Jangan Ragu!

Jangan Ragu

“Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada Tuhan, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya” (Bilangan 30: 2)

 

Keraguan-raguan adalah sikap yang amat merugikan bahkan untuk beberapa hal juga sangat membahayakan.  Sebuah peluang emas akan hilang begitu saja jika seseorang ragu-ragu terhadap kesempatan baik yang ada di depan matanya. Seorang pelompat galah akan gagal melompati tiang tinggi jika ia ragu-ragu dengan galah yang digunakan untuk melompatinya. Suatu brigade akan hancur jika ia ragu-ragu mengambil suatu keputusan menyerang atau menunggu diserang oleh musuhnya.

Lalu apa kaitannya keragu-raguan dengan nazar? Memang hal ini tidak berkaitan secara langsung, tetapi secara tidak langsung tentu ada kaitannya. Hal ini berhubungan juga dengan pertanyaan, mengapa muncul nazar, dan Tuhan mengizinkannya? Nazar itu sebenarnya pengertian dari komitmen atau berjanji kepada Tuhan.  Ini muncul dan kemudian diatur di dalam Taurat sebab berkaitan dengan pengenalan umat kepada Allah yang masih dalam tahap pertumbuhan. Artinya umat belum mengenal dengan dekat pribadi Allah, apalagi dalam konteks bangsa Israel yang terkenal dengan tegar tengkuknya. Hanya orang-orang tertentu yaitu ditetapkan Tuhan sebagai nabinya yang mengenal suara Allah. Selain itu dalam masa Perjanjian Lama seseorang tidak bisa langsung bertemu Tuhan, melainkan harus melalui imam pengantara.  Nah dalam kondisi ini seringkali muncul sikap keragu-raguan bangsa Israel kepada kemahakuasaan Tuhan. Hal ini terbukti ketika mereka di padang gurun 40 tahun lamanya seringkali bangsa Israel meragukan kuasa Allah. Mereka mulai menggerutu, unjuk rasa kepada Musa dan melakukan penyembahan berhala.

Untuk itulah nazar kemudian diatur sedemikian rupa, dengan suatu maksud supaya umat tidak ragu-ragu lagi kepada Allah, dan sebaliknya umat harus membayar nazar, sebagai gambaran pengakuan mereka kepada kemahakuasaan Tuhan.

 

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan ragukan perlindunganNya atas kita.

 

Artikel oleh: February 15, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Number (Renungan Alkitab dari Kitab Bilangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda