Pekerjaan Tuhan tidak Terbelenggu

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 12

“Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus”. (Kisah Para Rasul 12 : 7)

Pekerjaan Tuhan tidak terbelenggu, walaupun gereja berada dalam penganiayaan. Bahkan saat pemimpinnya ada yang dianiaya, dipenjara, bahkan dibunuh. Mengapa? Karena yang menghidupkan gereja adalah Roh Kudus. Bagaimana menghayati pekerjaan Roh Kudus lewat peristiwa yang tragis, tetapi sekaligus berjaya? Tragis karena ada martir kedua: seorang rasul, yaitu Yakobus. Berjaya karena iman Kristen, tidak jadi mundur atau putus asa.

Pertama, Roh Kudus bekerja dan menyatakan kuasa-Nya melalui doa-doa umat Tuhan yang dipanjatkan tak putus (ayat 5, 12). Nyata sekali, saat Petrus mendapatkan pembebasannya secara spektakuler, doa-doa umat sedang dipanjatkan. Memang, baik Petrus (ayat 11) maupun jemaat yang berdoa (ayat 13-16) tidak dengan segera menyadari karya Roh Kudus itu.

Kedua, Roh Kudus berkarya dengan membuat kacau rencana musuh. Bagi Herodes, tindakan membunuh Petrus akan menambah pesona dirinya yang telah dianggap simpati kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem (ayat 3-4). Maka kegagalan untuk menghadapkan Petrus di tengah orang Yahudi merupakan pukulan buat popularitasnya. Tidak heran kalau Herodes mengamuk dan membunuh anak buahnya (ayat 19).  Orang-orang Yahudi mengharapkan lewat habisnya para pemimpin Kristen, punahlah juga gerakan kekristenan yang bagi mereka merupakan duri di dalam daging. Oleh pekerjaan Roh Kudus tersebut, “segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi” (ayat 11) itu tidak tercapai.

Tuhan dapat memakai penderitaan untuk mencapai maksud-Nya. Umat Tuhan harus yakin, bahwa tidak ada yang dapat membelenggu pekerjaan-Nya. Ia bisa memakai penderitaan untuk menguatkan umat bertekun sehati dalam doa. Ia bisa mengubah penderitaan menjadi kemenangan.

Yang pasti bahwa kekristenan tidak akan semakin pudar, malah semakin bernyala menyaksikan Kristus yang tak terkalahkan!

Artikel oleh: May 23, 2012   Kategori : Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda