Yesus Menangis

Yesus Menangis

“Ketika Ia telah mendekati dan melihat kota itu, Yesus menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu” (Lukas 19 : 41)

 

Kita membaca sebuah fakta bahwa Yesus menangis. Mengapa, dan kapan saja Yesus menangis? Jika kita meneliti kisah hidup Yesus, kita akan mendapati setidaknya ada tiga peristiwa saat Yesus menangis. Pertama, tentu saja ketika Yesus dilahirkan sebagai Bayi, demi menjadi manusia yang sama seperti kita. Kedua, Yesus menangis saat Lazarus meninggal dan diratapi oleh orang-orang terkasihnya (Yohanes 11:33-35). Dan ketiga, dalam bacaan hari ini.

Menarik bahwa Yesus tidak diceritakan menangis ketika Dia dicaci, dibenci, disalahmengerti, bahkan disalib sampai mati. Dia justru dicatat menangis ketika sedang dielu-elukan memasuki kota Yerusalem (ayat 41). Dia menangisi Kota Allah itu karena manusia di dalamnya tidak menyadari apa sesungguhnya yang mereka perlukan untuk kebaikan mereka (ayat 42). Tuhan telah melawat mereka, tetapi mereka tidak tahu, dan tidak mau tahu, sehingga ketika kebinasaan itu datang, mereka pun tergilas habis (ayat 43-44).

Mengapa dan kapan saja kita menangis? Apakah kita lebih banyak menangis karena dan bagi diri sendiri? Saat kita merasa “sakit”, kecewa, kehilangan, dirugikan, dan lain sebagainya? Yesus menangis karena manusia berdosa terpisah jauh dari Bapa yang sangat mengasihi mereka. Dan mereka tidak juga mengerti bahwa jalan untuk kembali kepada Bapa dan kemuliaan-Nya sudah dijembatani oleh-Nya. Apakah hati kita juga menangis melihat jiwa-jiwa yang sesat? Maukah kita terus mendoakan, memperhatikan, dan menyampaikan berita keselamatan-Nya, agar mereka tidak menangis selamanya dalam kebinasaan kekal?

 

Milikilah hati seperti Yesus yang menangis karena rindu setiap orang mengalami keselamatan kekal.

 

Artikel oleh: March 22, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda