COURAGEOUS HERO

Artikel oleh:

COURAGEOUS HERO

(Pahlawan yang Berani)

1 Raj 13:1-10

david & jonathan

Adam & Zakharia adalah nama samaran dari anak-anak  seorang nabi senior.

Mereka lahir dan bertumbuh besar pada saat Kerajaan Israel masih utuh dan jaya di bawah pemerintahan Salomo. Di luar pengharapan, setelah Salomo meninggal, Kerajaan terpecah dua:  Kerajaan Yehuda dipimpin oleh Rahabeam, anak Salomo, dan Kerajaan Israel dipimpin oleh Yerobeam.  Hubungan persaudaraan di antara Kerajaan Yehuda dan Kerajaan Israel semakin jauh karena Rahabeam dan Yerobeam terus menerus berperang.  Hubungan umat Israel dengan Allah pun semakin jauh karena Yerobeam membangun  ibadah baru yang berpusat pada pemujaan kepada anak lembu emas yang dibangun di Dan dan di Betel.

 

Adam dan Zakharia berdoa:

 

TUHAN,  BANGKITKANLAH PAHLAWAN-PAHLAWAN  IMAN
BAGI  GENERASI INI

 

Pahlawan-pahlawan  iman yang sungguh memiliki keberanian yang kudus

 (Courageous Hero)

 

Karena mereka tinggal di Betel, maka Adam & Zakharia langsung menyaksikan ketika patung anak lembu emas dibangun oleh Yerobeam untuk mempersembahkan korban.

Mereka sedih tapi tak berani bicara.  Mereka lebih sedih lagi karena para nabi senior, termasuk ayah mereka pun, berdiam diri saja.  Tiba-tiba Adam menepuk bahu Zakharia karena ada seorang abdi Allah yang usia sebaya dengan mereka, sekitar 40 tahunan, bangkit sebagai seorang pahlawan iman dengan keberanian yang kudus.

BERANI  BERKATA “YA” UNTUK MENYAMPAIKAN  FIRMAN  TUHAN
(1 Raj 13:1-3)

 

  • Pahlawan iman berani menyampaikan pesan Tuhan di tempat yang penuh tantangan.

 

Zakharia berbisik kepada Adam, “Luar biasa!  Abdi Allah ini berasal dari Yehuda tapi berani melayani di Betel, pusat penyembahan berhala yang baru dari Kerajaan Israel.”

 

  • Pahlwan iman berani menyampaikan teguran Tuhan   kepada orang besar (1 Raj 13:4-6)

 

Di depan Yerobeam, Raja Israel, abdi Allah itu berseru: “Hai mezbah, hai mezbah!  Beginilah firman TUHAN:  Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu.”

 

Adam dan Zakharia secara spontan dan kompak bicara satu kepada yang lain:

“Berani banget ni orang!!”

 

Abdi Allah itu bahkan melanjutkan seruannya: “Inilah tanda ajaib, bahwa Tuhan telah berfirman:  Bahwasanya mezbah itu akan pecah, sehingga tercurah abu yang di atasnya”  Adam dan Zakharia berjongkok ngeri ketika Yerobeam sambil mengulurkan tangan berteriak: “Tangkaplah dia!”  Akan tetapi, kengerian mereka berubah menjadi ketakjuban ketika melihat tangan Yerobeam menjadi kejang dan hanya pulih kembali setelah didoakan oleh sang abdi Allah.

 

Adam & Zakharia kompakan mengupdate status di FB mereka:

“Seorang pahlawan iman harus berani menyampaikan Firman Tuhan di mana pun dan kepada siapa pun juga karena Allah kita lebih besar dari semua penguasa dunia ini”

 

Diam-diam mereka mendekati abdi Allah, dan mendengar sendiri ketika Yerobeam memberikan tawaran yg menggiurkan: “Marilah bersama-sama dengan aku ke rumah, segarkan badanmu, sesudah itu aku hendak memberikan suatu hadiah kepadamu”.

Adam manggut-manggut ketika mendengar jawaban sang Abdi Allah dan berguman dalam hatinya: “Orang ini sungguh seorang pahlawan iman!”

 

BERANI BERKATA “TIDAK “
UNTUK MENOLAK GODAAN

  • Pahlawan iman memang harus berani menolak  berbagai kenikmatan dunia  (1 Raj 13:7-8)

 

Dengan tegas dia menolak undangan raja Yerobeam: “Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini.  Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas Firman Tuhan: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yg telah kautempuh itu”.

 

  • Pahlawan iman memang harus berani menjalani proses yang lebih sulit   (1 Raj 13:9-10)

 

Ketika abdi Allah meninggalkan Yerobeam dan segala tawaran yg menggiurkan itu, lalu berbalik menuju jalan yang lain, Zakharia manggut-manggut sambil bergumam dalam hatinya: “Saya belum bisa bertepuk tangan, tapi para malaikat pasti sedang bertepuk tangan menyaksikan keberanian abdi Allah ini menolak segala godaan.”

 

Adam dan Zakharia pun pulang dan menceritakan dengan antusias apa yang telah mereka lihat kepada ayah mereka mereka yang adalah seorang nabi senior.  Mereka lebih girang lagi ketika ayah mereka ternyata minta ditunjukkan jalan dan dipersiapkan keledai utk menyusul sang abdi Allah.

 

Kegirangan mereka berubah menjadi kebingungan ketika melihat ayah mereka, sang nabi senior, membujuk abdi Allah: “Marilah bersama-sama dengan aku ke rumah untuk makan roti.”   Syukurlah, dengan sopan sang abdi Allah menolaknya.

 

Akan tetapi ketika ayah mereka mulai membumbui ajakannya dengan dusta, Adam dan Zakharia menyadari seorang pahlawan iman harus memiliki keberanian penting:

BERANI MENGUJI “SEGALA SESUATU” UNTUK MEMASTIKAN PIMPINAN TUHAN

 

  • Pahlawan iman harus berani menguji segala sesuatu walaupun disampaikan oleh rohaniwan senior  (1 Raj 13:11-19)

 

Jangan sampai seperti Abdi  Allah yang  lengah karena ayah Adam dan Zakharia  berkata, “Aku pun seorang nabi juga seperti engkau”.   Kelengahan semakin menganga karena melihat bahwa nabi yang mengajaknya jauh lebih senior.

 

  • Pahlawan iman harus berani menguji segala sesuatu walaupun disampaikan dengan gaya bahasa sangat rohani (1 Raj 13:20-25)

 

Jangan lengah seperti abdi Allah yang kena sugesti ketika nabi tua itu melanjutkan bujukannya, “Atas perintah Tuhan seorang malaikat telah berkata kepadaku:  Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air”.

Tepuk tangan para malaikat berubah menjadi keluh kesedihan ketika abdi Allah itu pada hari yang sama: kembali ke Betel, makan minum di rumah sang nabi tua, dihardik karena memberontak kpd titah Tuhan, dan pulangnya diterkam seekor singa di atas keledai tunggangannya.

 

Zakharia pun bertanya-tanya kepada Adam.

  • Zakharia: “Memangnya kalau sudah tua dan senior boleh bohong”.
  • Adam: “Tentu saja tidak boleh karena perintah Allah jelas: Jangan berdusta!”
  • Zakharia: “Mengapa ayah yg berbohong, tapi abdi Allah itu yang diterkam singa?”
  • Adam: “Tuhan urus satu-satu. Abdi Allah diganjar Tuhan karena tidak menguji ajakan ayah sehingga jatuh ke dalam pemberontakan thd titah Tuhan.”
  • Zakharia: “Waduh!  Apakah ayah juga akan diterkam singa karena berbohong?
  • Adam:  “Ehh . . , khan sudah dibilangin tadi.  Tuhan urus satu-satu dan secara unik.  Tuhan tidak suruh singa, makanya ayah selamat ketika mengambil jenazah abdi Allah yang diapit singa dan keledai.”
  • Zakharia: “Betul … ayah tidak akan diterkam singa?”
  • Adam:  “Itulah harapan kita karena sepertinya ayah sudah bertobat, sehingga meratapi sang abdi Allah, dan bahkan minta dikubur bersama dia kelak.”
  • Zakharia: “Yerobeam tidak juga bertobat dan generasi semakin terpuruk.  Bagaimana dengan generasi ini?”
  • Adam: “Baiklah kita bangkit bagi generasi ini sebagai “courageous hero”:
  1. Berani berkata “ya” untuk menyampaikan Firman Tuhan.
  2. Berani berkata “tidak” untuk menolak godaan.
  3. Berani menguji segala sesuatu untuk memastikan pimpinan Tuhan.

 

Amin.

 

 

 

August 19, 2014   Kategori : Artikel, Artikel Gembala Sidang, Bahan Khotbah  belum ada komentar

Setia Terhadap Firman

Artikel oleh:

Setia Terhada FA

“Musa memanggil seluruh orang Israel berkumpul dan berkata kepada mereka: “Dengarlah, hai orang Israel, ketetapan dan peraturan, yang pada hari ini kuperdengarkan kepadamu, supaya kamu mempelajarinya dan melakukannya dengan setia”  (Ulangan 5 : 1)

 

Sepuluh hukum Allah yang diberikan Allah kepada Musa dan kemudian diteruskan kepada bangsa Israel bukanlah satu hukum yang mengerikan tetapi justru hukum yang melindungi mereka.  Kita harus tahu bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang dipanggil dan dipilih Allah untuk menjadi umat-Nya. Oleh sebab itu, Allah mau cara hidup atau gaya hidup mereka berbeda sama sekali, tidak boleh sama dengan bangsa-bangsa yang ada di sekelilingnya saat mereka hidup di tanah Kanaan. Sebab gaya hidup bangsa-bangsa yang ada di sekeliling bangsa Israel adalah bertentangan dengan sepuluh perintah Allah dan

mendatangkan kutuk.

1. Bila Allah berkata, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung…” sebab bangsa-bangsa lain memiliki banyak allah atau ilah dan patung-patung yang menjadi sesembahan mereka dan yang dianggap bisa menolong mereka.

2. Bila Allah berkata, “Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan”, sebab bangsa lain melakukan hal yang dilarang Tuhan. Baca selanjutnya »

August 22, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Kunci Kemenangan

Artikel oleh:

Kunci Kemenangan

“Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?” (Ulangan 4 :7)

 

Perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perja jian melalui proses yang sangat panjang, melalui pengembaraan di padang gurun hampir selama 40 tahun.  Pahit, getir, suka dan duka perjalanan telah dirasakan dan dialami oleh generasi pertama yang mengalami secara langsung bagaimana mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Dan sebagian besar dari mereka  (generasi tua)  telah meninggal di padang gurun.  Adapun generasi berikutnya  adalah generasi baru yang tidak mengalami peristiwa-peristiwa itu secara langsung.  Adalah perlu bagi mereka mengerti dan memahami betapa hebat dan dahsyatnya Tuhan yang menyertai bangsa Israel.  Karena itulah Tuhan kembali mengutus Musa untuk mengadakan misi pengajaran bagi generasi baru dengan mengulang kembali ajaran-ajaran dan hukum-hukumNya bagi generasi baru.

Apa sebabnya Musa perlu menulis ulang pada kitab Ulangan ini?  Karena generasi pertama yang keluar dari Mesir hampir habis meninggal di padang gurun dan kini generasi kedua yang akan masuk ke Tanah Perjanjian, sehingga banyak dari mereka tidak tahu asal usul peraturan dan hukum Tuhan yang diberikan untuk dilakukan.  Contoh ayat nas di atas:  Musa menegaskan bahwa tidak ada allah lain seperti Allah bangsa Israel yang begitu dekat dan mengasihi mereka.  Musa juga mengingatkan bahwa antara bangsa Israel dan Tuhan ada ikatan perjanjian (ayat 20).  Musa mendorong mereka untuk memperbarui komitmen mereka dalam memenuhi kewajibannya kepada Tuhan (ayat 23).

Kunci kemenangan bangsa Israel adalah ketaatan, di mana pada saat itulah Tuhan akan menyatakan kuasa dan mujizat-Nya ke tengah-tengah mereka.  Ini penting, terutama bagi Yosua yang hendak menerima tongkat estafet kepemimpinan dari Musa, yang pasti akan mengalami tekanan yang luar biasa karena pengalaman yang dimilikinya tidak sebanding dengan Musa.

 

Kunci kemenangan kita yakni ketika hidup kita selalu berjalan dalam ketaatan terhadap firman Tuhan!

 

August 21, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Allah Yang Perkasa

Artikel oleh:

Allah Perkasa

“Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab Allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau?” (Ulangan 3:24)

 

Ada pertanyaan lelucon seperti ini: Mengapa Superman berpakaian ketat? Supaya terlihat kekar! Tokoh ini menjadi simbol bagi kekuatan seorang manusia super. Ini memang hanyalah tokoh khayal saja, tetapi siapa yang tidak ingin memiliki jagoan seperti dia?  Ada Tokoh yang jauh lebih hebat dari dia. Dia adalah Allah yang menjadikan alam semesta ini. Dia tidak pernah terlambat menolong Anda tetapi juga tidak terlalu cepat, meskipun untuk itu Anda terkadang harus menjerit dan menangis. Tetapi Allah bekerja dengan sempurna. Dia tidak gegabah dalam bertindak. Apa yang dilakukannya semata-mata untuk menunjukkan kasih-Nya kepada Anda.

Bangsa Israel dituntun Allah melewati garangnya padang gurun sampai mereka tiba di tujuan. Tidak terhitung lagi berapa banyak pertolongan yang Allah berikan kepada orang Israel. Musuh-musuhnya dihancurkan, keperluannya dicukupkan, dan mukjizat dinyatakan kepadanya.  Kalau Saudara menganggap bahwa hidup ini terlalu kejam, kadang memang, ya.  Kita merasa diperlakukan tidak adil. Bumi yang seharusnya menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi koloni manusia, ternyata tidak lagi. Di mana-mana orang dicekam dengan ketakutan.  Bahkan orang Kristen Baca selanjutnya »

August 20, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Dalam Kehendak Allah

Artikel oleh:

Taatilah Tuhan Sepenuhnya

“Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara”  (Ulangan 2:3).

 

Kalau kita diajak tur keliling Eropa pastilah menyenangkan. Asal ada uang, tur ke mana saja di belahan bumi ini mungkin saja terjadi. Tetapi bangsa Israel tur keliling padang gurun yang sebenarnya membosankan dan melelahkan, namun anehnya mereka senang melakukannya. Padahal Tuhan tidak pernah memerintahkan mereka untuk berkeliling di padang gurun saja. Tujuan sebenarnya adalah Kanaan! Dengan kata lain perjalanan mereka berkeliling padang gurun bukanlah kehendak Allah.  Kadang kita berlaku seperti orang Israel—berkeliling dipadang gurun tanpa tujuan yang pasti. Kita semua mempunyai tujuan. Allah menetapkan kita untuk tinggal di bumi ini untuk melakukan firman Allah. Dan kita sengaja berkeliling di dunia ini tanpa memperhatikan apakah Anda berada dalam pusat kehendak Allah ataukah bukan.

Tahun ini kita harus keluar dari padang gurun. Tuhan memerintahkan kita untuk pergi ke Kanaan—tempat kehendak Allah berada. Sudah berapa lama waktu yang kita habiskan untuk kesenangan kita  sendiri.  Kita terbuai dengan kesenangan duniawi yang sebenarnya hanya mencelakakan saja. Dan kita menjadi seperti seorang pengelana yang menyukai padang gurun.  Paulus berkata, “Tidak tahukah kamu, bahwa Baca selanjutnya »

August 19, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Tetaplah Percaya Pada Pemeliharaan Tuhan!

Artikel oleh:

Baik Asal Jangan bertengkar

“Dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa Tuhan, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.” (Ulangan 1 : 31)

 

Selama 40 tahun bangsa Israel harus melintasi padang gurun; dan hal itu bukanlah waktu yang singkat.  Sebuah perjalanan yang tidak mudah, karena di padang gurun hampir tidak akan kita jumpai tanaman, kecuali di tempat-tempat tertentu.  Belum lagi perbedaan suhu yang ekstrim antara siang dan malam, serta banyaknya binatang buas yang berkeliaran di padang gurun.  Mengapa bangsa Israel begitu lama berada di padang gurun?  Itu akibat dari ketidakpercayaan bangsa Israel sendiri sehingga Tuhan membiarkan mereka berputar-putar mengelilingi padang gurun tersebut selama 40 tahun hingga generasi pertama dari bangsa itu tidak ada lagi, hanya Kaleb dan Yosua saja dari generasi pertama bangsa itu yang memasuki Tanah Perjanjian.

Dalam perjalanan hidup ini terkadang kita juga harus mengalami seolah-olah sedang berada di padang gurun. Namun, di tengah badai kehidupan yang seberat apa pun janganlah sampai kita melupakan segala kebaikan Tuhan.  Pengalaman hidup bangsa Israel ini menjadi bukti nyata betapa sempurna penyertaan Tuhan terhadap mereka.  Namun meskipun berada di padang gurun selama bertahun-tahun bangsa Israel Baca selanjutnya »

August 18, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

M A A F

Artikel oleh:

Maaf
By: Henoch Wirawan
Belum terlalu lama kita melewati hari Lebaran. Ribuan kata maaf yang diucapkan kepada sesama. Saat-saat itu juga adalah saatnya untuk sedikit bersantai dari kesibukan sehari-hari. Ada yang mudik ke kampung halaman. Ada yang bermacet-macet ria untuk pergi ke tempat wisata favorit. Ada juga yang seperti saya yang sibuk keliling Mall demi Mall dari hari Senin sampai hari Sabtu. Sampai akhirnya timbangan saya yang berkata “Maaf, jangan naik berdua. Harap naik sendiri-sendiri“, karena bobot tubuh yang meningkat tinggi. Tidak heran dinamakan Lebaran, sebab bentuk tubuh sebagian besar orang akan menjadi semakin lebar… tapi masih mending sih ketimbang dinamakan buncitan. :D
Kata maaf biasanya akan membawa dampak memberikan kesejukan dalam hubungan antar manusia walaupun ada beberapa kesempatan kata maaf justru menyakitkan hati. Contoh, ketika seorang kasir berkata: “Maaf pak, kartu kredit anda ditolak (decline)” atau saat dokter berkata: “Maaf, kami angkat tangan. Penyakit bapak tidak bisa disembuhkan lagi“. Tapi yang lebih sakit bila yang berkata maaf adalah benda mati yang dijalankan oleh suatu sistem, seperti mesin ATM: “Maaf, saldo anda tidak mencukupi” atau  telpon: “Maaf, harap selesaikan pembayaran anda
Ada juga benda mati yang meminta maaf bukan secara sistem sebab ada orang yang menjalankannya seperti televisi. Kalau kita berlangganan televisi kabel, kadang-kadang kita menerima permintaan maaf ini: “Maaf, siaran terganggu karena adanya gangguan signal atau pergerakan matahari, dsb“. Dulu di jaman televisi swasta belum ada, TVRI adalah televisi yang sangat sopan dan sering meminta maaf: “Maaf, kerusakan bukan pada televisi anda“. Tapi sekarang televisi menjadi kurang begitu sopan. Sekalipun sudah menyiarkan berita palsu, seperti menyiarkan hasil survey Gallup palsu hasil editan orang yang kurang teliti, TV Oon seakan pantang meminta maaf.
Kata maaf ini gampang diucapkan tapi kadang-kadang juga pantang diucapkan karena gengsi atau malu, karena keras kepala atau karena kita kurang sensitif dengan keadaan. Tapi kadang-kadang bisa juga kata maaf mengalir begitu saja karena sudah terbiasa berbuat salah. Kadang-kadang bahkan walau sudah terlalu sering meminta maaf, pihak yang dimintakan maafnya bisa merasa ragu, apakah permohonan maaf ini tulus atau hanya sekedar lewat di bibir saja. Mari kita bahas satu persatu.
A. Karena Gengsi atau Malu. Baca selanjutnya »

August 13, 2014   Kategori : A cup of coffee, Umum  belum ada komentar

GANGGUAN SINYAL PADA DOA

Artikel oleh:

Ganguan Sinyal

Mazmur 28:1-9

oleh: Inawaty Suwardi

 

Saya yakin, setiap orang di ruangan ini memakai ponsel.  Setiap orang di sini juga pasti pernah mengalami gangguan sinyal pada waktu berkomunikasi memakai ponsel. Saya sudah menggunakan jaringan Indosat sejak lama. Sinyal Indosat di wilayah perumahan saya sangat buruk. Apabila saya mau memakai ponsel atau menerima ponsel dirumah, saya harus berlari ke lantai atas menuju balkon. Tetapi ada juga satu spot di tengah tangga dimana penerimaan sinyal ponselnya cukup bagus, sehingga saya kadang-kadang duduk di tengah-tengah tangga pada waktu memakai ponsel.

Ilustrasi ini saya gunakan untuk memberi judul renungan pagi ini, yaitu: “GANGGUAN SINYAL PADA DOA.”

Dalam ilustrasi ponsel tadi, saya menjelaskan bahwa saya harus mencari posisi/lokasi yang tepat untuk mencari sinyal yang bagus.

Pada waktu berdoa, orang-orang juga mencari posisi/lokasi yang paling baik menurut pendapat mereka sendiri.

 

Di dalam Alkitab kita membaca berbagai posisi dipilih orang ketika berdoa: Baca selanjutnya »

August 11, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Psalm (Renungan Alkitabiah dari Kitab Mazmur)  belum ada komentar

Jangan Takut!

Artikel oleh:

Jangan Takut

“Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. (Markus 16 : 6)

 

Peristiwa Paskah harus diberitakan kepada semua orang agar semua orang hidup dalam pengharapan kepada Yesus. Hanya mereka yang hidup bersama Yesus yang akan kuat menghadapi berbagai tantangan dan persoalan kehidupan. Hidup dengan kemampuan diri sendiri hanya akan berakhir dengan kegagalan dan kesia-siaan. Paskah adalah bukti nyata bahwa kuasa dan kekuatan Allah tidak sia-sia. ” Dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia ” (I Korintus 15 : 58).

Setiap orang Kristen yang telah merayakan Paskah harus meneruskan kabar gembira itu kepada orang lain. Ini bukan tugas yang teramat berat, bukan juga suatu beban. Berita sukacita tentang Yesus harus diberitakan oleh kita semua kepada siapa saja, kepada teman-teman kita yang ada disekitar kita, termasuk keluarga-keluarga kita. Seseorang yang telah mendengar berita Paskah, bahwa Kristus adalah Allah yang hidup, yang bangkit dari antara orang mati, namun ia tidak meneruskan berita sukacita itu maka sebenarnya ia sedang menghalangi kabar tentang Yesus, ia menjadi seperti ”batu besar” yang menutup jalan bagi orang yang hendak menjumpai Yesus. Kita tidak boleh menutupi dan menyimpan rapat-rapat berita tentang kebangkitan Yesus, tetapi harus diwartakan Baca selanjutnya »

August 9, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar

Dalam HadiratNya

Artikel oleh:

Dalam hadirat Allah

“Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.”  (Markus 15 : 38)

 

Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa hadirat Allah itu bersemayam di dalam bait yang dibuat oleh manusia. Namun, ketika Tuhan Yesus mati di atas kayu salib, tabir Bait Suci yang memisahkan hadirat Allah di dalam Ruang yang Kudus dan yang Mahakudus terbelah dari atas sampai ke bawah.

Sekarang Hadirat Allah tidak saja untuk kita, tetapi Dia juga di dalam kita.  Hal ini menjadi fakta yang harus kita percayai, karena firmanNya mengatakan, “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”  (1 Yohanes 4:4).  Syukur kepada Tuhan!  Kini kita tidak perlu takut terhadap apa pun yang ada di dunia, karena ‘lebih besar Roh (Allah) yang ada di dalam kita, dari pada dia (roh) yang ada di dalam dunia.’

Jadi, sangat jelas bahwa Allah kita di dalam nama Tuhan Yesus lebih besar dari semua ujian dan persoalan yang sedang kita alami dan hadapi di dunia ini.  Dia lebih besar daripada segala krisis apa pun:  sakit-penyakit, keuangan, atau penderitaan.  Dia Mahabesar dan yang Terbesar!  Roh Kudus yang lebih besar dari pada segala roh yang ada di dunia akan selalu menolong kita!  Alkitab berkata, “tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumahNya; dan rumahNya ialah kita, jika kita sampai kepada Baca selanjutnya »

August 8, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Mark (Renungan Alkitab dari Kitab Markus)  belum ada komentar