Muliakanlah Tuhan!

“Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. (Ulangan 14 : 3)

 

Dalam pasal ini menuliskan tentang makanan yang patut di makan (halal) oleh umat Israel dan makanan yang tidak patut (haram) untuk mereka makan.  Dan memang bagi umat Israel, ketetapan atau peraturan tersebut harus ditaati. Jika tidak, mereka berdosa dihadapan Allah.  Tetapi, orang Kristen tidak diikat lagi dengan peraturan-peraturan tentang jenis makanan yang haram dan halal itu.  Piagam kemerdekaan kita terdapat dalam Injil Yesus Kristus yang berbunyi sebagai berikut: “Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban? Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal” (Mark 7:18-19). Dan kemudian dalam ayat selanjut-Nya Yesus Kristus melanjutkan bahwa “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.  Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang” (ay 20 – 23).

Namun, di belakang larangan-larangan konkret yang tidak berlaku lagi ini, terdapat prinsip yang tetap berharga, yaitu bahwa kebiasaan yang begitu sehari-hari seperti makan-minum pun tidak lepas dari maksud Tuhan untuk hidup kita.  Dari ayat-ayat dalam kitab Ulangan ini kita diingatkan bahwa rejeki kita berasal dari Tuhan, dan termasuk segala karunia-Nya kepada kita.  Itu berarti bahwa kita patut menerimanya dengan sikap berterimakasih serta hormat akan Dia. Harta benda dan segala hal yang kita pakai ataupun makan  tetapi hasil dari korupsi adalah kekejian dimata Tuhan.  Allah tidak menghendaki kita melakukan tindakan atau pun keputusan apapun juga yang bertentangan dengan kebenaran firman-Nya.  Makanan lezat yang dinikmati tanpa kita menghiraukan kelaparan anak-anak Tuhan lainnya pun adalah termasuk barang haram.  Makan dan minum yang berlebih-lebihan sehingga merusakkan badan yang Tuhan berikan kepada kita juga tidak diperkenankan-Nya.

 

Muliakanlah Tuhan dengan hatimu, pikiranmu, hidupmu, dan semua yang ada padamu, maka Anda akan penuh dengan sukacita sorgawi!

 

Artikel oleh: August 26, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda