Karya Agung Kristus

Karya Agung

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”. (Roma 5 : 1)

 

Dibenarkan oleh iman adalah anugerah Allah. Kita tidak punya andil apa-apa. Bisa percaya pun merupakan kasih karunia (Ef. 2:8-9). Akibat pembenaran itu, kita memiliki status yang jelas dan pasti: milik Allah. Maka kita memiliki damai sejahtera untuk menghampiri Allah tanpa rasa takut atau bersalah.

Di dalam Alkitab tema pendamaian sudah ada sejak PL. Agar manusia berdosa dapat menghampiri Allah yang Kudus, perlu pengantara. juru damai pada masa PL ialah imam.  Imam mewakili umat Israel untuk menghampiri Allah yang Kudus. Secara khusus Imam Besar setahun sekali mengadakan pendamaian secara nasional melalui upacara Hari Raya Pendamaian (Im. 16). Pada saat itu, imam besar masuk ke Ruang Mahakudus di bait Allah. Namun sebelum ia mewakili umat di hadapan takhta kudus Allah, ia terlebih dahulu mengadakan kurban pendamaian bagi dirinya sendiri karena ia sendiri berdosa.

Kristus melakukan rekonsiliasi dengan berpihak kepada Allah dan manusia sekaligus. Ia mewakili kepentingan Allah yang kemuliaan-Nya dinodai oleh dosa manusia. Pada saat yang sama Ia mewakili manusia berdosa, yang sebenarnya dikasihi Allah dan menjadi sasaran pengampunan Allah. Karena tidak berdosa, Yesus tidak perlu mempersembahkan kurban pendamaian bagi diri-Nya sendiri. Maka Dia adalah Pengantara sempurna dari manusia kepada Allah.  Yesus lebih dari sekadar “juru damai” karena Dia sekaligus menjadi kurban bagi pendamaian yang dimaksud. Kristus, melalui pengurbanan di kayu salib mewakili manusia berdosa dengan persembahan nyawa-Nya sehingga pada akhirnya manusia didamaikan dengan Allah.

Pendamaian merupakan karya anugerah Allah bagi manusia yang tak berdaya terbelenggu oleh dosa. Lewat perantaraan Kristus, Allah mengulurkan kasih dan pengampunan-Nya.

 

Seperti salib merentang ke atas-ke bawah dan kiri-kanan, demikian Yesus mati merangkul-mendamaikan Allah dan manusia, juga manusia dengan manusia

Artikel oleh: February 11, 2016   Kategori : Bibical Devotion from Rome (Renungan Alkitabiah dari Kitab Roma), Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda