Kasih Yang Terbaik

Artikel oleh:

Kasih Yang Terbaik

‚ÄúBarangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan dimana Aku berada, disitu pun pelayan-Ku akan berada‚ÄĚ. (Yohanes 12 : 26)

 

Sesudah mereka makan, Maria saudara perempuan Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus mengambil minyak narwastu murni dan kemudian mengurapi kaki Yesus serta menyekanya dengan rambutnya.  Ada 2 tokoh dalam cerita ini, yaitu: Maria dan Yudas Iskarioth. Keduanya adalah murid Tuhan, tetapi mempunyai sikap yang berbeda dalam mengekspresikan kasihnya kepada Yesus Kristus.

Maria‚ÄĒIa mempunyai keinsafan yang dalam mengenai Yesus Kristus dan oleh karena itu kasih-Nya kepada-Nya murni. Kasih yang murni dan penuh hormat akan rela mengorbankan apapun bagi orang yang dikasihi. Maria, memberikan minyak yang berharga mahal kepada Yesus. Ia tidak merasa sayang dengan pemberiannya.¬† Maria yang sering mendengar ucapan-ucapan indah dan penuh kemurahan dari mulut Yesus, yaitu ketika Yesus berada dirumahnya dan ia duduk mendengarkan ucapan-ucapan dari Yesus. Yesus melimpahi Maria dan keluarganya dengan kebaikan dan anugerah Ilahi. Itulah yang mendorong Maria menunjukkan tanda kasih kepada Dia yang telah lebih dahulu mengasihinya. Bagi Yesus, bukan banyaknya pemberian kita, melainkan apakah pemberian itu merupakan pemberian yang terbaik dari kita.¬† Pemberian kita yang Baca selanjutnya »

October 8, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Jangan Jadi Penghasut!

Artikel oleh:

Jangan Jadi Penghasut

‚ÄúBanyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya‚ÄĚ.¬†(Yohanes 11 : 45)

 

Nas ini membuktikan sesuatu yang sudah sejak lama dialami oleh para pemberita Injil di segala abad dan tempat bahwa mukjizat, bahkan kebangkitan orang mati, tidak otomatis membuat orang percaya kepada Tuhan. Padahal kebangkitan Lazarus pun merupakan karya pelaksanaan kehendak Allah melalui Yesus.

Yesus  yang kita sapa sebagai Tuhan itu pernah hendak dibunuh orang lain (ayat 53). Tuhan kita itu jadi sasaran kezaliman.  Namun nas ini juga hendak menyampaikan suatu penghiburan, yaitu bahwa meskipun di tengah rencana jahat para pemimpin Yahudi, rencana dan kehendak Allah tetap terlaksana dan digenapi. Situasi itu seharusnya semakin meneguhkan kita dalam merespons Tuhan dengan tetap teguh dalam iman kepadaNya.

Banyak orang percaya kepada Yesus karena Dia melakukan banyak mukjizat. Lebih lagi ketika Lazarus dibangkitkan dari kematian setelah empat hari dikubur.¬† Namun, di antara orang yang percaya, masih ada orang yang tidak percaya. Tidak hanya sampai pada tidak percaya saja, melainkan juga menghasut orang lain untuk tidak ikut-ikutan percaya. Ironisnya, tindakan ini justru Baca selanjutnya »

October 6, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Cara Allah Selalu Indah

Artikel oleh:

Indah

‚ÄúAkulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya¬†kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia¬†sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya‚ÄĚ. (Yohanes 11:25-26)

 

Ketika mendengar berita bahwa Lazarus dalam kondisi yang sakit parah, kita mungkin merasa heran bahwa Yesus berdiam dua hari penuh di tempat dimana Dia berada dan tidak langsung bergegas mengunjungi Lazarus.  Apakah karena kasih-Nya kepada Lazarus mulai berkurang?  Tentunya bukan itu alasannya! Ada beberapa alasan dari para penafsir Alkitab yang mengatakan, antara lain: Pertama, Yesus memang menunggu supaya waktu Dia sampai di situ Lazarus sudah meninggal, jadi ada unsur kesengajaan. Kedua, dengan keterlambatan itu akan menyebabkan mujizat yang Dia akan lakukan lebih mengesankan lagi, dimana kemuliaan Allah akan dinyatakan. Tetapi ada juga alasan yang lain, yaitu bahwa Yesus mengambil tindakan atas dasar inisiatif-Nya sendiri dan bukan atas bujukan orang lain. Dari peristiwa ini sangat jelas menunjukkan bahwa tindakan Yesus dilakukan-Nya bukan atas dasar bujukan atau paksaan, melainkan dilakukan-Nya pada waktu dan saat yang ditentukan-Nya sendiri.

Ini merupakan peringatan bagi kita. Seringkali kita menginginkan Tuhan melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginan, harapan¬† dan cara kita. Kita memaksakan keinginan kita kepada Tuhan. Dalam doa-doa yang kita naikkan kepada-Nya, seringkali Baca selanjutnya »

October 5, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Anugerah Dari Bapa Sorgawi

Artikel oleh:

Anugerah

“Aku telah mengatakannya kepada kamu,¬†tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku,¬†itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku‚ÄĚ.¬†(Yohanes 10 : 25)

 

Bagian ini adalah ucapan pengajaran Yesus terakhir di depan publik sebelum Ia masuk ke Yerusalem. Ini terjadi pada hari raya Penahbisan Bait Allah (ayat 22). Pada waktu itu Tuhan Yesus sudah melihat terjadinya pengelompokan, yaitu antara kelompok Dia dan para pengikut-Nya dengan kelompok orang-orang Yahudi.¬† Kemesiasan Tuhan Yesus dapat dilihat dari karya-karya Ilahi-Nya (ayat 25) dan ajaran kebenaran-Nya (ayat 27a: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku”). Namun, karya dan karsa Tuhan Yesus ini hanya bisa dimengerti oleh domba-domba milik-Nya sendiri.

Penegasan ini serupa dengan penjelasan-Nya mengenai pengajaran perumpamaan-Nya di Matius 13. Walaupun perumpamaan selalu memakai ilustrasi kehidupan sehari-hari, tapi pemahaman rohaninya hanya mampu dimengerti oleh orang-orang yang dianugerahi Allah untuk mengerti hal ini (lih. Matius 13:11). Bukti-bukti Tuhan Yesus sebagai Mesias yang terpampang gamblang di depan mata para musuh-Nya tidak dapat dipahami secara rohani oleh mereka karena rohani mereka sendiri belum dicerahkan oleh Baca selanjutnya »

October 4, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

KKR Gsja Trinitas, Semarang

Artikel oleh:

KKR malam pertama dalam rangka Ultah ke-40 Gsja Trinitas, Semarang.PhotoGrid_1412342179577

October 3, 2014   Kategori : Berita Gereja Lokal, Berita Terkini  belum ada komentar

Ibadah penghiburan Pdt Budi Limas

Artikel oleh:

PhotoGrid_1412306268740Ibadah penghiburan malam pertama utk Pdt Budi Limas di RD RSPAD Gatut Subroto tgl 2 Okt 2014.

October 3, 2014   Kategori : Berita Dukacita, Berita Terkini  belum ada komentar

Gembala Yang Baik

Artikel oleh:

Gembala Yang Baik

‚ÄúPencuri datang hanya untuk mencuri dan¬†membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya¬†dalam segala kelimpahan‚Ä̬†(Yohanes 10 : 10)

 

Bagian terbesar dari tanah Yudea adalah daratan tinggi yang melintang dari Betel sampai Hebron dan meliputi 35 mil dan juga bervariasi sepanjang 14 sampai 17 mil. Tanahnya sebagian besar adalah kasar dan berbatu dan karenanya tidak bisa dihindarkan bahwa tokoh yang paling dikenal di daratan tinggi di Yudea adalah seorang gembala.  Hidup gembala itu sangat berat karena tugas dan tanggungjawabnya adalah keselamatan domba-domba yang dijaganya. Tidak ada kawanan domba yang sedang makan rumput yang tanpa gembala.  Dia tidak pernah ada cuti; siang malam ia harus menjagai domba-dombanya. Domba-domba sangat mudah tersesat dan hilang, makanya gembala harus selalu mengawasi dengan cermat.  Tugas gembala pun sangat berbahaya karena selain ia melindungi domba dari binatang buas tetapi juga selalu ada pencuri dan perampok yang siap untuk mencuri domba-domba itu.

Sir George Adam Smith yang pernah menjelajahi tanah Palestina,menulis: ‚ÄúDi beberapa padang gurun tanah Palestina, dimana pada tengah malam serigala-serigala berkeliaran dan menggonggong, dan jika engkau berjumpa dengan dia (yaitu gembala) tanpa Baca selanjutnya »

October 3, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

Untuk Kemuliaan Tuhan

Artikel oleh:

Untuk

‚ÄúKita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya‚ÄĚ.¬†(Yohanes 9 : 31)

 

Orang yang buta sejak lahir menimbulkan pertanyaan besar dihati murid-murid-Nya dan kemudian mereka ajukan pertanyaan itu, yaitu: Siapa yang berdosa? Apakah orang yang buta itu atau orang tuanya?  Orang-orang Yahudi selalu menghubungkan penderitaan dengan dosa.  Mereka berasumsi bahwa di mana ada penderitaan, disitu pasti ada dosa.  Tetapi Yesus dengan tegas mengatakan bahwa untuk kasus orang ini (buta sejak lahir) bahwa penderitaannya untuk memberi kesempatan menunjukkan kemuliaan Tuhan dalam diri orang itu. Adakalanya seseorang menderita penyakit memang oleh karena dosa orang itu sendiri (5 : 14), tetapi tidak harus selalu demikian.  Dalam hal ini Yesus tidak bermaksud mempersoalkan dosa orang itu. Ia merasa kasihan kepada orang buta itu dan ingin menolong menyembuhkannya sehingga dengan demikian pekerjaan-pekerjaan Allah nyata kepada banyak orang melalui kesaksian dari orang buta itu.

Penderitaan, kesengsaraan, sakit penyakit, kekecewaan, kehilangan, selalu merupakan kesempatan-kesempatan untuk memperlihatkan kemurahan Tuhan. Semua penderitaan yang terjadi memberi kemampuan kepada yang mengalaminya untuk menunjukkan Tuhan sedang bekerja. Jika kesusahan dan malapetaka menimpa seseorang yang tidak mengenal Tuhan, orang itu mungkin akan jatuh pingsan ataupun menderita berkepanjangan. Akan tetapi jika hal itu menimpa seseorang yang berjalan dengan Baca selanjutnya »

October 2, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar

APTA GENERAL ASSEMBLY IX

Artikel oleh:

 APTA (ASIA PACIFIC THEOLOGICAL ASSOCIATION) GENERAL ASSEMBLY IX

Best Western Premiere, Denpasar, Sunset Road, Kute

22¬†‚Äst26¬†September¬†2014

20140924_133419

Pada tanggal 22-26 September 2014,  APTA, sebuah institusi  yang  memayungi  sekolah-sekolah bercorak Pentakosta di kawasan Asia Pasifik  menyelenggarakan General Assembly (Semacam Konggres) IX di Best Western Premiere hotel, Sunset Road, Kute, Denpasar, Bali.

Pertemuan ini dihadiri kurang lebih 80 peserta dari berbagai Negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Australia, Selandia Baru, dan perwakilan dari Asia Pacific Educational Office (APEO) yang berkantor di Amerika Serikat.  Dari Indonesia, hadir 13 orang yang mewakili sekolah-sekolah berikut:  STT Sumatera,  Medan,  STT Ekklesia, Jakarta, APT, Jakarta, STT Intheos, Surakarta,  STT Berea,  Salatiga, STT SATI, Malang,  STT Parakletos, Tomohon, STAT, Palopo,  Stema, Ambon, I-4 Kupang,  STT Dian Eka Sabda, STT Bhakti Caraka, Batam.  Ini adalah jumlah kontingen terbesar dari Indonesia semenjak diselenggarakannya General Assembly APTA yang pertama kali di Port Dickson, Malaysia.

20140924_101914

 

Tema dari pertemuan ini adalah: Spiritualitas Pentakosta dalam Pendidikan Teologi, dengan nara sumber utama: Dr. Joseph Castleberry,

Presiden dari North West University, Kirkland, Seattle, USA.

20140924_154510

Di samping penyampaian materi dari Dr. Castleberry, diselenggarakan juga beberapa workshop,dengan tema-tema berikut:  penulisan karya tulis  ilmiah untuk publikasi dan bagaimana melakukan penelitian Empiris.

20140924_151533

Dalam Pertemun tersebut, Ketua umum GSJA, Pdt. I. Kaihatu, menyampaikan dorongan dan tantangan pada para pendidik teologi di

kawasan Asia Pasifik pada hari ketiga, sementara Pdt. Gatut Budiyono menyampaikan renungan Firman Allah pada hari kedua, dan

menjadi nara sumber dalam diskusi panel mengenai proses akreditasi APTA.  Direktur DPPI, Gani Wiyono, terpilih menjadi

Vice-Chairman (Wakil Ketua) Komisi Akreditasi APTA dan anggota Board APTA (2014-2017).

20140924_194003

Secara umum, para peserta dari Indonesia memberikan tanggapan yang positif terhadap acara ini.  Selain mendapatkan materi yang berharga dari sesi-sesi pleno yang dibawakan oleh Dr. Castleberry dan workshop, mereka juga dapat mulai membangun jejaring internasional dengan sekolah-sekolah  yang  berasal dari Negara lain di kawasan Asia Pasifik.

 

October 1, 2014   Kategori : Berita Organisasi, Berita Terkini  belum ada komentar

Ada Pengampunan

Artikel oleh:

Pengampunan

‚ÄúJikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu‚Ä̬†(Yohanes 8 : 31-32) ¬†

 

Dalam pandangan hukum Yahudi, perzinahan adalah kejahatan yang serius.¬† Merupakan salah satu dari tiga dosa yang terbesar dan dapat dikenakan hukuman mati.¬† Menurut para Rabi Yahudi: ‚ÄúOrang Yahudi lebih baik mati daripada melakukan penyembahan berhala, pembunuhan dan perzinahan‚ÄĚ. Untuk menjatuhkan dan mencari kesalahan dalam diri Yesus, maka para ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan baru saja berbuat zinah.¬† Mereka mengira akan dapat menjebak Yesus dengan suatu dilema yang tajam itu.¬† Jika Yesus tidak menyuruh perempuan itu dilempari dengan batu berarti Ia dianggap tidak menaati hukum Taurat. Dia dianggap melanggar hukum Musa karena Dia memaafkan orang yang berzinah.¬† Bahkan Ia pun akan dianggap setuju terhadap perbuatan zinah.¬† Dan juga berarti Ia pun tidak mau melepaskan Yerusalem daripada dosa zinah yang banyak dilakukan pada waktu itu.¬† Tetapi jika Dia mengatakan perempuan itu wajib dilempari dengan batu, maka Dia akan kehilangan nama baik-Nya yang diperoleh-Nya karena kasih dan belas kasihan-Nya terhadap orang berdosa. Atau pun Dia akan bertentangan dengan hukum Romawi karena orang-orang Yahudi tidak berwewenang untuk menjatuhkan atau melaksanakan hukuman mati terhadap siapapun.

Mereka mendesak Yesus dengan pertanyaan untuk memojokkan Yesus,¬† tetapi dengan tenang Yesus hanya membungkuk dan Baca selanjutnya »

October 1, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  belum ada komentar