All About Jesus

All About Jesus

“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk”. (Yohanes 5 : 14)

 

Di Yerusalem terdapat sebuah kolam yang terkenal pada masa itu, yaitu kolam Betesda. Pada saat-saat tertentu kolam Betesda itu bergoncang dan goncangan-goncangan yang terjadi pada kolam itu dipercaya bahwa malaikat yang menggoncangkannya. Dengan demikian siapa pun orang yang sakit yang pertama-tama masuk ke kolam pada saat kolam itu bergoncang maka orang itu dipercaya bisa mengalami kesembuhan, apapun penyakit yang dideritanya. Tidak heran begitu banyak orang sakit datang ke kolam itu dan menunggu terjadinya goncangan.

Orang zaman dulu percaya kepada roh-roh tertentu, baik roh jahat maupun roh yang baik. Bagi masyarakat zaman sekarang hal itu hanyalah takhayul, tetapi orang-orang zaman dulu mempercayainya sebagai suatu kebenaran.  Kepercayaan itulah yang diyakini oleh orang-orang sakit yang sedang antri di pinggir kolam Betesda menunggu goncangan kolam itu.  Tetapi masalahnya bukanlah tentang kolam itu, tetapi fokus kepada seseorang perlu dikasihani dan membutuhkan pertolongan.  Dia adalah seorang yang sudah sangat menderita. Selama tiga puluh delapan tahun dia mengalami penderitaan sakit dan ia sama sekali tidak mempunyai penolong.  Keberadaannya di dekat kolam yang dipercaya bisa menyembuhkan itu pun adalah sia-sia karena dengan kondisinya yang sangat lemah, maka tidak mungkin ia adalah orang pertama yang bisa masuk ke kolam itu.

Untuk dialah Yesus mendekati kolam itu.  Yesus mulai dengan tindakan-Nya dengan bertanya kepada orang itu apakah ia mau disembuhkan.  Sudah lama sekali orang itu mengharapkan kesembuhan dan untuk itulah dia ada diantara orang-orang yang sakit lainnya di dekat kolam itu. Mungkin sekali ia sudah tidak ada pengharapan untuk sembuh dan sudah sangat putus asa. Tetapi mengapa Yesus bertanya kepadanya? Yesus tentunya menginginkan respon dari dalam diri orang itu. Ketika orang sakit itu memberikan jawaban yang intinya bahwa ia masih mengharapkan terjadi kesembuhan, maka Yesus memberikan tantangan iman kepadanya untuk bangkit berdiri dan mengangkat tilamnya. Ini adalah perintah yang mustahil dilakukan, tetapi disini semangat hidup dan kemauannya diuji dalam kelemahan.  Mujizat itu dapat terjadi bila kumauan kita (yang didasari oleh  iman) dan kuasa Allah itu bekerjasama.

Di dunia ini terlalu banyak hal yang bisa menjatuhkan kita, tetapi kalau kita mempunyai keinginan serta ketetapan hati yang teguh dengan penuh iman kepada Allah, maka meskipun nampaknya tanpa harapan, tetapi bersama dengan Yesus kita bisa menaklukkan banyak hal yang selama ini membelenggu kita.

 

Jika didalam hati Anda hanya ingin tetap seperti keadaan Anda sekarang, maka perubahan itu tidak akan terjadi.

 

Artikel oleh: April 14, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Joel (Renungan Alkitab dari Kitab Yoel)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda