Baik, Asalkan Dipimpin Roh Kudus

Artikel oleh:

Baik Asal Dipimpin RK

“Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon”. (Hakim-Hakim 11 : 29)

 

Ketika seseorang sungguh memohon pimpinan Tuhan, apa yang akan terjadi?  Tuhan akan memenuhinya dengan Roh Kudus.  Itulah yang Tuhan lakukan terhadap Yefta (29).   Sekarang, mari kita lihat bagaimana peranan Roh Kudus dalam kehidupan seseorang yang telah dipenuhi-Nya.

1).  Roh Kudus mengubahkan karakternya secara bertahap.  Roh Kudus tidaklah menyulap karakter seseorang dalam sekejap atau semalam.  Dia bekerja secara bertahap.  Itulah sebabnya kita dapat masih dapat melihat karakter dasar Yefta yang keras, terburu-buru dan kaku.  Syukurlah, dengan sabar, Roh Kudus mengikis kelemahan-kelemahannya dan kenumbuhkembangkan kekuatan-kekuatan karakter seoptimal mungkin.

2). Roh Kudus memperlengkapi kemampuannya sesuai kebutuhan.  Roh Kudus tidaklah bekerja seca pukul rata, tetapi secara spesifik sesuai kebutuhan.  Di tengah masyarakat yang buta akan kebenaran, Dia mengurapi hamba-Nya dengan roh kebenaran.  Di tengah masyarakat yang depresi, Dia mengurapi hamba-Nya dengan roh penghiburan.  Di tengah masyarakat yang tertindas, Dia mengurapi hamba-Nya, seperti Yefta, dengan roh keberanian dan keperkasaan. Baca selanjutnya »

April 17, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Baik, Walau Latar Belakang Buruk

Artikel oleh:

Baik, Walau Latar Belakang Buruk

“Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead” (Hakim-Hakim 11 : 1)

 

Masih ingat kriteria pertama dalam memilih pasangan hidup?  Ya, “bibit.”  Maksudnya apa?  Yang bersangkutan memiliki orang tua bahkan leluhur dengan reputasi yang jelas dan baik.  Mengapa itu perlu?  Kerena banyak yang percaya bahwa “buah pohon tidak pernah jatuh jauh dari pokoknya.”  Padahal, manusia tidaklah identik dengan pepohonan. Memang temperamen seseorang dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi watak dan kepribadian setiap pribadi manusia itu dibentuk terutama oleh pilihan-pilihan yang dia buat.

Mengapa Yefta diusir?  Karena ibunya adalah seorang sundal (1-2). Akan tetapi, apakah secara mutlak Yefta juga menjadi pria sundal.  Tidak!  Pilihan-pilihan yang dia buat justru telah menghantarnya menjadi seorang pemimpin sekaligus penyelamat bagi segenap orang Gilead.

1).  Dia memilih untuk hidup mandiri.   Berbeda dengan Abimelekh yang tega membantai saudara-saudaranya sendiri untuk merebut kekuasaan, Yefta  memilih untuk memulai hidup baru yang mandiri (3).

2).  Dia memilih untuk mengampuni.  Ketika tua-tua Gilead yang telah mengusirnya datang untuk memohon pertolongannya karena Baca selanjutnya »

April 16, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Baik, Asal Sudah Bertobat

Artikel oleh:

Baik Asal Bertobat

“Kata orang Israel kepada TUHAN: ”Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini!” (Hakim-Hakim 10 : 15)

 

Sejak dulu sampai sekarang, masyarakat telah menggembar-gemborkan bahwa calon pasangan hidup unggulan adalah yang memiliki bibit, bobot dan bebet yang baik.  Yang patut disayangkan adalah seringkali ketiga kriteria tersebut diisi dengan spirit materialisme. Tidaklah mengherankan,  jika yang dianggap lolos seleksi adalah yang paling kaya, yang paling tinggi penddikannya, dan yang paling kuat kedudukannya.  Pertanyaannya, “Apalah artinya semuanya itu jika hatinya jahat dan tidak bertaut kepada Tuhan, sehingga hidupnya berada di bawah bayang-bayang murka Allah?” (6-9).

Dengan kata lain, sebenarnya yang harus ditempatkan sebagai  kriteria utama adalah pertobatan.  Seorang yang sudah bertobat, ternyata memiliki bukti-bukti yang jelas:

1).  Pertobatan meliputi pengakuan dosa.  Tidak seorang pun dapat berpaling dari dosa jika dia tidak menyadari bahwa dia orang Baca selanjutnya »

April 15, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Baik, Walau Tidak Menonjol

Artikel oleh:

Baik, Walau tidak Menonjol

“Sesudah dia, bangkitlah Yair, orang Gilead, yang memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh dua tahun lamanya”. (Hakim-Hakim 10 : 3)

 

Konon, masyarakat pada umumnya, lebih senang menonton  film dan sinetron yang penuh dengan polemik, ketegangan, dan kejutan.  Kisah-kisah seperti itulah yang mampu menyedot minat dan perhatian para penonton atau pemirsa.  Kisah-kisah seperti itulah yang juga lebih banyak memikat jemaat untuk membaca Alkitab.  Tidaklah mengherankan jika tokoh-tokoh seperti Gideon (Hak 7-8) dan Abimelekh (Hak 9) lebih dikenal daripada Tola dan Yair (Hak 10:1-5).

Akan tetapi, A.M. Muir mengungkapkan dua pengamatan penting yang sering luput dari perhatian kita:

 

1). Waktu tenang sebenarnya seringkali lebih panjang dari waktu tegang.  Gideon diceritakan dalam dua pasal penuh (pasal 7-8), dan masa pemerintahannya meliputi 40 tahun (9:22).  Sementara itu, Tola hanya diceritakan dalam 2 ayat (10:1-2), namun pemerintahannya meliputi 23 tahun.  Memang secara psikologis, waktu yang penuh ketegangan seringkali terasa sangat lama.  Sebaliknya, waktu yang penuh ketenangan  seringkali terasa begitu cepat berlalu.  Akan tetapi, kita harus waspada, jangan sampai kita Baca selanjutnya »

April 14, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Sahabat Yang Tahu Berterimakasih

Artikel oleh:

Berani Berbuat Baik

“Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya”. (Hakim-Hakim 9 : 56)

 

Pada pasal ini, kita diperhadapkan kepada satu tragedi yang lebih besar.  Abimelekh, anak gundiknya Gideon, berkonspirasi dengan penduduk kota Sikhem dan membantai ke-70 anak Yerubaal.  Hanya satu yang luput, yaitu Yotam, si bungsu, karena dia menyembunyikan diri. Mengapa? Karena hati mereka dikuasai oleh ketamakan akan harta dan kekuasaan.  Untuk sesaat, sepertinya mereka mendapatkan apa yg mereka mimpikan.  Akan tetapi, akhir hidup mereka lebih buruk dari mimpi mereka yang terburuk.

Abimelekh lah yang juga membantai seluruh penduduk Sikhem dan membakar yang tersisa hidup-hidup di liang persembunyian mereka (ay 49).  Abimelekh sendiri, dalam gelegak ketamakannya untuk merebut kota Tebes, kepalanya pecah karena dilempar batu kilangan oleh seorang perempuan.  Untuk menutupi rasa malunya, dia meminta bujangnya sendiri untuk menikam dia sampai mati (ay 54).

Ya, dari sekian banyak pelajaran lain, inilah pelajaran yang terpenting mengenai persahabatan.  Setiap kali seseorang berbuat baik Baca selanjutnya »

April 11, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Sahabat Yang Tulus

Artikel oleh:

Dibalik Penderitaan

“Jawab Gideon kepada mereka: “Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu.” (Hakim-Hakim 8 : 23)

 

Gideon telah memberikan yang terbaik bagi bangsa Israel.  Mereka terbebas dari bangsa Midian yang telah menindas mereka selama 7 tahun (lih 6:1).  Mereka bahkan menikmati keamanan selama 40 tahun (8:28).

Akan tetapi, begitu Gideon mati, kita langsung membaca ada dua ironi besar terjadi (ay 33-35).

  • Mereka langsung melupakan Tuhan, dan
  • Mereka segera melupakan kebaikan Gideon.

Dari sekian banyak pelajaran, inilah satu pelajaran tersulit mengenai persahabatan.

  • Setiap kali kita berbuat baik kepada seorang sahabat, kita harus segera melupakannya, sehingga hati kita semakin dilimpahi ketulusan dan kemurahan.

Itulah pelajaran yang disampaikan Victor Hugo dalam Les Miserables.

Jean Valjean, suatu kali, mencuri sepotong roti karena tidak tahan melihat keponakan-keponakannya menangis kelaparan.  Dia, tragisnya, harus menjalani 19 tahun pemenjaraan.  Ketika dia bebas, Jean sulit sekali mendapat pekerjaan karena dia mantan napi.  Menjelang malam, seorang hamba Tuhan, menawarkannya untuk bermalam sambil memberikan jatah makan malamnya sendiri. Baca selanjutnya »

April 10, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Sahabat Yang Selalu Membangun

Artikel oleh:

Sahabat Yang Selalu Membangun

“Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-Hakim 6 : 12)

 

Gideon sendiri yang memberi tahu kita bahwa dia adalah “anak yang paling muda” dan berasal dari “kaum yang paling kecil” dari suku Manasye.  Akan tetapi, sejarah suci Israel telah mencatatkan Gideon sebagai salah satu pahlawan rohani Israel.  Bagaimana itu bisa terjadi?  Karena Allah telah menjumpai Gideon!  Bukan hanya itu!  Karena Allah selalu menjumpai Gideon sebagai seorang sahabat yang sejati, yaitu sahabat yang selalu membangun.

Simaklah berbagai pernyataan Allah kepada Gideon, yang dikategorikan pada zaman sekarang ini sebagai seorang yang “minder” atau “rendah diri.”

  • TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani (ay 12).
  • Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau! (ay 14).
  • Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah org Midian itu sampai habis(ay 16).

Sedemikian besar komitmen Allah untuk membangun iman Gideon, sehingga Dia bersedia untuk meladeni permintaan tanda yang aneh- Baca selanjutnya »

April 9, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Sahabat Yang Turut Bersuka

Artikel oleh:

Sahabat Turut Bersuka

Karena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN! (Hakim-Haskim 5 : 2)

 

Charles A. Parkhurst menyatakan, “Simpati adalah dua hati menyatu untuk menanggung beban yang sama.”  “Simpati yang sejati” lanjutnya, “umumnya lahir di tengah kesedihan.”  “Dari semua makhluk, manusia memiliki kapasitas yang terbesar untuk berduka,” kata Henry Giles.  “Itulah sebabnya,” lanjutnya, “Manusia juga memiliki kapasitas simpati yang tertinggi.”  Segenap umat manusia haus dan lapar akan ungkapan simpati.  Seringkali, kita tidak dapat berbuat apa-apa terhadap seseorang yang sedih, kecuali mengungkapkan simpati yang terdalam.  Akan tetapi, betapa menolong ungkapan tersebut.

Ya, itulah simpati yang sejati sebagaimana difahami dunia ini pada umumnya, yaitu ketika seseorang menyatakan turut berduka atas kemalangan sahabat atau kerabatnya.  Akan tetapi, seorang sahabat sejati bukan hanya dapat turut berduka tetapi juga dapat turut bersuka.  Tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkan sahabat yang turut berduka ketika kita kemalangan.  Yang jauh lebih sulit adalah untuk mendapatkan sahabat yang turut bersuka ketika mendapatkan sukses dan kemenangan.  Mengapa?  Karena sahabat yang biasa- Baca selanjutnya »

April 8, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Sahabat Pemberian Allah

Artikel oleh:

bieldboardmembers-256-135

“Jawab Barak kepada Debora: “Jika engkau turut maju akupun maju,

tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju.” (Hakim-Hakim 4 : 8)

 

Rosalie Carter menuliskan sebuah puisi indah yang memancarkan keyakinan bahwa “Hanya Allah yang dapat memberikan seorang sahabat  sejati.”

Saya pernah berpikir

bahwa Allah tidak akan pernah mengirimkan

satu hadiah yang sedemikian berharga

seperti seorang sahabat  yang sejati.

 

Sahabat yang selalu berusaha untuk mengerti,

Sahabat yang selalu berusaha untuk menolong,

Sahabat yang loyalitasnya lulus uji,

baik ketika langit cerah atau pun mendung.

 

Sahabat yang melihat kelemahan-kelemahan kita

namun kasihnya tinggal tetap.

Sahabat yang giat untuk memperjuangkan

agar nama kita semakin baik dan terhormat

di mata orang lain

 

Hadiah lain dapat diberikan oleh dunia ini,

tetapi hanya Allah yang sanggup menghadiahkan

seorang sababat yang sejati.

 

Di dalam Hakim-hakim 4 ini ada dua profil persahabatan, yaitu Debora-Barak dan Sisera-Yael.  Di permukaan, seolah-olah hubungan Sisera-Yael jauh lebih dekat.  Buktinya Sisera berlari ke kemah Yael untuk mendapatkan perlindungan dan langsung tertidur.  Akan tetapi, Yael lah yang ternyata membinasakan Sisera dengan menancapkan  sebuah patok kemah pada pelipisnya sampai menembus ke tanah.  Sebaliknya, berbagai pengujian membuktikan bahwa Allah telah menghadiahkan Debora sebagai sahabat sejati bagi Barak dan demikian juga sebaliknya.

 

Seorang sahabat sejati adalah salah satu hadiah Allah yang terbaik bagi manusia.  Jadi, jangan pernah menyia-nyiakan seorang sahabat

April 7, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar

Sahabat Yang Berkualitas

Artikel oleh:

Sahabat Yang Berkualitas

“Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu”. (Hakim-Hakim 7 : 9)

 

Ketika Gideon sudah siap untuk memimpin pertempuran melawan orang Midian, banyak sekali rakyat yang mengikutinya, yaitu 30.000 orang.  Akan tetapi, Allah ternyata tidak terlalu terkesan dengan jumlah banyak.  Dia justru berusaha mengantisipasi supaya Gideon dan orang Israel tidak memegahkan diri sendiri karena jumlah mereka yang ba-nyak.

Oleh karena itu, Allah mengadakan dua tahap seleksi.  Dalam seleksi pertama, Allah memerintahkan mereka yang takut dan gentar untuk pulang.  Ternyata ada 20.000 orang yang pulang.  Yang tertinggal hanya 10.000 orang atau 33,3 % dari jumlah semula.  Dalam seleksi kedua, Allah memisahkan mereka yang minum air dengan lidahnya.  Yang tetap tinggal, yaitu mereka yang minum air dengan tangannya sambil berlutut, sehingga tetap dalam posisi siaga, ternyata hanya 300 orang atau 1% saja.  Gideon sekarang hanya memiliki sedikit orang, tetapi berkualitas karena lulus dari ujian keberanian dan kewaspadaan.  Bersama dengan Allah dan  pasukan berkualitas ini lah Gideon memenangkan pertempuran demi pertempuran atas pasukan Midian yang jumlahnya lebih besar. Baca selanjutnya »

April 6, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  belum ada komentar