Tuhan Yang Ajaib

Tuhan Yang Ajaib

“Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya.” (Keluaran 5 : 24)

 

Dalam pembacaan sebelumnya kita menemukan bagaimana ketika Tuhan memanggil Musa untuk menjadi pembebas bangsa Israel, namun Musa pada awalnya menolak, tetapi akhirnya menyetujui permintaan Tuhan itu.  Mungkin pada saat itu yang terbayang dalam pikiran Musa adalah ketika ia menghadap Firaun, maka kemungkinan besar segala sesuatunya akan menjadi baik-baik saja karena Allah yang mengutusnya. Tentunya, Firaun mau mendengarkannya dan membiarkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Akan tetapi, apa yang terjadi? Ternyata Firaun bertindak semakin kejam. Bangsa Israel yang dulu diperbudak untuk membuat batu bata di Mesir, kini harus tetap membuat batu bata dan sekaligus mencari jerami sebagai bahan batu bata tersebut. Padahal, sebelum Musa menghadap Firaun, jerami tersebut sudah disediakan oleh pihak Mesir. Semakin berat penindasan yang dialami oleh umat Israel.

Keadaan umat Israel semakin terpuruk, dan akibatnya Musa pun semakin tertekan. Musa bahkan dimusuhi oleh segenap bangsa Israel pada saat itu. Tetapi justru ketika masalah seakan-akan menjadi berat, di situlah waktu dimana sebentar lagi Tuhan akan menyatakan mujizatnya. Dalam ayat dan pasal selanjutnya, kita akan menemukan bagaimana Tuhan membuat 10 tulah yang luar biasa di Mesir, dan pada akhirnya Firaun mengijinkan bangsa Israel untuk pergi.

Mungkin ada di antara kita yang saat ini sedang mengalami masalah, dan walaupun kita sudah berdoa kepada Tuhan, tetapi masalah yang ada seakan-akan tidak kunjung selesai dan bahkan semakin bertambah berat. Tetapi, percayalah bahwa ketika kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh dan masalah yang ada seakan-akan semakin berat, justru di situlah sebentar lagi Tuhan akan menunjukkan kuasa dan keajaiban-Nya yang luar biasa. Syaratnya hanya satu: tetap percaya dan tetap mengimani bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anakNya yang senantiasa berharap kepadaNya, dan kita akan melihat bagaimana tangan Tuhan yang kuat dan perkasa menolong kita tepat pada waktuNya.

 

Tinggal sesaat lagi maka mujizat Tuhan akan kita terima dalam kehidupan kita. Percayalah!

Artikel oleh: September 5, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda