Tetaplah Taat!

Tetaplah Taat

Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia. (Kisah Para Rasul 7 : 60)

 

Kisah Stefanus ini juga memberikan gambaran tentang konsekuensi terhadap kesaksian yang benar. Stefanus yang memberi kesaksian yang benar tentang Yesus Kristus, menghadapi konsekuensi yang sangat berat. Stefanus, tidak hanya menghadapi kemarahan dari anggota Mahkamah Agama, tapi lebih dari itu, ia mengalami tindakan penganiayaan dari anggota mereka. Karena kemarahan yang besar itulah, para anggota Mahkamah Agama menyeret Stefanus keluar kota dan melemparinya dengan batu sampai mati.  Kematian Stefanus ini telah mengingatkan kita bahwa kuasa maut telah dikalahkan dan dipatahkan oleh Tuhan Yesus. Kematian daging bukan lagi sesuatu yang harus ditakutkan oleh orang-orang yang beriman pada Tuhan, sekalipun setiap saat kita berhadapan dengan bahaya maut dan kita dipandang seperti domba-domba sembelihan (Roma 8:36).

Bagaimana Stefanus menghadapi kematiannya? Alkitab memberikan gambaran ini: ketika menghadapi penganiayaan, Stefanus melakukan 2 hal penting. Pertama, ia berdoa kepada Yesus Kristus, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku” (ay. 59); kedua, ia memberikan kata-kata pengampunan, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” (ay. 60).  Stefanus melakukan suatu hal yang luar biasa! Ia telah memperlihatkan kesabaran dan ketekunannya dalam menghadapi penganiayaan dari para anggota Mahkamah Agama. Ia tidak marah atau melawan, sebaliknya Stefanus berdoa dan meminta pengampunan kepada Tuhan. Kalimat terakhir dari bagian ini mencatat, “Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.”

Kisah hidup Stefanus memberi pelajaran bagi kita bahwa, apabila kesaksian kita ditolak, kita tidak perlu marah, membenci atau mendendam. Sebaliknya, kita perlu mendoakan orang-orang tersebut dan tetap taat terhadap FirmanNya. Ketaatan memang harus diperjuangkan setiap hari dalam kehidupan setiap anak Tuhan, sebab keinginan untuk menjadi taat selalu diperhadapkan dengan godaan untuk tidak taat.

 

Tetaplah taat dan jangan pernah mundur meskipun ada harga yang harus dibayar

Artikel oleh: July 22, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda