Allah Yang Pembalas

Allah Yang Pembalas

“Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan semesta alam” (Nahum 2 : 13a)

 

Ada tiga tokoh yang berperan dalam perikop ini, yakni, Niniwe yang diserang, para penyerang, dan Tuhan.  Niniwe adalah fokus kitab ini (1:1).  Siapakah Niniwe? Mereka adalah penentang Tuhan (1:9), yang mengganggu umat Tuhan (1:13)!  Niniwe masa kini dapat mewakili semua manusia dan gerakan yang menganggap diri berkuasa, sehingga bertindak sesukanya, bahkan menganiaya umat Tuhan!

Dari ayat-ayat ini, kita dapat membaca bahwa Niniwe adalah kota yang megah dan menakutkan, tetapi ternyata mereka hanyalah manusia biasa.  Bahkan ayat 7-10 menguraikan kedahsyatan kondisi kota yang telah kalah. Niniwe ditinggalkan oleh para penduduknya yang selama ini mengandalkannya. Kekayaan yang berlimpah-limpah justru menjadi kesenangan musuh yang menang (Ay. 9). Tanah, hati dan muka mereka sudah hancur.  Sekalipun dalam ayat 11-12 mempertegas bahwa Niniwe adalah bangsa yang ganas, yang memangsa seenaknya dan tanpa takut, namun ayat 13 menegaskan bahwa Tuhanlah yang bertindak melawan mereka. Penindas umat Allah kelihatan kuat, tetapi ketika Tuhan bertindak, mereka tidak dapat bertahan, dan mereka akan kehilangan segala-galanya.

Adalah penting untuk diamati bahwa bukan Israel yang mengalahkan Niniwe. Hal itu penting karena Tuhanlah pemilik hak membalas (Rom 12:19). Tentu, ada kalanya Israel dipakai Tuhan sebagai alat untuk menghukum, tetapi pada saat itu pun Israel bertindak atas perintah Tuhan, bukan atas inisiatif sendiri. Ketika kita berbicara tentang hukuman Allah terhadap musuh, kita harus selalu mengingat bahwa musuh yang sebenarnya dalam PB adalah Iblis. Makanya, kita berdoa untuk musuh manusiawi supaya mereka sadar dan bertobat; karena anugerah Allah dimuliakan ketika ada pertobatan.

Jadi, hukuman Allah atas musuh-musuh umatNya bukan agar kita menjadi senang atas kejatuhan sesama, melainkan supaya kita diberdayakan di hadapan kuasa yang kelihatan mapan dan terlalu kuat untuk kita sambil menaikan doa permohonan supaya musuh-musuh umatNya dapat mengenal dan mengalami sentuhan kasih Allah.

 

Segala dosa dan ketidakbenaran akan menerima balasan yang setimpal dari Tuhan!

Artikel oleh: November 12, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Nahum (Renungan Akitabiah dari Kitab Nahum)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda