1 John 3:18

Artikel oleh:

Dear children, let us not love with words or tongue but with actions and in truth.

(Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah,

tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran)

September 21, 2011   Kategori : Umum  satu komentar

In Memoriam

Artikel oleh:

Almarhum

Bpk. Pdt. Lamberth Kambu, S.Th.

(Y) 24 April 1958 - (U) 17 September 2011

 

Alm. Pdt. Lamberth Kambu, lahir pd tgl 24 April 1958 di Kambuskato, Ayamaru Timur Selatan Kab.Maibrat-Papua Barat. Putra ke-2 dari 4 bersaudara. Beliau mendapat panggilan menjadi Hamba Tuhan sejak tahun 1979, sehingga pada thn 1980, berangkat ke Ambon mengikuti pendidikan Teologia di Sekolah Alkitab Kate-kate Ambon. Thn.1982, selesai mengikuti pendidikan Teologia Diploma Theologia 3 thn.  Beliau mendapat teman hidup dari Ambon yang bernama Whilhelmina Sitaniapessy dan mereka di karuniai 8 orang anak.

Riwayat Pelayanan: Thn 1983, melayani di Saparua Ambon. Thn. 1984-1986, melayani di GSJA Malanu (sekarang GSJA Pniel Sorong). 1986 sampai dipanggil pulang ke rumah Bapa, melayani di GSJA El Shaddai Kapung baru Sorong. Beliau juga pernah di tunjuk sbg Ketua Wilayah Sorong dan menjadi anggota BPD (Wkl Ketua selama 2 periode, dan sekarang, sbg Komisaris Daerah GSJA di Tanah Papua. Selain itu, beliau menjadi anggota DPRD selama 3 periode.

Kami sungguh merasa kehilangan seorang figur yang inspiratif dan motivator. Tetapi semua adalah kedaulatan Allah. Tuhanlah yang telah menetapkan bahwa pelayanannya di dunia ini berakhir. Badan Pengurus Daerah beserta jemaat GSJA di Tanah Papua hanya berucap: “Selamat jalan Bpk Pdt Lamberth Kambu. Sampai kita berjumpa di Rumah Bapa”.

Doa kita semua, semoga Isteri, anak-anak dan cucu-cucunya, di beri kekuatan, ketabahan dan penghiburan oleh Roh Kudus.

(Acara Ibadah Pelepasan Jenazah, di laksanakan pada tgl 20 September, pkl 08.30. Usai ibadah, jenazah di antar ke gedung DPR Kab. Sorong utk penghormatan terakhir, dan selanjutnya di antar ke tempat pemakaman di Aimas).

Sorong, 20 Sept.2011. (Pdt Robby Buyung – Ketua BPD GSJA Papua).

September 20, 2011   Kategori : Berita Dukacita, Berita Terkini  satu komentar

Proverbs 18:13

Artikel oleh:

He that answered a matter before he heard it,

it is folly and shame unto him.

(Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar,

itulah kebodohan dan kecelaannya)

September 20, 2011   Kategori : Umum  belum ada komentar

Sumber yang Tidak Pernah Kering

Artikel oleh:

air

Oleh : Yusuf Eko Widiarto*

Pentingnya Air Bagi Manusia

Dua per tiga bumi kita berwujud air. Ya, air telah menguasai bumi kita dengan kuantitas volume tinggi yang tersebar di berbagai tempat. Air juga telah menyandera kehidupan seluruh makhluk di bumi. Seakan Tuhan telah menciptakan makhluk dengan sebelumnya memberikan persyaratan untuk menandatangi kontrak kesepakatan antara manusia dan air. Manusia sebagai “makhluk penguasa” bersama-sama dengan makhluk lainnya membutuhkan air; sementara air ingin dijaga kelestariannya oleh manusia. Walau hanya berandai-andai, semestinya seperti itu. Sewajarnya seperti itu. Namun kenyataannya, seperti itukah?

Dalam kehidupan manusia sendiri, tanpa makanan, manusia dapat bertahan hingga 8 hari, sementara tanpa air, manusia hanya dapat bertahan hidup hingga 3-5 hari saja. Keseharian manusia pun tidak dapat dipisahkan dari air. Di kawasan Asia, khususnya Indonesia, air berfungsi untuk mandi, memasak, minum, mencuci baju, olahraga, pembangkit tenaga listrik, bahkan media transportasi.

Tak ada yang dapat memungkiri kenya­ta­an bahwa air merupakan komoditas yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Bayangkan, dunia tanpa air tentu tidak akan ada peradaban dan kemajuan yang dirai­h manusia saat ini. Yang ada hanya kemati­an. Manusia memang tak bisa lepas dari air. Bahkan, air itu sendiri merupakan bagian terbesar dalam tubuh manusia. Sebuah data mengatakan bahwa manusia dapat bertahan hidup satu bulan tanpa makanan, namun hanya seminggu tanpa air! Agar sehat, manusia butuh minum 2 liter air sehari. Rata-rata manusia minum se­bany­ak 75.000 liter air sepanjang hidupnya. Itu baru berbicara soal ‘minum’, belum yang lain-lain. Berapa jumlah air yang diperlu­kan untuk kehidupan? Bagaimana dengan kebutuhan total seluruh umat manusia di bumi ini?

Baca selanjutnya »

September 19, 2011   Kategori : Artikel  belum ada komentar

Dukung dan Doakanlah

Artikel oleh:

 

 

Telah berpulang ke rumah Bapa di  Sorga

Pdt. Lambert Kambu

(Komisaris BPD GSJA di Papua)

Tanggal : 17 September 2011,  pkl 18.00 WIT di RSU Sorong.

Mari dukung dan doakan agar segenap keluarga dihiburkan dan dikuatkan Tuhan.  Firman Tuhan mengingatkan,

"Berbahagialah orang-orang  yang mati dalam Tuhan . . .

supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka,

karena segala perbuatan mereka menyertai mereka"

(Why 14:13).

September 18, 2011   Kategori : Umum  6 komentar

4 Kunci Sukses

Artikel oleh:

Pernah ada satu masa, kunci sukses hanya dikaitkan dengan tingkat IQ (Intelligent Quotient) – kecerdasan intellektual.  Berbagai penelitian mengungkapkan adanya kunci lain yang lebih menentukan yaitu EQ (Emotional Quotient) – kecerdasan emosional.  Penelitian Alkitabiah menggarisbawahi kunci lain yang tidak kalah penting yaitu SQ (Spiritual Quotient) – Kecerdasan Rohani.  Yang paling baru,ada seorang mencetuskan adanya kunci yang kempat yaitu PQ ( Physical Quotient) – Kecerdasan Fisik.

Pertanyaannya sekarang: bagaimana proporsi pengaruh keempat kunci tersebut dalam mewujudkan sukses?  Menurut pendapat saya, kita harus membaginya dalam dua tahapan yaiitu: jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek, PQ memegang peran cukup besar karena first impression – kesan pertama sangat menentukan langkah-langkah selanjutnya.  Tentunya, beberapa akan berkata, “Please, don’t judge the book by its cover” – Janganlah menilai buku hanya berdasarkan covernya.Saya setuju, tapi tentunya jangan sampai penerbit mencetak cover bukunya asal-asalan, sehingga orang-orang tidak selera untuk membaca isinya.  Demikianlah juga dengan hubungan antar manusia, jangan sampai penampilan fisik kita diabaikan, sehingga orang-orang melihat kita terlalu ‘culun’ atau ‘norak’, sehingga kehilangan selera untuk mengenal kita lebih jauh.  Oleh karena itu, pada jangka pendek, proporsi pengaruh keempat kunci kurang lebih sebagai berikut:

PQ  = 40 %

IQ   = 30 %

EQ  =  20 %

SQ  =  10 %

 

Dalam jangka panjang, EQ jauh lebih menentukan daripada IQ.  Mengapa?  Kemampuan seseorang untuk memelihara hubungan baik lebih ditentukan oleh kestabilan emosinya.  Di samping itu, kemampuan seseorang untuk bekerja sama dengan siapa saja sangat mempengaruhi tingkat sukses yang dapat diwujudkannya.  Walaupun demikian, hasil akhirnya justru lebih ditentukan oleh SQ karena manusia boleh saja berusaha, namun tetap Tuhan yang berdaulat atas masa deoan kehidupannya.  Dengan demikian, pada jangka panjang proporsi keempat kunci suksesnya kurang lebih sebagai berikut:

SQ  =  40 %

EQ  =  30 %

IQ   =  20 %

PQ  =  10%

Kiranya Tuhan tolong kita untuk dapat meraih dan mengoptimalkan kunci tersebut dengan baik, sehingga dapat mewujudkan sukses yang memuliakan Tuhan dan memberkati sesama.

September 16, 2011   Kategori : A cup of coffee, Umum  belum ada komentar

John 14:1

Artikel oleh:

Let not your heart be troubled; ye believe in God, believe also in me.

(Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku)

September 16, 2011   Kategori : Umum  belum ada komentar

2 Corinthians 10:17-18

Artikel oleh:

Let the one who boasts, boast in the Lord.  For it is not the one who commends himself who is approved, but the one whom the Lord commends.

(Tetapi barang siapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.  Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.)

September 15, 2011   Kategori : Umum  belum ada komentar

Kolose 3:2

Artikel oleh:

Set your minds on things above, not on earthly things.

(Pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi)

September 13, 2011   Kategori : Umum  belum ada komentar

Pribadi yang PANDAI

Artikel oleh:

Immanuel Kristo dalam ‘Momen Inspirasi’ menyaksikan bahwa pribadi yang pandai tidak selalu memiliki gelar akademis yang tinggi.  Pribadi yang pandai adalah seorang yang:

1. Tidak merasa pandai, sehingga dia memacu dirinya untuk terus belajar.

2. Menganggap banyak orang lain lebih pandai, sehingga dia mau belajar dari banyak orang lain.

3. Menjunjung tinggi integritas, sehingga dapat dipercaya Tuhan dan rekan-rekan sekerjanya.

4. Menatalayan secara positif, sehingga kelebihan diri dan rekan-rekannya dapat dimaksimalkan untuk mewujudkan sukses.

Oleh karena itu, yang memiliki gelar akademis yg tinggi, jangan besar kepala dan yang belum memiliki gelar akademis yang tinggi, jangan berkecil hati.  Mari semua terus maju bersama dengan Tuhan untuk mewujudkan sukses yang mempermuliakan Tuhan!

 

September 12, 2011   Kategori : A cup of coffee, Umum  satu komentar