Bertobat Sungguh!

“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran”. (Hosea 6 : 6)

 Bertobat Sungguh

           Apakah ada seseorang yang pernah berbuat kesalahan kepada kita? Jawabannya sudah pasti, ya! Namun, apakah dia telah meminta maaf dan kita telah memaafkan dia? Pernahkah juga kita berpikir bahwa kita juga pasti pernah melakukan kesalahan terhadap orang lain? Dan apakah orang itu juga telah memaafkan kesalahan kita? Dituliskan di dalam surat 1 Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Ingatlah saudara, bahwa Tuhan Allah kita sebagai Seorang Pengasih, Dia selalu mengampuni setiap kesalahan dan dosa yang kita mau akui, apalagi kita sebagai umat ciptaan-Nya.

Pada saat para pemimpin Israel menghadapi kesulitan yang diakibatkan oleh dosa yang telah mereka lakukan, mereka berpikir bahwa kembali memberikan korban persembahan cukup untuk menyelesaikan masalah. Namun, Tuhan Allah menolak pertobatan seperti itu seperti tertulis di dalam kitab Hosea 6:4, “Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.”

Hanya mengucapkan maafkan saja sebenarnya sama saja dengan melakukan ritual-ritual kosong seperti halnya bangsa Israel. Cobalah untuk lebih dengan perbuatan nyata kita bahwa kita memang benar-benar mengakui segala kesalahan dan dosa kita.  Allah menginginkan pertobatan yang menghasilkan perubahan dari sifat, perbuatan, serta hati dan pikiran kita. Itulah dukacita menurut kehendak Allah, seperti yang dikatakan dalam 2 Korintus 7:10 “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”

 

Allah menghendaki pertobatan yang sungguh, bukan sekedar ritual yang hanya kelihatan hebat luarnya saja

tapi tanpa kesungguhan hati!

 

Artikel oleh: September 14, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Hosea (Renungan Alkitab dari Kitab Hosea)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda