Jangan Keraskan Hatimu!

Bacaan Alkitab: Ibrani 4 : 1 – 11

“Pada hari ini, jika kamu mendengarkan suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”
(Ibrani 4:7b)

Elie Wiesel, penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 1986, adalah seorang yang berhasil selamat dari kekejaman tentara Nazi. Dalam bukunya yang terkenal, Night, ia berkisah tentang pengalamannya ketika berada di Kamp Konsentrasi di Auschwitz dan Buchenwald. Diceritakan tentang seorang anak kecil yang digantung oleh tentara Nazi di hadapan para penghuni kamp. Saat tubuh kecil itu bergoyang meregang nyawa, dari kerumunan orang banyak terdengar suara bertanya, “Di mana Tuhan?” Dan Wiesel menjawab lirih, “Di sana, digantung bersama anak itu.”

Di tengah ketidakadilan dan penderitaan hidup, kita kerap menjadi ragu akan kasih dan kebaikan Tuhan. Hari ini kita diingatkan kembali akan solidaritas Allah atas kita di dalam Tuhan Yesus, Sang Firman yang telah menjadi manusia dan diam di antara kita (ayat 14). Itu berarti, bahwa Allah Yang Mahaagung dan Mahabesar itu ternyata juga Allah yang dekat. Allah yang kepada-Nya kita memanggil Bapa. Dia tidak berada di luar sejarah, dan mengendalikannya seperti orang yang memainkan remote control. Dia sungguh-sungguh berada di dalam sejarah; terlibat bersama kita; merasakan apa yang kita rasakan; menanggung apa yang kita tanggung.

Untuk dapat mengalami solidaritas Allah, syaratnya cuma satu: menerima Sang Firman dan percaya kepada-Nya (ayat 12). Yah, sesederhana itu.  Namun, justru itulah yang paling menentukan hidup kita; bukan hanya di dunia ini, tetapi juga dalam kehidupan kekal kelak. Nah, sudahkah Anda membuka hati untuk menerima Dia?

 

Kristus sungguh-sungguh turut merasakan suka dan duka kita dan sanggup untuk menolong kita tepat pada waktuNya.

 

Artikel oleh: September 20, 2011   Kategori : Biblical Devotion from Hebrew (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ibrani)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda