Milik Kristus

“Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik” (Roma 7 : 12)

 milik-Yesus

            Sering sekali kita mendengar pernyataan “peraturan atau hukum dibuat untuk dilanggar”. Menurut yang membuat pernyataan ini, setiap aturan yang dibuat baik di gereja, keluarga, sekolah, pemerintah, maupun sosial kemasyarakatan adalah buatan manusia jadi tidak apa-apa untuk dilanggar. Padahal tujuan dari pembuatan peraturan tersebut adalah untuk menertibkan dan menenteramkan kehidupan dalam setiap komunitas. Setiap peraturan yang dibuat tentu saja bertujuan baik dan sesuai dengan norma serta etika yang dikehendaki Tuhan.

Paulus memberi pernyataan bahwa Taurat itu kudus, baik dan benar (12) karena semuanya berasal dari Tuhan (Kel 20). Sebelum adanya Taurat, orang tidak tahu bahwa membunuh, mencuri, berzinah, dll adalah dosa. Setelah adanya Taurat, orang baru mengetahui bahwa itu dosa (7). Kenyataannya Taurat yang bertujuan menuntun hidup orang kepada jalan yang benar, justru dilecehkan sendiri oleh manusia yang menganggap bahwa Taurat itu untuk dilanggar. Sehingga muncul segala keinginan daging dan hawa nafsu yang menyebabkan manusia mati karena dosa (5, 8-11). Manusia tidak dapat melepaskan diri dari dosa ini sampai datangnya kasih karunia Allah dalam Yesus yang membebaskan manusia dari tuntutan Taurat. Orang yang telah terbebas dari dosa sekarang mendapatkan hidup yang baru di dalam Tuhan (6). Paulus memberikan analogi menarik tentang hubungan suami-istri. Selama mereka masih hidup, mereka terikat satu sama lain sesuai dengan hukum. Ketika salah seorang meninggal, misalnya suami, maka istrinya bebas dan boleh mencari suami yang baru ( ay 1-3).

Demikian juga kehidupan kita dihadapan Tuhan. Dosa dalam diri kita telah mati karena anugerah Tuhan. Sekarang kita bebas dan menjadi milik orang yang telah menolong membebaskan kita, yaitu Yesus (4). Tentu saja sekarang kita mengikuti hukum dan aturan dari Dia sendiri. Aturan dari Tuhan sendiri membawa damai sejahtera, jadi tidak ada dalih untuk melanggar. Melanggar berarti kita kembali kepada hidup yang lama dengan “suami/istri” yang lama yaitu dosa.

 

Berbahagialah sebab kita telah menjadi milik Kristus, sehingga hidup kita menjadi lebih berarti.

 

Artikel oleh: August 5, 2013   Kategori : Umum  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda