Konser Phil Stacey di IES

Artikel oleh:

Finalis American Idol 2006 akan datang ke Jakarta untuk mengadakan konser di gereja IES Jakarta. Konser dua hari ini akan diadakan pada tanggal 29 dan 30 Maret, 2014, jam 5 sore. Untuk mendapatkan tiket gratis, silahkan mengunduh ke https://www.eventbrite.com/e/phil-stacey-concert-in-jakarta-tickets-10584054191
Untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan email ke event@iesjakarta.org atau kunjungi websitewww.iesjakarta.org

 

 image

 

 

American Idol 2006 finalist Phil Stacey is coming to Jakarta for a weekend long live concert. Come and hear his powerful voice and experience his passion for touching people’s heart through music. Don’t miss this opportunity.

Bring ticket? Bring your e-ticket in your phone and show it to our ushers at the door.

Busway? Hop out at the Tosari station. The station is connected to UOB Plaza through a pedestrian bridge.

Rubber Time? Never. Do come early to get good seats.

Hungry? There are great restaurants in the building.

Parking? There is plenty of basement parking spaces.

Have questions about Phil Stacey Concert in Jakarta? Contact International English Service

March 2, 2014   Kategori : Advertisement  belum ada komentar

Iblis Harus Diusir!

Artikel oleh:

Iblis Harus Diusir!

“Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik” (Lukas 4:13).

 

Pelatih binatang berkata bahwa rahasia menaklukkan binatang buas, seperti: singa, harimau, dan macan tutul adalah menjaga supaya mereka tetap takut kepadanya. Bila binatang-binatang buas ini berhasil mengatasi ketakutannya, mereka akan menyerang pelatihnya. Karena itu pelatih harus selalu menatap binatang-binatang buas ini supaya mereka keder. Yang agak ditakutkan adalah, bila posisi binatang ini berada di belakang pelatihnya dan mereka tiba-tiba mempunyai keberanian untuk menyerangnya.

Saudara, peperangan antara Anak Allah dengan setan di padang gurun menunjukkan bahwa peperangan antara manusia dengan iblis tidak pernah berhenti. Permusuhan ini berlanjut sejak manusia pertama berhasil diperdayai oleh setan. Kali ini iblis tidak berdaya menghadapi Anak Manusia. Iblis tidak berhasil menipu dan membujuk Yesus. Apakah iblis menyerah? Apakah iblis putus asa? Tidak! Alkitab berkata bahwa ia “…. menunggu waktu yang baik”. Begitulah sifat iblis yang tidak kenal menyerah sampai musuhnya berhasil Baca selanjutnya »

March 1, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Kesempatan Dalam Kesempitan

Artikel oleh:

Kesempatan Dalam Kesempitan
“Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu” (Lukas 3:14).

 

Kesempatan dalam kesempitan – sebuah peluang yang tidak disia-siakan banyak orang. Dalam sebuah kebakaran rumah, para “penolong” yang ringan tangan tidak hanya membantu mengangkuti barang-barang tetapi juga memungutinya untuk dimasukkan ke dalam sakunya. Dalam sebuah kecelakaan, para “penolong” tidak hanya mengangkut korban ke rumah sakit tetapi juga melucuti dompet dan jam tangan untuk dirinya sendiri.

Orang-orang yang datang kepada Yohanes mengajukan pertanyaan tentang “kesempatan dalam kesempitan”. Kepada para pemungut cukai Yohanes memberi nasihat agar tidak menggunakan peluang untuk memungut pajak lebih banyak dari yang sudah ditentukan. Kepada para prajurit Yohanes menasihati agar tidak merampas dan memeras. Apa yang Yohanes maksudkan adalah: jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk keuntungan diri sendiri serta merugikan orang lain. Baca selanjutnya »

February 28, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Pembinaan Anak Itu Penting!

Artikel oleh:

Pembinaan Anak Itu Penting!

“Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”(Lukas 2 : 49)

 

Anak memerlukan pembinaan rohani. Tidaklah cukup bila orang tua hanya memenuhi kebutuhan materi dan pembinaan intelektual, namun mengabaikan pembinaan rohani bagi anak mereka!  Bacaan Alkitab hari ini menunjukkan bahwa Yusuf dan Maria pun tidak memahami keperluan rohani Anak mereka. Mereka heran ketika melihat Tuhan Yesus berdiskusi dengan para alim ulama di Bait Suci karena mereka beranggapan bahwa masalah kerohanian itu merupakan masalah orang dewasa. Maria bahkan berkata, “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?” Maria beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus itu tidak sepantasnya!

Dalam Alkitab, ketika orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Tuhan Yesus, para murid Tuhan Yesus melarang, tetapi Tuhan Yesus justru berkata, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Lukas 18:16). Tuhan Yesus menentang pendapat zaman itu yang meremehkan anak-anak.  Pada masa kini, masih banyak orang Kristen yang mengabaikan pentingnya kerohanian anak.  Hal ini antara lain tercermin dari pandangan yang menganggap enteng pelayanan sekolah minggu. Apakah Anda dan gereja Anda telah memandang Baca selanjutnya »

February 27, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Prioritas Utama Adalah Kristus

Artikel oleh:

Prioritas Utama Adalah Kristus

“Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan”.(Lukas 2 : 7)

 

Kalau kita melihat bahwa orang majus saja bersedia menempuh perjalanan yang jauh sekali demi kesempatan bertemu dan menyembah bayi Yesus, pemilik penginapan itu malah melewatkan satu kesempatan besar dalam hidupnya. Raja segala raja dan Tuhan segala tuan telah berada tepat di depan pintu rumahnya, namun demikian dia tidak menerima-Nya. Dia tidak memiliki belas kasih di dalam hatinya untuk memperhatikan mereka yang lemah dan membutuhkan bantuan. Dia terlalu sibuk melayani tamu-tamu demi mendapatkan uang. Dia tenggelam ditengah-tengah hal-hal duniawi sehingga dia melupakan kebutuhan rohaninya.

Ketika kita menjadi begitu sibuk dengan segala permasalahan di dunia ini, kita sering hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan dan tidak peduli lagi dengan sesama kita. Seperti halnya dengan pemilik penginapan tadi, kita pun menjadi mementingkan diri kita sendiri. Apakah Anda menjadi begitu terikat dengan keluarga, pekerjaan dan kesibukan-kesibukan lain sehingga Anda tidak lagi memperhatikan kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda? Waspadalah!  Jangan biarkan diri Anda terhanyut oleh permasalahan kebutuhan rutin sehari- Baca selanjutnya »

February 26, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

TIGA LANGKAH MENUJU SUKSES

Artikel oleh:

SuksesBy: Pdt. Rudy Suwardi

(Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel. Hakim-Hakim 3:31)

 

Bangsa Israel seharusnya sudah dapat menikmati Tanah Perjanjian sepenuhnya.  Akan tetapi,  karena mereka tidak selalu taat kepada Tuhan, bahkan mereka mengikuti budaya penyembahan berhala yang ada di sekitar mereka, maka mereka selalu mengalami kegagalan.

Bangsa Israel memang mempunyai kecenderungan untuk berpaling dari Tuhan. Manakala mereka melakukannya, Tuhan menyerahkan mereka kepada musuh-musuhnya. Mereka lalu berseru dalam pertobatan kepada Tuhan dan Tuhan kemudian akan mengirimkan seseorang yang membebaskan – dalam hal ini seorang hakim. Tetapi setelah mendapat kemerdekaan, mereka hanya akan taat untuk sementara, dan selanjutnya mereka kembali berbuat dosa. Tuhan lalu menyerahkan lagi mereka ke dalam tangan musuh-musuh-nya, sampai mereka kembali berseru meminta pertolongan. Hal ini berulang-ulang terjadi dalam kehidupan bangsa Israel.

Pada masa Samgar hidup, Israel benar-benar sangat membutuhkan pembebasan. Mereka berada di bawah penindasan bangsa Filistin!

Samgar hanya disebut dua kali dalam Kitab Hakim-Hakim.  Pertama dalam teks yang sudah  kita baca (Ps 31:3) dan kedua dalam Ps 5: 6; (6) Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit.

Kisah Samgar tampaknya seperti sebuah kebetulan saja, tetapi sebenarnya kisah itu sangat penting, sehingga tidak boleh dilewatkan Baca selanjutnya »

February 25, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah)  belum ada komentar

Kelahiran Adalah Keajaiban

Artikel oleh:

Kelahiran Adalah Ajaib

“Janganlah takut, hai Zakharia, sebab, sebab doamu telah dikabulkan dan Elizabet, istrimu akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes”. (Lukas 1 : 13)

 

Kelahiran seorang anak itu sangat mengembirakan hati ibu-bapaknya dan seluruh keluarganya. Sang ayah sudah menyiapkan nama anaknya, sang ibu juga telah menyiapkan pakaian bayi serta peralatan bayi di kamarnya.

Bacaan-bacaan hari ini mengisahkan hal yang sama, yaitu berita kelahiran Simson pada keluarga Manoah dan istrinya, serta kelahiran Yohanes Pembaptis pada Zakharia dan Elisabet istrinya. Ciri khas kelahiran dua tokoh besar itu hampir sama: lahir dari seorang ibu yang sebelumnya disebut mandul. Kelahiran mereka memang dikehendaki Allah demi suatu perutusan tertentu.

Nubuat malaikat mengenai anak yang dikandung itu menyatakan perutusan yang akan diterima oleh anak itu, yakni: ambil bagian Baca selanjutnya »

February 24, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Tiada Lagi Air Mata

Artikel oleh:

Tiada Lagi Air Mata

“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21 : 4)

 

Hidup di dunia ini diwarnai air mata yang tak kunjung habis. Air mata senantiasa mengikuti perjalanan hidup manusia sejak ia dilahirkan. Kelahiran bayi pun diawali tangisan dan tetesan air mata, begitu keluar dari rahim ibunya ia sudah mulai menangis. Ini adalah air mata pertamanya saat pertama kali ia melihat dunia. Dan ketika orang meninggalkan dunia ini kembali ditutup dengan linangan air mata dari keluarga, teman dan para sahabat. Sungguh, air mata merupakan bagian kehidupan manusia.  Tetapi, pada saatnya air mata itu akan berhenti mengalir yaitu pada hari yang penuh dengan kemenangan dan kebahagian, air mata tak akan lagi terlihat, di mana tak seorangpun sanggup menghapus air mata kita kecuali tangan Tuhan sendiri. Segala kesusahan tidak akan kita alami Baca selanjutnya »

February 23, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Revelation (Renungan Alkitab dari Kitab Wahyu)  belum ada komentar

Kematian Yang Kedua

Artikel oleh:

Kematian Yg Kedua

“Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus…” (Wahyu 20:6).

 

Menurut Chicago Tribune, pada tanggal 21 Februari 1995, Jeanne Calment dari Arles, Prancis merayakan ulang tahunnya yang ke-120. Dia diyakini sebagai manusia tertua di dunia. Menteri kesehatan Prancis datang pada perayaan ulang tahunnya. Tiga buku telah ditulis mengenainya.   Ilmuwan medis telah melakukan penelitian terhadapnya untuk menemukan rahasia dari hidup panjangnya. Mereka menemukan bahwa selama bertahun-tahun ia makan sekilo cokelat setiap minggu. Kadang-kadang merokok sampai usia 117 tahun. Memasak dengan minyak zaitun. Ia berjalan kaki dan kadang bersepeda di sepanjang jalan di Arles hingga usia 100 tahun.  Ketika usianya 110 tahun ia berkata dengan nada humor, “Aku harus menunggu sampai usia 110 tahun untuk menjadi terkenal. Aku bermaksud menikmatinya selama mungkin.”  Namun pada usia 120 tahun dia harus berada di kursi roda. “Aku melihat dengan buruk,” katanya, “Aku mendengar dengan buruk, aku tidak dapat merasakan apa-apa, tetapi semuanya masih baik-baik.”  Seseorang berkata kepada Calment masa depan apakah yang ia harapkan. Masih dengan nada guyon ia berkata, “Sesuatu yang pendek.”  Baca selanjutnya »

February 22, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Revelation (Renungan Alkitab dari Kitab Wahyu)  belum ada komentar

Kerinduan Kepada Allah

Artikel oleh:

Kerinduan Kepada Allah

“Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: “Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa” (Wahyu 18 :19).

 

Babel adalah sebuah gambaran sistem dunia yang dibangun oleh manusia untuk memuliakan manusia itu sendiri. Karena kepandaian dan keahlian yang dimilikinya manusia menjadi sombong, bahkan hati mereka dibutakan sehingga mereka tidak mengenal Allah. Semua waktu dipakai hanya untuk meneliti dan mengembangkan teknologi, semua waktu dipakai hanya untuk mengembangkan ekonomi.  Prinsip hidupnya adalah “time is money” dalam pengertian waktuku untuk hartaku, waktuku untuk kekayaanku, waktuku untuk popularitasku, waktuku untuk status sosialku, waktuku untuk prestasiku. Segala sesuatu yang dikerjakan di bumi ini hanya berpusat kepada kebutuhan dan keuntungan manusia. Keberadaan Allah dianggap sepi, banyak orang secara formal beragama tetapi mereka tidak mengenal Tuhannya. Kebenaran firman Tuhan dianggap hanya sebagai isapan jempol, kebenaran Allah dipandang sebagai Baca selanjutnya »

February 21, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Revelation (Renungan Alkitab dari Kitab Wahyu)  belum ada komentar