Bersyukurlah Pada-Nya!

Bersyukurlah Pada-Nya

“Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (1 Tawarikh 16:34)

 

Salah satu hal yang dikenal dalam kekristenan adalah kehidupan yang penuh dengan rasa syukur kepada Allah. Alkitab memang menunjukkan hal ini; dalam keseluruhan kitab-kitabnya, kita dapat menemukan banyak sekali perintah untuk bersyukur kepada Allah. Berarti, bersyukur haruslah menjadi suatu gaya hidup orang Kristen.  Mengapa Daud bersyukur kepada Tuhan?  Apa yang menjadi alasannya?

Pertama, bersyukur adalah reaksi atau respon Daud kepada Allah. Manusia tidak pernah diciptakan Allah sebagai robot, tapi sebagai seorang pribadi yang memiliki kehendak dan tanggung jawab untuk bereaksi pada Allah. Dalam tiap detik kehidupan kita akan selalu bereaksi kepada Allah.  Injil Lukas 17 mencatat 10 orang memberikan reaksi kepada Yesus; 9 orang memberikan reaksi tidak bersyukur dan menganggap kesembuhan mereka adalah hak mereka, tapi, seorang lain bereaksi dengan bersyukur kepada Tuhan. Jika kita masih dapat bereaksi sama seperti orang Samaria ini, berarti kehidupan rohani kita sehat, tapi jika kita tidak dapat memberikan reaksi yang tepat atas kebaikan Allah, hal ini menunjukkan bahwa kerohanian kita sakit. Demikian pula dengan Daud, ia bersyukur untuk merespon kebaikan Tuhan yang besar dalam kehidupannya.

Kedua, bersyukur adalah masalah relasi dengan Allah. Daud bisa bereaksi pada Allah karena ia berelasi dengan Allah. Demikian pula kita; tanpa relasi yang baik dengan Allah, semua ucapan syukur kita hanyalah suatu religious instinct (dorongan agama) semata. Agama lainpun juga dapat melakukan hal ini, mereka bersyukur pada dewa atau allahnya, tanpa pengenalan yang baik.  Mari kita berdoa supaya umat Tuhan akan semakin mengerti cara bersyukur pada Allah, sebab ucapan syukur merupakan reaksi dari relasi kita pada Allah atas pimpinan dan dan berkat yang telah Allah berikan dalam hidup anak-anak-Nya.

 

Bersyukur merupakan respons seseorang yang mengenal Allah dengan benar.

 

Artikel oleh: June 3, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Chronicles (Renungan Alkitab dari Kitab Tawarikh)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda