Bait Yang Suci

Bait Yang Suci

“Tutup pendamaian itu haruslah kauletakkan di atas tabut hukum di dalam tempat maha kudus”. (Keluaran 26 : 34)

 

Pada masa Perjanjian Lama, di dalam kitab Keluaran dijelaskan bahwa kemah suci itu dibangun sesuai dengan perintah Allah ( Kel 26), sehingga tempat itu sungguh-sungguh dijaga ke kudusannya, bahkan setiap orang yang datang beribadah kedalam kemah tersebut pun tidak boleh main-main (harus tertib), kalau tidak maka Allah akan murka.  Apa kepentingan kita, umat masa kini, untuk membaca detail cara pembuatan Kemah Suci? Sebenarnya, kita bisa belajar prinsip rohani dari detail yang dipaparkan. Misal, kemah yang terdiri dari material yang berbeda-beda, tetapi dipersatukan menjadi sebuah tenda besar. Ini menggambarkan kesatuan tubuh Kristus dalam keragaman anggota-anggotanya (bdk. 1Kor. 12).

Hal yang penting dari pembuatan Kemah Suci dan juga perabotannya ialah bahwa cetak birunya berasal dari Allah sendiri (30, Kel. 25:9, 40). Musa menerima visi dari Allah tentang seperti apa Kemah Suci akan terlihat nantinya. Kemudian Musa mengomunikasikan visi ini kepada perajin yang melakukan pembangunan yang sebenarnya. Tuhan bekerja melalui visi untuk menunjukkan pekerjaan yang ingin Dia lakukan melalui diri kita, anggota-anggota tubuh-Nya. Tuhan tetap menjadi Kepala dan merupakan tujuan bagi semuanya. Hal menarik lainnya adalah pintu yang dibuat dari kayu yang bersalutkan emas dan tembaga yang sudah diproses melalui api pemurnian (36-37). Sebuah gambaran kemurnian dan daya tahan melalui kesengsaraan.  Pintu masuk ke Kemah Suci bisa melambangkan apa yang Yesus telah lakukan bagi kita.

Dalam Perjanjian Baru ,Yesus Kristus menegaskan kepada kita betapa Bait Allah itu suci adanya, hal ini terbukti pada saat Yesus dengan murid-muridnya datang di Yerusalem dan mendapati banyak orang yang berjualan di Bait Allah. Baru saat itulah Alkitab mencatat bahwa Yesus benar-benar marah dan mengusir semua yang berjualan disana dan membalikkan meja-meja dagangan mereka itu (Markus 11:15). Hal ini menunjukkan betapa sucinya Bait Allah itu, yang seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik oleh umatNya.

 

Sekalipun Bait Suci itu hanya berupa bangunan, namun hormatilah ketika kita sedang beribadah didalamnya; terlebih lagi Bait Suci Rohani yakni tubuh kita!

Artikel oleh: October 6, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda