Bejana Yang Dibentuk

Bejana

“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya”. (Yeremia 18 : 4)

 

Di dalam tulisan nabi Yeremia, Allah digambarkan sebagai tukang periuk yang membentuk bangsa Israel dengan ketelatenan. Allah telaten mengerjakan perbuatan tangan-Nya atas bangsa Israel karena Dia sangat mengasihi mereka. Ketelatenan bukan hanya sekedar keluwesan dan kelembutan, tetapi di dalamnya terkandung juga ketegasan dan disiplin. Ketelatenan selalu melibatkan proses, dan apabila kita berbicara mengenai proses, maka diperlukan waktu yang tidak sebentar. Ketelatenan selalu membawa kita pada proses yang panjang dan tidak mudah. Tetapi itulah yang dilakukan oleh Tuhan yang senantiasa membentuk umat-Nya berulang kali.

Sikap telaten itu hanya lahir dari cinta kasih yang murni. Karena kasih Allah yang besar terhadap umat Israel sehingga melahirkan ketelatenan-Nya atas mereka. Sikap telaten Allah menimbulkan dampak ganda bagi kita. Yang pertama adalah perasaan “aman” dan “nyaman” karena kita dengan yakin merasa bahwa toh Tuhan tidak membuang kita manakala kita melakukan dosa, karena selalu ada pengampunan bagi kita. Tetapi ketelatenan itu dapat juga menggelisahkan hati kita. Apabila Allah demikian bersabar dan telaten terhadap kita, bukankah itu berarti bahwa kita senantiasa berada di dalam tangan-Nya untuk senantiasa pula dibentuk berulang kali oleh-Nya? Hal ini menggelisahkan kita karena Allah tidak pernah selesai berurusan dengan kita.

Oleh karena itu, jangan pernah  berkata bahwa kita telah menjadi bentukan terbaik dari Tuhan sehingga kita tidak perlu lagi berurusan dengan-Nya. Ingatlah, bahwa seumur hidup kita adalah masa yang senantiasa menjadi proses pembentukan sang Penjunan terhadap kita.  Ketika kita menyadari bahwa kita senantiasa berada dalam proses pembentukan yang tak berkesudahan, maka kita pun dapat memahami bahwa orang lain pun merupakan bejana-bejana yang juga sedang dibentuk oleh Tuhan. Dunia ini mengalami banyak masalah hanya karena satu orang merasa dirinya lebih baik daripada orang lain, merasa lebih matang dan benar sedangkan orang lain selalu salah. Jauhkan kita dari pemikiran seperti itu!

 

Setiap kita adalah bejana-bejana di tangan sang Penjunan; yang akan terus mengalami pembentukan seumur hidup!

 

Artikel oleh: July 12, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitabiah dari Kitab Yeremia)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda