Doa Yabes

Doa Yabes

“…Nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” (1 Tawarikh 4 : 9)

 

Yabes itu suatu nama yang artinya “menderita”.  Nama Yabes diberikan karena ibunya melahirkan dengan kesakitan. Yabes itu ketika akan dilahirkan, ada dalam keadaan sungsang. Yang sakit bukan cuma ibunya, tapi juga anaknya. Ketika melahirkan, ibunya mengalami kesakitan yang luar biasa, dan saat itu bapaknya juga meninggal dunia.  Jadi, kebahagiaan yang dialami ibunya ketika anaknya lahir segera pupus karena dia mendengar kabar bahwa suaminya meninggal dunia. Di sini ada ikatan batin antara ibu dengan anaknya. Oleh karena lahirnya dalam kesakitan, antara hidup dan mati, Yabes lebih dikasihi ibunya ketimbang anak-anaknya yang lain. Namun demikian, karena ayahnya meninggal dunia, tidak ada yang menopang masa depan Yabes.

Orang zaman itu percaya bahwa nama mewakili karakter orangnya dan bahkan bisa menentukan kehidupannya. Yabes berseru kepada Allah, supaya kehidupannya tidak seperti namanya, tetapi supaya ia diberkati oleh Tuhan, dan Tuhan mengabulkan doanya.  Nama Yabes menjadi unik di tengah keadaan Israel yang sedang ‘sakit rohani’.  Firman ini ingin berkata kepada bangsa Israel bahwa, “Orang yang dilahirkan dengan kesakitan, bahkan yang namanya pun ‘si sakit’, ketika ia berseru kepada Tuhan, Tuhan akan menolong”.  Demikian pula dengan kita, sekalipun dalam keadaan ‘sakit’, kalau kita berseru kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, Tuhan pasti akan menolong”.

Bila kita mengalami banyak pergumulan, tidak ada harapan untuk masa depan, keluarga, atau bisnis?  Ingatlah bahwa doa itu dapat mengubah nasib!  Itu sebabnya Yabes berdoa, walaupun masa depannya suram, tidak baik, tapi Yabes betul-betul melakukan apa yang namanya terobosan.  Doa itu ternyata adalah terobosan! Doa dapat mengubah keadaan hidup. Kenapa? Karena Allah mengabulkan doa dan permintaan itu.

Marilah kita belajar berdoa dengan percaya bahwa Tuhan itu setia dan baik kepada umat-Nya yang berseru dan berharap kepada-Nya.

 

Doa itu mengubahkan kehidupan. Jadi, berdoalah sungguh-sungguh!

 

Artikel oleh: May 27, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Chronicles (Renungan Alkitab dari Kitab Tawarikh)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda