Yesus Adalah Allah

Kuasa

“Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak”. (Yohanes 5 : 19)

Orang Yahudi tidak percaya kepada Tuhan Yesus karena alasan bahwa orang-orang Yahudi menggunakan Kitab Suci yang mereka baca dan hafal hanya untuk mendukung konsep berpikir mereka dan berusaha supaya Kitab Suci sejalan dengan cara berpikir mereka yang manusiawi, sehingga mereka tidak mengenal dan tidak dapat percaya kepada Allah dengan benar. Banyak orang Kristen pun memakai Firman Tuhan hanya untuk membenarkan konsep mereka dan bahkan untuk menutupi kesalahan mereka sendiri, pada akhirnya mereka sulit untuk percaya pada Kristus secara utuh dan benar.

Dalam ayat-ayat pasal ini, khususnya ayat 19, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia sehakekat dan sederajat dengan Bapa dan tidak dapat dipisahkan oleh apapun.  Pertama, Yesus adalah sehakekat dengan Allah berdasarkan pekerjaan yang dilakukan-Nya (ayat 19). Ada orang yang menafsirkan bagian ini dengan salah bahwa posisi Anak lebih rendah dari pada Bapa dan bahwa Anak tidak dapat melakukan apa-apa bila Bapa tidak menunjukkannya. Tetapi yang ingin ditunjukkan di bagian ini yaitu bahwa hal-hal yang dilakukan oleh Bapa juga dilakukan oleh Anak bukan dengan peniruan melainkan karena kesamaan hakekat antara Bapa dan Anak sehingga seperti pada saat penciptaan pun bukan hanya Bapa yang bekerja tetapi ketiga Pribadi Allah, Bapa, Anak dan Roh Kudus turut mencipta. Demikian juga pada saat penebusan.

Kedua, Yesus membangkitkan orang mati dan akan menghakimi (ayat 21-22). Kebangkitan yang diberikan Yesus adalah kebangkitan secara rohani yaitu kelahiran baru dan secara jasmani yaitu di mana pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya maka semua orang percaya akan mengalami transformasi tubuh kemuliaan.  Pada saat itu juga Tuhan Yesus akan menghakimi dunia dan tugas penghakiman dunia ini mustahil dilakukan oleh seorang manusia karena dibutuhkan kemahatahuan Allah dan kemahaadilan Allah. Ini membuktikan bahwa Yesus adalah sama dengan Allah.

Tetaplah berpegang teguh pada Kristus dan yakini dengan benar bahwa Dia mempunyai posisi yang sederajat dengan Bapa!

 

Artikel oleh: April 15, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda