Artikel oleh:

misi-2014-

June 6, 2014   Kategori : Umum  Komentar ditutup

Akibat Kurang Iman

Artikel oleh:

Orang Kapernaum

“Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Markus 6:1-6)

 

Inilah salah satu pernyataan yang sangat mengejutkan dalam seluruh Injil, di mana Yesus tidak mampu membuat mukjizat. Bukan karena Ia tidak mampu, tetapi karena tidak mudah berbuat begitu saja. Adakah sesuatu yang tidak mungkin bagi Yesus? Dalam konteks ini, Injil mengatakan “ya”. Sebab tidak mungkin bagi Yesus membuat mujizat dalam situasi tidak ada iman. Yesus mampu melakukan sesuatu dan ingin melakukan sesuatu untuk orang-orang sekampung dan untuk kita, tetapi Ia membutuhkan iman untuk menerima kuasa-Nya.

Orang-orang di Kapernaum mengalami kekecewaan dan merasa terluka karena “ketidakmampuan” Yesus membuat mukjizat di antara mereka. Maka mereka menolak Yesus.  Tidakkah demikian juga dengan kita? Kitapun acapkali kecewa, putus asa, sedih dan malah terluka menyaksikan ‘kebisuan’ Tuhan atas yang menghantui diri dan dunia kita sekarang ini. Di mana-mana terjadi ketidakadilan, pembunuhan, bencana, dan sebagainya. Dalam berbagai peristiwa itu Yesus seakan-akan tidak konsern dan tak peduli; padahal, sebaliknyalah yang terjadi. Bukankah hal ini terjadi karena kekurangan iman di antara umatNya?

Mengapa orang sekampung tidak percaya kepada-Nya? Alasannya kata Yesus adalah “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya” (ayat 4).  Orang-orang Kapernaum berpikir, mereka Baca selanjutnya »

July 23, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Tuhan Pasti Sanggup

Artikel oleh:

Tuhan Pasti Sanggup

“Lalu kata-Nya kepada perempuan itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan damai dan tetaplah sembuh dari penyakitmu!” (Markus 5:34)

 

Pernah memikirkan bagaimana kehidupan seorang perempuan yang sakit perdarahan selama 12 tahun?  Bayangkan cucian bajunya setiap hari. Bayangkan betapa tidak nyamannya ia beraktivitas setiap hari. Ia sudah berusaha berobat, menemui banyak dokter. Namun, hingga tabungannya ludes, ia tak juga kunjung sembuh. Dalam tradisi Yahudi, perempuan dalam kondisi perdarahan dianggap najis, tidak dapat ambil bagian dalam ibadah di tempat kudus, dan apa yang disentuhnya juga ikut menjadi najis (Imamat 15). Mirip dengan rekan-rekan muslim saat berpuasa. Jika sedang haid, ibadah puasanya tidak diperhitungkan. Tentulah perempuan ini sangat frustrasi dengan kondisinya.

Dalam situasi demikian, mendekati Yesus tentulah penuh perjuangan. Ia sedang dalam kondisi najis, dan apa yang disentuhnya akan ikut menjadi najis. Kalau sampai ketahuan, mungkin ia akan diusir atau dipukul. Menyentuh jubah Yesus tentu membuat ia bergumul. Bagaimana jika Yesus juga menolaknya? Betapa terkejutnya ia ketika Yesus mendadak berhenti dan mencari siapa yang menyentuhnya. Ia takut dan Baca selanjutnya »

July 20, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Janganlah Takut!

Artikel oleh:

Jangan Takut

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Markus 4 : 40)

 

Apakah yang sesungguhnya membuat para murid ketakutan dalam Markus 4 : 35—41 : Tuhan Yesus atau angin ribut? Jawabannya adalah Tuhan Yesus. Mengapa demikian?

Pertama, mereka belum pernah menyaksikan ada orang yang bisa menaklukkan badai dan topan dahsyat dengan perkataan saja. Sebagai nelayan, mereka telah terbiasa dengan fenomena alam, walaupun benar bahwa apa yang mereka alami saat itu sangat dahsyat. Oleh karena itu, ketika melihat bahwa Tuhan Yesus sanggup menundukkan angin ribut, mereka sangat kagum.

Kedua, mereka belum sampai pada pemahaman bahwa Tuhan Yesus sebagai Pencipta semesta alam ini memiliki kedaulatan atas segala sesuatu, sehingga tidak sulit bagi-Nya untuk mengendalikan topan yang dahsyat.

Ketiga, mereka hanya memperhatikan yang kelihatan, yaitu Tuhan Yesus yang tertidur dan membiarkan mereka, padahal Tuhan Yesus menekankan bahwa kehadiran-Nya pasti menjamin keamanan dan keselamatan (rohani dan jasmani) mereka. Sungguh, murid-murid belum Baca selanjutnya »

July 19, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Tanah Yang Subur

Artikel oleh:

israel-1354134716

“Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” (Markus 4 : 20)

 

Tuhan Yesus mengumpamakan firman itu sebagai benih. Benih itu memiliki kuasa untuk bertumbuh dan berbuah dari dalam dirinya sendiri. Namun demikian, tempat di mana benih itu ditabur memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana pertumbuhan dari benih itu. Kita tidak memiliki kuasa dalam membuat benih itu mengeluarkan akar. Kita juga tidak memiliki kuasa untuk membuat benih itu bertumbuh.  Kita dapat menanam benih itu dalam kondisi dimana ia akan bertumbuh. Kondisi-kondisi itu bukan kita yang tentukan.  Jika kita ingin benih bertumbuh maka yang kita lakukan adalah mempelajari kondisi apa yang dapat membuat benih itu bertumbuh kemudian manaruhnya dalam kondisi itu. Jika itu yang terjadi, dengan sendrinya benih itu akan bertumbuh dan berakar.

Demikian juga dengan Firman Allah. Firman Allah itu memiliki kuasa untuk bertumbuh dari dalam dirinya sendiri, sama seperti benih itu.  Diri kita adalah tempat dimana Firman Allah itu ditabur. Seperti benih itu, kita tidak dapat membuat Firman Allah itu berakar atau Baca selanjutnya »

July 18, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Bersaudara Dalam Tuhan

Artikel oleh:

Bersaudara

“Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Markus 3 : 35)

 

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lewat pertanyaan ini bukan berarti Yesus menyangkal bahwa Maria adalah ibu-Nya dan orang-orang yang di luar itu adalah saudara-saudara-Nya. Tetapi, Yesus mau menegaskan bahwa bagi-Nya bukan keluarga-Nya yang “utama”. Dalam hal ini, Yesus mengajak untuk membangun relasi yang lebih mendalam, bukan hanya persaudaraan fisik, tetapi yang lebih penting membangun persaudaraan spiritual.

Dalam perikop kita Yesus memperkenalkan kepada kita suatu bentuk kekeluargaan dan persaudaraan yang baru. Kekeluargaan kita bukan berdasarkan hubungan darah atau suku, marga, bangsa dan adat budaya kita lagi. Tapi oleh  darah Yesus sendiri.  Melalui percaya dan menerimaNya menjadi Tuhan dan Allah kita masing-masing, kita disebut anak-anak Allah.  Relasi spiritual jauh lebih penting dari relasi hubungan darah.  Dalam hal ini, Yesus semakin memperluas lingkup keluarga-Nya pada siapa saja yang taat pada Allah. Persaudaraan yang berlandaskan Allah jauh lebih kuat daripada persaudaraan yang berlandaskan kesamaan darah. Maka Yesus mengajak semua orang beriman Baca selanjutnya »

July 17, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Tetaplah Berbuat Baik!

Artikel oleh:

Tetaplah Berbuat Baik

“Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” (Markus 3 : 4)

 

Masih ingat dengan tokoh HAM yang bernama Munir? Tentu saja, kita semua masih ingat. Betapa dia berjuang dengan gigih memperjuangkan HAM. Perjuangannya ternyata menggelisahkan dan mengancam kenyamanan mereka yang “melanggar” HAM. Akibatnya, dia menemui ajal secara tidak wajar. Betapa mereka yang memperjuangkan kehidupan dan kebenaran kerapkali berhadapan dengan mereka yang mati hati nuraninya. Ancaman dan bahkan pembunuhan bisa menimpa siapa saja yang memperjuangkan kehidupan dan kebenaran.

Yesus menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya pada hari sabat. Yesus menaruh belas kasih kepada orang itu yang sungguh menderita. Tetapi, kebaikan yang dikerjakan oleh Yesus tidak disukai oleh orang Farisi karena melanggar hari sabat. Yesus tidak peduli dengan itu. Dia tetap berpegang pada perutusan-Nya, yakni membawa kehidupan kepada mereka yang menderita. Sekalipun berada dalam ancaman orang Farisi dan Herodian, Yesus tidak gentar dengan karya cinta kasih-Nya yang membebaskan.

Mungkin saudara pernah berada dalam titik perjuangan untuk melakukan kebaikan atau tidak melakukannya. Tidak jarang, kita tergoda Baca selanjutnya »

July 16, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Membantu Orang Lain

Artikel oleh:

Membantu Orang Lain

“Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” (Markus 2:27)

 

Ketika melihat murid-murid Yesus memetik bulir-bulir gandum, orang Farisi langsung melontarkan “tuntutan” dan dengan tegas menunjuk bahwa murid Yesus telah melanggar hukum. Mereka jelas sekali mengharapkan Yesus menghentikan tindakan “tak taat hukum” dari murid-murid-Nya. Namun Yesus tidak menghentikan para murid.

Yesus membela para murid-Nya. Ia mengutip ceritera yang pasti begitu familiar dengan kaum Farisi, yakni cerita yang terdapat dalam Kitab 1 Samuel 21:1-6. Kemudian Dia juga berargumentasi bahwa hukum Sabat dibuat untuk kebaikan manusia dan bukan manusia untuk hukum Sabat. Manusia dicipta lebih dahulu baru hukum Sabat lahir untuk kepentingan manusia. Yesus menerangkan bahwa manusia bukan budak dan Baca selanjutnya »

July 15, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Bersatu Dalam Iman

Artikel oleh:

Bersatu

“Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2 : 5)

 

Yesus menyembuhkan seorang lumpuh berkat iman para sahabatnya. Iman para sahabatnya itu tampak dalam usaha mereka menggotongnya. Mereka bekerja sama untuk membawanya kepada Yesus. Semua itu digerakkan oleh niat baik mereka terhadap si lumpuh, teman mereka. Harapan mereka tidak lain adalah kesembuhan terjadi atas si lumpuh. Tetapi, persoalannya adalah jumlah orang yang ingin mendapat kesembuhan atau hanya sekedar ingin melihat Yesus sangat besar jumlahnya. Tetapi, orang-orang  yang mengusung si lumpuh tidak kehilangan kreativitas. Mereka membuka atap rumah yang di atas Yesus dan menurunkannya.  Melihat itu, Yesus memuji iman mereka. Karena iman mereka itu, Yesus menyembuhkan si lumpuh yang mereka bawa. Penyembuhan yang dialami tidak hanya kesembuhan fisik, tetapi kesembuhan rohani. Dosa dari si lumpuh, yang adalah sebab dari kelumpuhannya, diampuni oleh Yesus. Si lumpuh sungguh mengalami kesembuhan total.

Masing-masing dari antara kita adalah bagian dari komunitas manusia. Sebagai bagian dari komunitas, kita akan melihat kenyataan dari hidup sesama kita yang memprihatikan. Mungkin kita melihat mereka yang hidup dalam garis kemiskinan secara fisik; yang hidup dalam kelumpuhan rohani; yang kehilangan arah hidup dan lain sebagainya. Sebagai orang beriman yang hidup dalam komunitas-penuh-keprihatinan yang demikian, apakah aku sudah digerakkan oleh iman untuk bersama-sama dengan yang lain untuk Baca selanjutnya »

July 12, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Tantangan Iman

Artikel oleh:

Tantangan

“Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota” (Markus 1 : 45)

 

Yesus menyembuhkan orang kusta itu dengan satu catatan atau peringatan keras untuk tidak ‘membocorkan info’ sehubungan dengan peristiwa mujizat ini (Ay. 44).  Namun, orang kusta itu mengabaikan perintah Yesus,  karena pada akhirnya dia menceritakan mengenai kesembuhan yang telah dia alami karena kuasa Yesus.  Mungkin saja dia berpikir, dengan menyebarkan informasi ini ke mana-mana, dia melakukan sesuatu yang baik bagi Yesus.   Tetapi pada kenyataannya, dia membawa masuk segala ketegangan yang akan mempengaruhi pelayanan-pelayanan Yesus selanjutnya. Sebelum itu semuanya berjalan lancar dan fantastis: mujizat-mujizat, pengusiran setan, dsb. Akan tetapi tiba-tiba muncul kerumitan, (Ay. 45).

Perubahan suasana ini memberi petunjuk mengenai konfrontasi yang akhirnya akan membawanya ke kayu salib.  Betapa pun catatan negatif yang ada pada kita tentang orang kusta itu, kita harus sangat menghargai imannya yang begitu kuat, seperti tercermin dalam kata-kata permohonannya kepada Yesus: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkan aku” (Mrk 1:40). Permohonan penuh iman inilah yang menggerakkan hati Yesus oleh belas kasihan, dan Yesus pun menyembuhkan orang itu. Sungguh patut kita Baca selanjutnya »

July 11, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Iblis Telah Ditaklukan!

Artikel oleh:

Iblis

“Tetapi Yesus membentaknya, “Diam, keluarlah dari dia!” (Markus 1:25)

 

Apakah Saudara percaya dengan keberadaan setan? Ada beberapa kalangan yang tak percaya dan menganggap orang yang disebut kerasukan sebenarnya mengalami penyakit syaraf dan kejiwaan tertentu.  Namun, banyak pula yang percaya bahwa setan itu ada.  Bahkan, dalam beberapa acara televisi, kerap ditampilkan tayangan mengenai “orang berilmu” yang sedang melawan roh halus alias setan. Orang ini memejamkan mata serta merapal doa dan mantra.

Alkitab jelas menyatakan setan itu ada. Tuhan Yesus kerap kali “berjumpa” dengan setan. Dan, dalam setiap kesempatan itu, Dia mampu mengatasi dan menaklukkannya.  Berbagai cara pengusiran setan juga dikenal dalam praktik Yahudi. Namun, Yesus mengejutkan orang banyak karena Dia melakukannya hanya dengan kata-kata. Cukup dengan sekali hardikan saja (ayat 25).  Betapa besar otoritas yang ada dalam diri Yesus! Roh jahat itu ketakutan karena mengenali siapa sesungguhnya Yesus dan tahu tujuan kedatangan-Nya (ayat 24). Ini hanya yang pertama dari sekian peristiwa Yesus mengusir setan yang dicatat dalam Injil. Di kayu salib, Yesus menuntaskan apa yang Dia mulai di rumah ibadah di Kapernaum ini, yakni menghancurkan kuasa roh jahat, setan, dan iblis Baca selanjutnya »

July 10, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar