Mintalah Petunjuk Tuhan!

Mintalah Petunjuk Tuhan

Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: “Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?” (Hakim-Hakim 1 :1)

 

A.C. Harvey menggarisbawahi bahwa pelajaran terpenting dari pembukaan kitab Hakim-hakim adalah agar “Orang percaya meminta petunjuk Tuhan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan dan langkah strategis.”  Itulah yang dilakukan oleh umat Israel sesaat setelah kematian Yosua.  Ketika Tuhan memberi petunjuk dan suku Yehuda menaatinya, terbukti Yehuda meraih kemenangan dalam peperangan ke mana pun mereka pergi.  Mengapa? Karena Allah mengurapi setiap orang yang berada dalam pimpinan-Nya, sehingga apa pun yang diperbuatnya pasti berhasil.

Ketika Barnabas Shaw, seorang missionary, dilarang untuk berkhotbah di Cape Town, dia berdoa memohon petunjuk Tuhan.  Sungguh di luar dugaannya, Tuhan mengarahkannya bukan untuk meninggalkan Afrika, tetapi justru untuk masuk lebih dalam.  Dia, kemudian, membeli sepasang kerbau, mengajak istri dan mengangkat semua barang bawaan ke gerobak dan melanjutkan perjalanan ke arah yang ditunjukkan Tuhan.

Karena Alah tidak memerintahkannya untuk berhenti, maka mereka terus maju sampai menempuh lebih dari 450 km.  Di sana, mereka merasa digerakkan untuk memasang tenda dan beristirahat.  Pada malam harinya, mereka melihat satu rombongan orang Hottentots juga berkemah dekat mereka.  Sang Pemimpin  menceritakan bahwa rombongantsb akan pergi ke Cape Town untuk mencari seorang missionary yang mau melayani di daerah mereka.  Dengan penuh kekaguman akan hikmat Tuhan, Barnabas Shaw balas menceritakan bahwa mereka adalah missionari yang baru saja dituntun Tuhan meninggalkan Cape Town menuju satu tempat yang belum mereka ketahui.

Rombongan Hottentots langsung pulang sambil mengajak Shaw dan istrinya.  Shaw segera memulai pelayanan mi-sinya yang terbukti berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu gerakan pekabaran Injil yang berpengaruh besar.

 

Malu bertanya kepada orang lain, sesat engkau di jalan. Malu bertanya kepada Tuhan, sesatlah engkau di seluruh masa depan bahkan hidupmu

Artikel oleh: March 31, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Judges (Renungan Alkitab dari Kitab Hakim-Hakim)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda