Dukung dan Doakanlah

Artikel oleh:

Allah Yang Penuh PerhatianTelah berpulang ke rumah Bapa di Surga pada tanggal 15 Oktober 2014, Ibu Pendeta Elsye Polly, Gembala Sidang GSJA Alhambra, California Selatan. Tolong doakan agar keluarga dan jemaat yang ditinggalkan akan diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan.

October 16, 2014   Kategori : Umum  belum ada komentar

APTA GENERAL ASSEMBLY IX

Artikel oleh:

 APTA (ASIA PACIFIC THEOLOGICAL ASSOCIATION) GENERAL ASSEMBLY IX

Best Western Premiere, Denpasar, Sunset Road, Kute

22¬†‚Äst26¬†September¬†2014

20140924_133419

Pada tanggal 22-26 September 2014,  APTA, sebuah institusi  yang  memayungi  sekolah-sekolah bercorak Pentakosta di kawasan Asia Pasifik  menyelenggarakan General Assembly (Semacam Konggres) IX di Best Western Premiere hotel, Sunset Road, Kute, Denpasar, Bali.

Pertemuan ini dihadiri kurang lebih 80 peserta dari berbagai Negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Australia, Selandia Baru, dan perwakilan dari Asia Pacific Educational Office (APEO) yang berkantor di Amerika Serikat.  Dari Indonesia, hadir 13 orang yang mewakili sekolah-sekolah berikut:  STT Sumatera,  Medan,  STT Ekklesia, Jakarta, APT, Jakarta, STT Intheos, Surakarta,  STT Berea,  Salatiga, STT SATI, Malang,  STT Parakletos, Tomohon, STAT, Palopo,  Stema, Ambon, I-4 Kupang,  STT Dian Eka Sabda, STT Bhakti Caraka, Batam.  Ini adalah jumlah kontingen terbesar dari Indonesia semenjak diselenggarakannya General Assembly APTA yang pertama kali di Port Dickson, Malaysia.

20140924_101914

 

Tema dari pertemuan ini adalah: Spiritualitas Pentakosta dalam Pendidikan Teologi, dengan nara sumber utama: Dr. Joseph Castleberry,

Presiden dari North West University, Kirkland, Seattle, USA.

20140924_154510

Di samping penyampaian materi dari Dr. Castleberry, diselenggarakan juga beberapa workshop,dengan tema-tema berikut:  penulisan karya tulis  ilmiah untuk publikasi dan bagaimana melakukan penelitian Empiris.

20140924_151533

Dalam Pertemun tersebut, Ketua umum GSJA, Pdt. I. Kaihatu, menyampaikan dorongan dan tantangan pada para pendidik teologi di

kawasan Asia Pasifik pada hari ketiga, sementara Pdt. Gatut Budiyono menyampaikan renungan Firman Allah pada hari kedua, dan

menjadi nara sumber dalam diskusi panel mengenai proses akreditasi APTA.  Direktur DPPI, Gani Wiyono, terpilih menjadi

Vice-Chairman (Wakil Ketua) Komisi Akreditasi APTA dan anggota Board APTA (2014-2017).

20140924_194003

Secara umum, para peserta dari Indonesia memberikan tanggapan yang positif terhadap acara ini.  Selain mendapatkan materi yang berharga dari sesi-sesi pleno yang dibawakan oleh Dr. Castleberry dan workshop, mereka juga dapat mulai membangun jejaring internasional dengan sekolah-sekolah  yang  berasal dari Negara lain di kawasan Asia Pasifik.

 

October 1, 2014   Kategori : Berita Organisasi, Berita Terkini  belum ada komentar

Yesus Jalan Kehidupan

Artikel oleh:

Yesus Jalan Kehidupan

‚ÄúKata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”¬† (Yohanes 20 : 29)

Setelah melewati berbagai penderitaan jiwa dan raga, Yesus mengakhiri penderitaan-Nya dengan kematian dan Ia berkata ‚ÄúSudah selesai‚ÄĚ.¬† Apa maksudnya?¬† Yesus telah menyelesaikan pekerjaan tugas penyelamatan-Nya bagi dunia. Kalimat yang pendek tetapi punya makna yang sangat dalam. Segala sesuatu yang dituntut oleh hukum Allah telah dikerjakan; segala sesuatu yang dinubuatkan telah digenapi; segala sesuatu yang telah diberikan oleh Bapa untuk dilakukan-Nya telah dikerjakan; segala sesuatu yang perlu bagi keselamatan kita telah diselesaikan-Nya. Penebusan yang berharga telah diberikan; Yesus menang atas kuasa dosa, iblis dan maut.

Wesley Brill dalam bukunya menuliskan beberapa bukti dari kebangkitan Yesus Kristus, yaitu:

Kuburan terbuka; bukan oleh prajurit dan bukan oleh orang-orang lain, sebab kubur itu dijaga ketat oleh prajurit. Lagi pula, kubur itu dimeteraikan dengan meterai pemerintah Romawi dan tidak ada orang yang berani membukanya. Siapakah yang menggulingkan batu yang amat berat dari kubur itu. Tentu saja hal itu terjadi oleh campur tangan kuasa Ilahi.

Letak kain kapan dan kain peluh. Seandainya tubuh Yesus dicuri, tentu dibawa dengan kain kapannya. Kain kapan tidak di buka dan Baca selanjutnya »

October 23, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Melakukan Kehendak Allah

Artikel oleh:

Melakukan Kehendak Allah

‚ÄúSesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya‚ÄĚ. (Yohanes 19 : 30)

Mengapa dalam Alkitab sering dikatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus atau yang telah terjadi pada diri-Nya adalah untuk menggenapi apa yang tertulis dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (17:12; 19:24, 28,36)? Penggenapan Kitab Suci ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus bukanlah tokoh yang tiba-tiba muncul tanpa diduga, melainkan bahwa Dialah penggenapan Tokoh Mesias yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.

Tuhan Yesus telah menggenapi kehendak Allah bukan hanya melalui kematian-Nya, tetapi juga melalui seluruh kehidupan-Nya (Ibrani 10:7, 9). Hal ini terlihat dari banyaknya kesesuaian antara kehidupan Tuhan Yesus dengan apa yang telah lebih dulu dituliskan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Perhatikan bahwa saat menjelaskan kepada dua orang murid Tuhan Yesus yang sedang menuju ke Baca selanjutnya »

October 22, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Anugerah Keselamatan

Artikel oleh:

Anugerah

‚ÄúYesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya‚ÄĚ. (Yohanes 19 : 11)

 

Alkitab mencatat bahwa beberapa kali Pilatus memeriksa Yesus tetapi ia tidak menemukan kesalahan apapun terhadap diri Yesus. Itulah sebabnya ia berusaha dengan caranya sendiri untuk membebaskan Yesus dari tuntutan orang-orang Yahudi.¬† Salah satu cara yang dilakukannya adalah menawarkan pembebasan untuk Yesus pada hari Paskah. Kebiasaan pada masa itu bahwa pada hari Paskah Pilatus akan membebaskan satu orang tahanan. Tetapi orang-orang Yahudi yang dipenuhi dengan kebencian kepada Yesus lebih memilih Barabas yang adalah seorang penyamun dari pada membebaskan Yesus yang tak berdosa. Dengan histeris mereka meneriakkan kalimat: ‚ÄúSalibkan Dia!‚ÄĚ. Pada akhirnya Pilatus tidak bisa berbuat apa-apa dan menyerahkan Yesus ke tangan orang-orang Yahudi dan mereka menyalibkan Yesus.¬† Dengan tanpa dosa dan tak berperikemanusiaan, mereka menggiring Yesus ke tempat penyaliban.

Tidak ada kematian yang lebih mengerikan daripada kematian penyaliban. Bahkan orang-orang Romawi sendiri memandangnya dengan gemetar dan takut. Hukuman kematian itu berasal dari pelaksanaan hukuman mati di Persia.¬† Orang Persia menganggap bahwa Baca selanjutnya »

October 21, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Bertahan Dalam Iman

Artikel oleh:

Bertahan Dalam Iman

‚ÄúDemikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.” (Yohanes 18 : 9)

 

Ada dua orang murid Yesus yang menonjol dalam peristiwa penangkapan Yesus, yaitu Yudas dan Petrus. Mari kita lihat karakter keduanya yang terkadang mewakili sikap dan perangai orang percaya sekarang ini.

Yudas Iskhariot‚ÄĒDialah murid yang menjual Yesus dengan uang 30 keping perak. Yudas sebagai pemimpin rombongan datang dengan para pasukan prajurit dan para penjaga Bait Allah yang sangat banyak dengan tujuan untuk menangkap Yesus.¬† Yudas jatuh di tangan si jahat karena hatinya yang tidak dijaga dengan baik. Ia membuka hatinya kepada ketamakan, kebencian dan ketidaktaatan sehingga ia menjadi alat iblis. Walaupun sebelumnya Yudas adalah salah satu murid Yesus bahkan ia dipercaya sebagai bendahara, tetapi kebersamaan itu tidaklah menjamin ia menjadi murid yang menghormati dan mengasihi sang Guru Agung. Pada akhir hidupnya, ia gantung diri (Mat 27 : 5).

Petrus‚ÄĒWalaupun nantinya ia akan menyangkal Yesus, tetapi pada saat penangkapan Yesus, ia bersedia untuk melawan sendirian ratusan musuh itu untuk membela Yesus. Kita mungkin dapat berbicara tentang sikap pengecut dan kegagalan Petrus, tetapi terlepas Baca selanjutnya »

October 20, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Doa Yesus

Artikel oleh:

Doa Yesus

‚ÄúInilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus‚ÄĚ. (Yohanes 17 : 3)

 

Doa Yesus ini merupakan doa yang paling indah dan menarik yang diucapkan oleh Yesus selama pelayanan-Nya di bumi. Juga merupakan doa terpanjang yang mencerminkan doa keimaman-Nya yang mulia, yang tidak dapat diucapkan oleh siapapun juga kecuali oleh Yesus sendiri. Melalui doa ini kita dapat mengerti pikiran dan perasaan Yesus yang dicurahkan kepada Bapa-Nya. Ini adalah doa terakhir yang diucapkan-Nya sebelum Ia disalibkan.  Ada tiga hal yang menjadi isi dari doa Tuhan Yesus:

Yesus berdoa kepada Allah untuk diri-Nya (ay 1‚ÄĒ5).¬† Melalui doa ini Yesus menaikkan doa penyerahan kepada Bapa-Nya karena ‚Äútelah tiba saat-Nya‚ÄĚ diri-Nya menggenapi rencana Allah bagi penebusan dosa dunia.¬† Yesus pun mungkin saja¬† ingin menunjukkan kepada murid-murid-Nya mengenai hubungan-Nya yang intim dengan Bapa-Nya dan Yesus juga menghendaki mereka memiliki persekutuan yang erat dengan Allah, Bapa.¬† Dalam doa Yesus untuk diri-Nya, Ia menyatakan tiga hal yang menjadi keinginan hati-Nya, yaitu: Pertama, memberikan hidup kekal kepada manusia; Kedua, supaya semua orang mengenal Allah dan Anak-Nya; Ketiga, supaya Baca selanjutnya »

October 19, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Jangan Menyerah!

Artikel oleh:

Jangan Menyerah

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.¬† Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16 : 33)

 

Tuhan Yesus sudah lebih dahulu menyatakan bahwa selama kita hidup di dunia ini kita akan diperhadapkan pada masalah dan kesukaran.  Namun sebagai orang percaya kita tidak perlu takut dan cemas, karena tiap-tiap kita yang ada di dalam Kristus mempunyai jaminan kemenangan.

Tuhan Yesus telah mengalahkan segala jenis masalah yang ada melalui karya penebusanNya di atas Golgota.¬† Dosa, kutuk, sakit-penyakit, perbudakan dan sebagainya telah dikalahkanNya.¬† Jadi kita yang ada di dalam Kristus tidak berada di pihak yang kalah, melainkan sebagai orang-orang yang menang.¬† “…dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”¬† (Roma 8:37).¬† Ketika kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan dari kehidupan kita, kita sedang dilahirkan dalam kemenangan karena Yesus telah mengalahkan dunia ini.¬† Oleh karena itu kita harus senantiasa menyerukan kemenangan itu setiap hari di manapun kita berada dan kemana pun kita melangkah.

Serukan kemenangan itu melalui pujian kita.¬† Sudahkah hari-hari Saudara dipenuhi dengan puji-pujian bagi Tuhan?¬† Ataukah hari-hari Baca selanjutnya »

October 13, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Cara Kerja Roh Kudus

Artikel oleh:

Cara Kerja Roh Kudus

‚ÄúTetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam kebenaran. . . ‚ÄĚ. (Yohanes 16 : 13 )

 

Yesus mengatakan bahwa kedatangan Roh Kudus adalah untuk menginsafkan dunia (ay 7).¬† Kata ‚Äúmenginsafkan‚ÄĚ berarti:¬† menyingkapkan, membuktikan ketidakbenaran, dan meyakinkan.¬† Pelayanan Roh Kudus untuk menginsafkan ini bekerja dalam tiga aspek, yaitu:

1)¬†¬† Dosa. Roh Kudus akan menyatakan dosa dan ketidakpercayaan supaya membangkitkan kesadaran akan kesalahan dan perlunya pe-ngampunan dosa. Keinsafan ini juga menerangkan akibat yang mengerikan jikalau orang berdosa terus berbuat dosa. Setelah di-insafkan, ia harus memilih. Hal¬† ini yang sering kali menghasilkan pertobatan yang sungguh-sungguh untuk berbalik kepada Yesus sebagai Tuhan dan Baca selanjutnya »

October 12, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Tinggal Dalam Kristus

Artikel oleh:

Tinggal Dalam Kristus

‚ÄúBarangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa‚ÄĚ. (Yohanes 15 : 5b)

 

Yesus Kristus adalah Pokok Anggur yang benar dan Allah Bapa adalah Pengusahanya yang memotong ranting-ranting yang tidak berbuah dan membersihkan ranting-ranting yang berbuah. Kehidupan ranting berasal dari kehidupan pokok; begitu juga kehidupan orang percaya harus mengalir dari Pokok Anggur itu, yaitu Yesus Kristus. Bagaimana caranya supaya orang percaya sebagai ‚Äúranting-ranting‚ÄĚ akan tetap menghasilkan buah? Yaitu dengan tetap ‚Äútinggal di dalam Yesus‚ÄĚ.¬† Memang sudah seharusnya orang percaya itu ada di dalam Kristus dan Kristus diam di dalam orang percaya.¬† Caranya?

Mari kita mengambil analogi secara manusiawi. Umpamanya seseorang itu lemah. Ia telah jatuh dalam godaan dosa; ia telah berbuat hal-hal yang kotor; ia sedang dalam proses kemerosotan moral. Sekarang seandainya ia mempunyai seorang kawan yang punya kepribadian kuat, memiliki kasih dan kepedulian dan mau menyelamatkan dia dari situasi kemerosotan itu. Maka, hanya ada satu jalan di mana ia dapat mempertahankan pembaharuannya dan berjalan tetap pada jalan yang benar, yaitu orang yang lemah itu harus memelihara kontak dengan Baca selanjutnya »

October 11, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Dialah Yesus!

Artikel oleh:

Dialah Yesus

‚ÄúAkulah jalan dan kebenaran dan hidup.¬† Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku‚ÄĚ. (Yohanes 14 : 6)

 

Tuhan Yesus meneguhkan keyakinan mereka, bahwa sesungguhnya Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup itu. Jadi, tidak perlu murid-murid-Nya berkecil hati ataupun merasa putus asa menghadapi perpisahan itu.

Yesus adalah ‚Äújalan‚ÄĚ.¬† Apa maksudnya? Seandainya kita berada dalam kota yang asing dan kemudian kita menanyakan jurusan dan orang lain yang kita tanyai itu menjawab: ‚ÄúAmbillah jalan yang pertama ke kanan, dan jalan kedua ke kiri. Lintasilah taman, kemudian lewati sebuah gedung gereja, ambil jalan ke tiga ke kanan dan yang Anda cari ialah yang ke empat di sebelah kiri‚ÄĚ. Kemungkinan besar kita akan tersesat.¬† Tetapi seandainya orang yang ditanyai itu berkata: ‚ÄúMarilah, saya akan menunjukkan jalan itu‚ÄĚ. Orang itu sendiri akan menjadi penunjuk jalan, maka kita tidak mungkin tersesat.¬† Itulah yang Yesus lakukan bagi kita, bahkan lebih lagi, Dia bukan saja penunjuk jalan tetapi Dia adalah ‚ÄúJalan‚ÄĚ itu.¬† Dia tidak hanya memberi nasehat dan petunjuk tetapi Dia juga yang akan memimpin kita tiap-tiap hari.

Yesus adalah Kebenaran. Banyak orang telah menceritakan kebenaran, tetapi tidak ada orang yang pernah mengatakan seperti Yesus.¬† Jika seseorang ingin mengajarkan kebenaran moral, maka watak orang itu akan sangat mempengaruhi.¬† Seorang yang suka berzinah tapi Baca selanjutnya »

October 10, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar