Stay Courageous

Stay Courages

“Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman Tuhan: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu.” (1 Raja-Raja 13)

 

Seorang abdi Allah dari Yehuda datang menemui raja Yerobeam untuk menyampaikan pesan Tuhan.  Singkatnya, Ia berhasil membuat sang Raja tertegur, bahkan mengadakan banyak mukjizat. Tetapi ada satu hal yang Tuhan perintahkan kepada abdi Allah ini, yaitu untuk jangan minum roti atau minum air, dan jangan kembali melalui jalan yang telah ia tempuh.  Raja membujuk abdi Allah ini sedemikian rupa (Ay 7). Namun kembali abdi Allah ini menolak dengan tegas (Ay 8).  Betapa luar biasanya ketaatan abdi Allah ini. Ia tidak  goyah sedikit pun.  Namun di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang nabi Tuhan yang sudah tua. Dengan segala bujuk rayunya, nabi tua ini berusaha memprovokasi abdi Allah (Ay 18).

Lalu apa yang terjadi?  Abdi Allah ini percaya. Ia lebih mempercayai perkataan nabi tua ini dibanding perintah Allah. Abdi Allah itu mulai kompromi dan menjadi tidak taat. Akhir hidupnya mengenaskan. Ayat 24 menyebutkan, “Orang itu pergi, tetapi di tengah jalan ia diserang seekor singa dan mati diterkam. Mayatnya tercampak di jalan dan keledai itu berdiri di sampingnya; singa itupun berdiri di samping mayat itu.”  Sungguh mengenaskan bukan? Akhir hidup seorang hamba Tuhan yang seharusnya pulang dengan sorak-sorai karena berhasil mengerjakan misi Tuhan. Ingatlah, dia baru saja menegur raja, baru saja membuat mukjizat, baru saja menolak separuh kerajaan. Tetapi pada akhirnya, dia luluh hanya karena seorang nabi tua yang membohonginya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sering terjebak dengan “nabi-nabi tua” yang berusaha memperdaya kita?  Nabi-nabi tua bisa saja orang-orang yang lebih senior, lebih tua, bahkan katanya lebih berpengalaman dari kita. “Hanya sedikit saja kok, hanya sebentar saja, percayalah ini tidak akan merusak hidupmu.”, “Orang lain tidak akan tau kok.”, “Setelah ini bisa bertobat kan? Jadi ya lakukan saja.” Apa Anda sering mendengar suara-suara ini? Suara-suara “nabi tua” yang penuh dengan kata-kata manis yang menjebak. Dosa-dosa yang kita pikir bisa “dikompromikan” tapi bagi Allah setiap ketidaktaatan adalah dosa, apapun alasannya..

Betapa sering kita berkompromikan dosa karena pengaruh kebohongan dari mereka yang kita anggap lebih senior. Sudah cukup kita tertipu dengan bujuk rayu yang membawa kepada perbuatan dosa.  Marilah kita bertumbuh dan menang atas setiap godaan dosa.

 

Buatlah Tuhan terseyum atas sikap hidup kita yang memuliakan Dia.

 

Artikel oleh: December 1, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from 1 Kings  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda