari Kitab Amsal)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda