Janganlah Kuatir!

Artikel oleh:

Janganlah Kuatir!

‚ÄúKarena itu Aku berkata kepadamu:¬†Janganlah khawatir tentang hidupmu, mengenai apa yang hendak kamu makan, dan janganlah khawatir pula tentang tubuhmu,¬†mengenai apa yang hendak kamu pakai‚ÄĚ.¬†(Lukas 12:22)

 

Seseorang pernah menuliskan demikian: Jika makanan disadari sebagai penyambung hidup‚ÄĒbukan untuk memenuhi dan mengejar selera‚ÄĒmasihkah manusia khawatir? Jika pakaian awalnya adalah untuk menutupi ketelanjangan‚ÄĒbukan untuk menghias tubuh‚ÄĒmasihkah manusia khawatir? Dalam kenyataannya, rasa khawatir kerap menggeser rasa syukur yang seharusnya ada saat kebutuhan-kebutuhan dasar kita terpenuhi.

Tuhan Yesus, dalam satu kesempatan pengajaran, mengajak para murid untuk mempertimbangkan dua makhluk ciptaan lainnya. Burung gagak yang oleh bangsa Yahudi dianggap najis atau haram (lihat Imamat 11), tidak punya hikmat untuk membuat dan menyimpan makanan seperti manusia, tetapi Tuhan memberi mereka makan (ayat 24). Bunga bakung‚ÄĒyang masuk golongan bunga Anemon liar‚ÄĒtak punya kreativitas menenun bahan pakaian seperti manusia, tetapi Tuhan menghiasinya dengan keindahan yang lebih Baca selanjutnya »

March 11, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Jangan Menfitnah!

Artikel oleh:

Jangan Menfitnah!

‚ÄúTetapi ada diantara mereka yang berkata:¬†‚ÄúIa mengusir setan dengan kuasa Beelzebul,¬†penghulu setan‚Ä̬†(Lukas 11 : 15)

 

Bagaimana jawaban Tuhan Yesus saat difitnah berkenaan dengan pengusiran setan yang membuat seseorang menjadi bisu (11:14-23)?  Setelah gagal melawan secara terbuka, musuh-musuh Tuhan Yesus memakai jalan memfitnah. Mereka mengatakan bahwa Tuhan Yesus mampu mengusir setan bukan karena kuasa yang berasal dari Allah, melainkan karena Dia bersekutu dengan Beelzebul, sang penghulu setan. Tuhan Yesus memberi dua jawaban yang mematahkan pendapat mereka. Pertama, Tuhan Yesus menjawab bahwa bila dalam sebuah kerajaan terjadi perang saudara, kerajaan itu pasti tidak akan bisa bertahan (menjadi lemah).

Jika Beelzebul menyerang anggotanya sendiri, maka kerajaan setan pasti akan segera berakhir. Hanya ada satu cara untuk mengalahkan setan, yaitu dengan kuasa Allah (11:17-22).¬† Jawaban ini masuk akal sehingga tidak bisa dibantah. Kedua, Tuhan Yesus memberi pertanyaan yang membuat lawan-lawannya harus menentukan sikap, menjadi sahabat-Nya atau menjadi lawan-Nya. Tidak Baca selanjutnya »

March 10, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Memilih Seperti Maria

Artikel oleh:

Memilih Seperti Maria

‚ÄúTetapi hanya satu saja yang perlu:¬†Maria telah memilih bagian yang terbaik,¬†yang tidak akan diambil dari padanya.”¬†¬†(Lukas 10: 42)

 

Ada ungkapan terkenal dari seorang tokoh gereja mula-mula bernama Anselmus, yakni: fides quaerens intellectum, yang berarti  iman mencari pengertian. Maksudnya adalah iman bukan sesuatu yang  statis, iman senantiasa dalam pergerakan di antara yang kuat,  lemah, atau  sedang-sedang  saja. Oleh sebab itu,  iman  seseorang  mesti senantiasa diarahkan dalam gerakan  yang aktif  untuk lebih semakin mengerti apa yang menjadi kebenaran dan kehendak Tuhan di dalam hidup ini.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Betania, Marta¬† mengundang Yesus dan murid-murid-Nya untuk berkunjung ke rumahnya.¬† Maria, saudari Marta¬† menyadari sumber pertumbuhan imannya adalah dalam diri Yesus. Oleh sebab itulah, Maria tidak ingin kesempatan ini berlalu begitu saja. Ia ingin imannya bertumbuh, oleh sebab itulah seperti diceritakan oleh penulis Injil ini, Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengar perkataan-Nya. Marta bertindak berbeda dengan¬† Maria. ¬†Marta adalah sosok penuh dengan keramahtamahan, terlihat ia sibuk menyiapkan jamuan buat Yesus dan murid-murid-Nya. Akan tetapi, Marta telah kehilangan Baca selanjutnya »

March 8, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Tetaplah Kuat!

Artikel oleh:

Tetaplah Kuat

“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa¬†kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan¬†menyelamatkannya.”¬†(Lukas 9:24)

 

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Menjadi orang Kristen tidaklah mudah karena kita mengemban tugas yang tidak sembarangan.¬† Ketika kita memutuskan untuk percaya kepada Yesus Kristus dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, status kita adalah murid Yesus.¬† Sebagai murid Yesus kita wajib melakukan semua perintah-perintah Yesus serta meneladani hidupNya sebagaimana tertulis:¬† “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”¬† (1 Yoh 2:6), sebab untuk itulah¬† “…kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya”¬† (1 Petrus 2:21).

Sungguh, untuk mengikut Yesus dibutuhkan komitmen yang tidak boleh dibuat main-main karena banyak tantangan yang akan kita hadapi dan kita pun harus melakukan kehendakNya dengan taat.¬† Ketaatan adalah suatu proses di mana kita bisa dikatakan layak untuk menjadi murid Yesus atau tidak, sebab firman-Nya berkata,¬† “…Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”¬† (Lukas 9:23).¬† Menyangkal diri dan memikul salib adalah syarat mutlak yang Baca selanjutnya »

March 7, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Bersaksilah Bagi Tuhan!

Artikel oleh:

Bersaksi Bagi Tuhan

‚ÄúPulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala¬†sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu‚Ä̬†(Lukas 8:39)

 

Dua pria muda telah berteman sejak kecil. Pria yang satu Kristiani, yang lainnya bukan. Pria yang kedua sebentar lagi akan berlayar jauh, dan yang kristiani terdorong untuk berbicara kepadanya mengenai Kristus sebelum ia pergi. ‚ÄúSaya akan melakukannya dalam perjalanan ke dermaga,‚ÄĚ ia berjanji kepada dirinya sendiri. Namun saat mereka sampai di dermaga, ia masih belum melakukannya.¬† Ia naik ke atas kapal untuk mengucapkan selamat tinggal, dan berpikir, ‚ÄúSaat kita membawa bagasi ke kamarnya, saya akan berbicara kepadanya.‚ÄĚ Namun kuli mengambil semua bagasi dan koper, sehingga mereka tidak mengunjungi kabin. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, ‚ÄúSaya akan bersaksi kepadanya di suatu tempat sepi sebelum kapal berangkat.‚Ä̬† Namun, tiba-tiba terdengar pemberitahuan bahwa semua pengunjung harus turun dari kapal. Dua bulan kemudian terdengar kabar bahwa sang pria telah Baca selanjutnya »

March 6, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Hati Yang Berbelas-kasihan

Artikel oleh:

Hati Yang Berbelaskasihan

‚ÄúDan ketika Tuhan melihat janda itu,¬†tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan,¬†lalu Ia berkata kepadanya: ‚ÄúJangan menangis!‚Ä̬†(Lukas 7 : 13)

 

Lukas menjelaskan dengan rinci keadaan ibu yang ditinggal mati anaknya itu adalah seorang janda dan anak muda itu adalah anak tunggalnya. Dalam budaya Yahudi, janda yang ditinggal anak tunggalnya adalah orang yang harus dilindungi, bahkan tidak jarang dalam PL, janda dan anak yatim disebutkan sebagai kelompok orang yang harus diutamakan dan ditolong.  Penderitaan yang sangat berat dalam PL sering digambarkan seperti kematian anak tunggal bagi seorang janda (Yer.6:26; Amos 8:10). Kepada orang-orang seperti inilah Allah menaruh belas kasihan.

Kata Yunani ‚Äėtergeraklah hatiNya oleh belas kasihan‚Äô memiliki arti yang sangat dalam. Kata ini digunakan 12 kali dalam Injil dan selalu menunjuk pada Kristus. Penulis Lukas rupanya dengan sengaja menggunakan kata ini untuk menghapus konsep yang banyak diterima masyarakat pada waktu itu.¬† Para filsuf Yunani meyakini bahwa sifat Allah yang utama adalah apathea atau tidak sanggup merasakan sesuatu. Dengan demikian Allah tidak dapat dipengaruhi. Bagi mereka, pribadi yang dapat dipengaruhi hanyalah pribadi yang lemah.¬† Tetapi Allah kita tidaklah demikian.¬† Ia bisa merasakan penderitaan manusia, namun Ia tidak dibuat menjadi lemah karenanya. Hal ini terbukti dengan kuasa Yesus membangkitkan anak muda tersebut. Baca selanjutnya »

March 5, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Berbahagia Dalam Penderitaan!

Artikel oleh:

Berbahagia Dalam Penderitaan

‚ÄúBerbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat‚Ä̬†(Lukas 6:22)

 

Banyak manusia mengukur kebahagiaan dengan mobil baru, istri cantik atau suami yang ganteng, rumah mewah, keluarga rukun, atau telah mencapai pendidikan yang tinggi. Tetapi ini bukanlah ukuran yang sebenarnya. Kebahagiaan yang sejati adalah bila kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah, menyenangkan hati Tuhan, dan menjadi berkat bagi semua orang. Dan satu hal lagi yang yang membuat kita bahagia: bila kita dibenci karena nama Tuhan.

Mengapa kita harus berbahagia dan kebahagiaan kita menjadi sempurna bila kita dibenci karena nama Tuhan? Karena hidup kita akan semakin menyerupai Yesus. Paulus berkata, ‚Äú‚Ķ‚Ķ. aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya‚ÄĚ (Kol. 1:24). Paulus juga berkata, ‚ÄúYang kukehendaki ialah Baca selanjutnya »

March 4, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Tetaplah Taat!

Artikel oleh:

Tetaplah Taat

‚ÄúSimon menjawab: Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga‚ÄĚ.¬†(Lukas 5 : 5)

 

Hubungan yang sehat dengan Allah ditandai oleh adanya ketaatan terhadap kehendak Allah. Tidak adanya ketaatan menunjukkan adanya masalah dalam pengenalan kita akan Allah. Simon Petrus adalah seorang nelayan yang berpengalaman. Dia telah bekerja keras sepanjang malam untuk menangkap ikan, namun hasilnya nihil.  Waktu Tuhan Yesus menyuruh dia menyebarkan jala di tempat yang dalam, dia mengalami keadaan yang membuat dia merasa serba salah. Di satu sisi, akal sehatnya (yang didukung oleh pengalaman) mengatakan bahwa tidak ada gunanya melakukan hal itu karena sepanjang malam dia telah gagal.  Di sisi lain, dia segan menolak perintah Sang Guru, yaitu Tuhan Yesus. Akhirnya, pertimbangan kedua mengesampingkan pertimbangan pertama dan ia menaati perintah Tuhan Yesus. Hasilnya di luar dugaan. Jala yang dipakai mulai koyak karena banyaknya ikan yang ditangkap.

Kesulitan kita untuk hidup dalam ketaatan terhadap kehendak Allah sama seperti kesulitan yang dihadapi oleh Simon Petrus. Kehendak Allah tidak selalu masuk akal bagi kita. Kita terikat oleh ruang (kita hanya mengetahui apa yang ada atau terjadi di sini) dan Baca selanjutnya »

March 3, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar

Konser Phil Stacey di IES

Artikel oleh:

Finalis American Idol 2006 akan datang ke Jakarta untuk mengadakan konser di gereja IES Jakarta. Konser dua hari ini akan diadakan pada tanggal 29 dan 30 Maret, 2014, jam 5 sore. Untuk mendapatkan tiket gratis, silahkan mengunduh ke https://www.eventbrite.com/e/phil-stacey-concert-in-jakarta-tickets-10584054191
Untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan email ke event@iesjakarta.org atau kunjungi websitewww.iesjakarta.org

 

 image

 

 

American Idol 2006 finalist Phil Stacey is coming to Jakarta for a weekend long live concert. Come and hear his powerful voice and experience his passion for touching people’s heart through music. Don’t miss this opportunity.

Bring ticket? Bring your e-ticket in your phone and show it to our ushers at the door.

Busway? Hop out at the Tosari station. The station is connected to UOB Plaza through a pedestrian bridge.

Rubber Time? Never. Do come early to get good seats.

Hungry? There are great restaurants in the building.

Parking? There is plenty of basement parking spaces.

Have questions about Phil Stacey Concert in Jakarta? Contact International English Service

March 2, 2014   Kategori : Advertisement  belum ada komentar

Iblis Harus Diusir!

Artikel oleh:

Iblis Harus Diusir!

‚ÄúSesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu,¬†ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik‚Ä̬†(Lukas 4:13).

 

Pelatih binatang berkata bahwa rahasia menaklukkan binatang buas, seperti: singa, harimau, dan macan tutul adalah menjaga supaya mereka tetap takut kepadanya. Bila binatang-binatang buas ini berhasil mengatasi ketakutannya, mereka akan menyerang pelatihnya. Karena itu pelatih harus selalu menatap binatang-binatang buas ini supaya mereka keder. Yang agak ditakutkan adalah, bila posisi binatang ini berada di belakang pelatihnya dan mereka tiba-tiba mempunyai keberanian untuk menyerangnya.

Saudara, peperangan antara Anak Allah dengan setan di padang gurun menunjukkan bahwa peperangan antara manusia dengan iblis tidak pernah berhenti. Permusuhan ini berlanjut sejak manusia pertama berhasil diperdayai oleh setan. Kali ini iblis tidak berdaya menghadapi Anak Manusia. Iblis tidak berhasil menipu dan membujuk Yesus. Apakah iblis menyerah? Apakah iblis putus asa? Tidak! Alkitab berkata bahwa ia ‚Äú‚Ķ. menunggu waktu yang baik‚ÄĚ. Begitulah sifat iblis yang tidak kenal menyerah sampai musuhnya berhasil Baca selanjutnya »

March 1, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Luke (Renungan Alkitabiah dari Kitab Lukas)  belum ada komentar