Bersekutu Dengan Allah

Bacaan Alkitab: Keluaran 20

“Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada”. (Keluaran 20 : 21)

Setiap kali halilintar menggelegar di udara, di tengah hujan deras dan angin yang berembus kencang, anak-anak selalu akan menjerit dan segera lari ke pelukan saya. Ya, suara halilintar yang mengerikan itu, selalu membuat mereka ketakutan.

Kedahsyatan guntur juga pernah membuat umat Israel ketakutan-seperti dalam bacaan hari ini. Keluaran 20 menyaksikan kehadiran Allah dengan sedemikian megah: “guruh mengguntur, kilat sam-bung-menyambung, sangkakala berbunyi, gunung berasap” (ayat 18). Bagaimana umat tidak tergetar dengan tanda-tanda itu? Mereka takut, gemetar, dan berdiri jauh-jauh … bahkan tak berani mende-ngar Allah yang dahsyat itu berbicara (ayat 19). Ya, kedahsyatan alam yang mewakili kehadiran Allah memang menggetarkan.

Namun, betapa menarik apa yang ditulis pada ayat 21: “tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada”. Allah yang dahsyat ternyata juga bisa berada di tengah kekelaman embun, yang dalam bahasa Ibrani bisa berarti “awan pekat”. Di sini kita mendapat kesan yang berkebalikan dari gambaran kedahsyatan. Tiba-tiba muncul suasana temaram, dingin, dan teduh. Demikianlah Allah menjelaskan bahwa selain dahsyat, Dia juga bisa teduh. Kedahsyatan dan keteduhan Allah tak perlu dilawankan. Allah bisa hadir dalam kedua suasana itu.

Firman Tuhan mengajar kita bahwa Dia dapat dijumpai dalam hal-hal yang besar dan hebat, juga dalam keteduhan yang menenteramkan. Dia bisa hadir dalam berbagai persoalan hidup. Dalam segala keadaan kita. Sudahkah Anda bertemu Allah hari ini?

Allah ada dan selalu hadir dalam segala situasi atau keadaan apapun.  Jadi, hampirilah Dia dan bersekutulah dengan-Nya, maka hidup Saudara semakin diberkati-Nya!

Artikel oleh: January 25, 2013   Kategori : Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda