Teruslah Menjadi Saksi!

Teruslah Menjadi Saksi

“Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin”. (Roma 11 : 1)

 

Israel memang adalah umat pilihan Allah. Akan tetapi, mereka telah menyia-nyiakan Injil sehingga tidak dapat menikmati hak sebagai bangsa pilihan. Ironis! Bangsa yang seharusnya menerima berkat besar, kini tidak mendapatkan apa pun. Sebaliknya, bangsa lain yang sebenarnya tidak mendapatkan bagian dari berkat itu, sekarang justru sedang menikmatinya.  Meski demikian, Paulus menyatakan bahwa akhir kisah dari bangsa pilihan ini, tidaklah demikian. Tidak semua bangsa Israel menolak anugerah Allah (1-2). Paulus memberikan contoh dirinya sendiri dan tujuh ribu orang pada zaman Elia dalam Perjanjian Lama (3-4). Paulus juga mengatakan bahwa penolakan Israel terhadap Allah tidak bersifat tetap. Demikian juga Allah sendiri tidak untuk selamanya menolak bangsa pilihan-Nya itu.

Rasul Paulus ingin menunjukan kepada jemaat Yahudi Kristen bahwa keistimewaan  sebagai bangsa pilihan tidak membedakan keselamatan mereka dari keselamatan yang dimiliki oleh bangsa lain yang percaya kepada Yesus Kristus. Kasih karunia yang dinyatakan Allah melalui Yesus Kristus terbuka kepada seluruh Israel, bahkan kepada bangsa lain, yang membedakan adalah respon atau tanggapan terhadap kasih karunia tersebut. Tanggapan yang seharusnya lahir dari kesadaran bahwa kita tidak berdaya menyelamatkan diri, selain hanya karena kasih karunia Allah.  Kasih karunia Allah tidak bergantung dengan sikap manusia. Tetapi kasih karunia Allah tergantung dengan Allah sendiri.  Jadi, meskipun kita sudah mengetahui bahwa kita dipilih untuk menerima kasih karunia dan kita telah memperoleh kasih karunia Allah tersebut, bukan berarti bahwa kita dapat hidup dengan seenaknya saja dan tanpa kontribusi yang baik kepada Tuhan. Justru tanggung jawab kita besar dan harus dikerjakan oleh karena kasih karunia yang telah kita peroleh di dalam Kristus Yesus.

Dengan menyadari bahwa di tengah kegelapan dunia akan selalu ada sebagian kecil orang yang percaya, maka sepatutnya kita tidak boleh berputus asa, melainkan harus terus bergiat dan setia dalam memberitakan Injil.

 

Yakinlah bahwa bagaimanapun jahatnya dunia, pasti akan selalu ada orang yang mengaku dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat!

Artikel oleh: February 25, 2016   Kategori : Bibical Devotion from Rome (Renungan Alkitabiah dari Kitab Roma), Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda