Memberi Persembahan

Memberi Persembahan

“Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu” (Ulangan 26 : 16)

 

Siapa dari kita yang tidak perlu uang?  Pasti semua memerlukannya, bahkan gereja pun memerlukan untuk biaya operasional dan pelayanan. Lantas dari mana asalnya? Apakah karena usaha kita? Jika ia itu adalah jawaban orang yang tidak beragama. Jika kita katakan dari Tuhan, lantas buat apa kita kasih persembahan untuk Tuhan, itu khan asalnya dari Tuhan. Sudah sejauh mana hebat kita memberi persembahan buat Tuhan dengan gagahnya kita datang ke gereja memberi persembahan, ucapan syukur dan perpuluhan buat Tuhan. Dalam 1 Tawarikh 29: 14 dikatakan “Sebab siapakah aku ini dan bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini, sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu”. Kita tidak akan pernah bisa membayar kasih Tuhan.

Mengapa kita harus memberikan persembahan? Persembahan yang kita berikan adalah bentuk pengakuan kepada Tuhan bahwa Dialah yang memberikan kehidupan kepada kita.  Tanah Kanaan adalah lambang berkat dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan umatNya. Sehingga persembahan yang diberikan itu adalah bentuk pengakuan dan perbuatan Tuhan.  Orang Kristen memberi adalah karena kita sudah terlebih dahulu diberi kasih karunia oleh Allah. Bukan seperti orang yang masih percaya kepada hal-hal mistik memberikan sesajen memuja berhala adalah supaya mereka diberi, itupun jika diberi.  Sehingga sungguh sangat tidak terpuji perbuatan jemaat jika masih ada yang mengatakan bahwa “….Yang di omongin di gereja hanya uang…dan uang terus…”. Mungkin jika kita membandingkan kehidupan kekristenan kita saat ini dengan yang diperbuat jemaat mula-mula mungkin tidak akan bisa disamakan, bahwa mereka membagi apa yang ada pada mereka untuk kemajuan pelayanan gereja.

Selain kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada Allah; kita pun harus belajar memberi persembahan uang.

 

Artikel oleh: September 11, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda