Kasih-Nya Membaharui

“Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,” (Amos:9 : 11)

KasihNya Membaharui

Tahukah Saudara bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang suka memulihkan? Ia senang untuk memulihkan kehidupan yang hancur, senang untuk memperbaiki dan membalut hati yang hancur, keluarga yang hancur, ekonomi yang hancur, dan senang untuk mengembalikan pengharapan yang hilang dan mimpi-mimpi yang terkubur? Ya, Ia adalah ahlinya. Buluh yang terkulai tidak Ia patahkan, sumbu yang pudar tidak Ia padamkan. Ia senang untuk mengembalikan semangat yang pudar. Ia menutup kembali retakan-retakan dinding kehidupan kita dan mendirikan kembali reruntuhannya, supaya Ia boleh menyatakan kemuliaan-Nya

Ada banyak pemulihan yang sedang Tuhan lakukan hari-hari ini. Salah satunya adalah pemulihan dari perasaan gagal atau perasaan bersalah atas kejadian di masa lalu. Satu hal yang cukup banyak menghambat seseorang untuk menerima kelimpahan atau kepenuhan janji-janji Allah adalah adanya bayang-bayang kegagalan di masa lalu, yang menyebabkan adanya perasaan bersalah atau perasaan gagal di dalam dirinya. Orang ini kerap melihat dirinya sebagai orang yang kurang berhasil; ia merasa dirinya telah gagal karena telah banyak membuat kesalahan atau telah berbuat suatu kesalahan yang fatal dalam mengambil keputusan atau dalam mengikuti tuntunan Tuhan di waktu yang lampau. Perasaan ini kerap kali mengintimidasi dan menghantuinya, sehingga ia merasa dirinya telah gagal dan telah keluar dari rencana Tuhan yang sempurna. Dan perasaan ini akhirnya dapat menimbulkan keragu-raguan dalam dirinya bahwa ia layak menerima kepenuhan janji-janji Allah yang sempurna.

Tapi sekali lagi; Tuhan itu baik. Ia datang dengan firman-Nya dan dengan kasih-Nya yang memberi kelepasan dan kesembuhan. Kasih-Nya yang tanpa syarat melenyapkan ketakutan. Dengan kasih karunia-Nya, Anda yang tadinya merasa sebagai orang yang gagal menjadi orang yang diterima dan dikasihi Tuhan dan memiliki pengharapan yang baru.

 

Kasih karunia-Nya menjadikan identitas Anda

menjadi baru kembali. 

Artikel oleh: October 14, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Amos (Renungan Alkitab dari Kitab Amos)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda