Tuhan Yang Ajaib

Artikel oleh:

Tuhan Yang Ajaib

“Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya.” (Keluaran 5 : 24)

 

Dalam pembacaan sebelumnya kita menemukan bagaimana ketika Tuhan memanggil Musa untuk menjadi pembebas bangsa Israel, namun Musa pada awalnya menolak, tetapi akhirnya menyetujui permintaan Tuhan itu.  Mungkin pada saat itu yang terbayang dalam pikiran Musa adalah ketika ia menghadap Firaun, maka kemungkinan besar segala sesuatunya akan menjadi baik-baik saja karena Allah yang mengutusnya. Tentunya, Firaun mau mendengarkannya dan membiarkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Akan tetapi, apa yang terjadi? Ternyata Firaun bertindak semakin kejam. Bangsa Israel yang dulu diperbudak untuk membuat batu bata di Mesir, kini harus tetap membuat batu bata dan sekaligus mencari jerami sebagai bahan batu bata tersebut. Padahal, sebelum Musa menghadap Firaun, jerami tersebut sudah disediakan oleh pihak Mesir. Semakin berat penindasan yang dialami oleh umat Israel.

Keadaan umat Israel semakin terpuruk, dan akibatnya Musa pun semakin tertekan. Musa bahkan dimusuhi oleh segenap bangsa Israel pada saat itu. Tetapi justru ketika masalah seakan-akan menjadi berat, di situlah waktu dimana sebentar lagi Tuhan akan menyatakan mujizatnya. Dalam ayat dan pasal selanjutnya, kita akan menemukan bagaimana Tuhan membuat 10 tulah yang luar biasa di Mesir, dan pada akhirnya Firaun mengijinkan bangsa Israel untuk pergi.

Mungkin ada di antara kita yang saat ini sedang mengalami masalah, dan walaupun kita sudah berdoa kepada Tuhan, tetapi masalah yang ada seakan-akan tidak kunjung selesai dan bahkan semakin bertambah berat. Tetapi, percayalah bahwa ketika kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh dan masalah yang ada seakan-akan semakin berat, justru di situlah sebentar lagi Tuhan akan menunjukkan kuasa dan keajaiban-Nya yang luar biasa. Syaratnya hanya satu: tetap percaya dan tetap mengimani bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anakNya yang senantiasa berharap kepadaNya, dan kita akan melihat bagaimana tangan Tuhan yang kuat dan perkasa menolong kita tepat pada waktuNya.

 

Tinggal sesaat lagi maka mujizat Tuhan akan kita terima dalam kehidupan kita. Percayalah!

September 5, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  belum ada komentar

Jangan Berdalih!

Artikel oleh:

Jangan Berdalih

Berdalih sudah menjadi kebiasaan manusia untuk menghindari tugas atau tanggungjawab tertentu.  Namun, berdalih adalah suatu sikap yang harus kita tolak dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Sembilan puluh sembilan persen dari kegagalan berasal dari orang-orang yang mempunyai kebiasaan membuat dalih-dalih. Setiap dalih yang kita buat akan mendahului kegagalan. Bagi setiap dosa, setan siap untuk menyediakan sebuah dalih. Tidaklah mengherankan bila kita menjadi ahli dalam berdalih karena kita mempunyai seorang tuan yang merupakan ahli dari segala ahli dalam membuat dalih.

Tampaknya kebanyakan orang memang jago mencari dalih untuk menghindari suatu tugas pelayanan. Musa pun berdalih ketika diminta Tuhan untuk menjadi agen pembebasan bagi kaum Israel yang tertindas. Dalih pertamanya, orang Israel mungkin tidak akan percaya jika Musa mengatakan Tuhan telah menampakkan diri kepadanya (ayat 1). Begitu dalih pertama dijawab Tuhan (ayat 8), Musa mengajukan dalih kedua, yakni bahwa ia tidak pintar berbicara (ayat 10). Begitu dalih kedua dijawab (ayat 11), Musa kembali mengajukan keberatan. Kali ini tak ada dalih, kecuali keengganan (ayat 13). Tuhan tak suka. Namun, Tuhan mengerti bahwa karena kelemahannya, Musa perlu diperlengkapi. Kepercayaan diri Musa perlu diteguhkan. Karena itu, Tuhan memberikan Harun sebagai penyambung lidah Musa, dan memberikan tongkat untuk dipakai melakukan mukjizat (ayat 14-17).

Dalam menanggapi suatu tugas, dalih apa pun yang kita berikan kepada Tuhan akan diperiksa kebenarannya. Dan, jika memang dalih itu benar, Tuhan akan memperlengkapi dan meneguhkan kita. Jadi, jujurlah dan beranilah melangkah bersama dengan Tuhan. Dia yang memanggil kita, Dia pula yang akan memperlengkapi kita untuk menggenapi panggilanNya. Jangan membuat alas an yang dibuat-buat hanya karena kita malas untuk terlibat dalam pelayanan. Suatu waktu, kita akan mempertanggungjawabkan semua itu dihadapan-Nya.

 

Jangan sembarang berdalih sebab Tuhan mengetahui segala sesuatu!

September 4, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  belum ada komentar

Dipanggil dan Diperlengkapi

Artikel oleh:

Dipanggil dan Diperlengkapi

“Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau ? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau : apabila engkau telah membawa bangsa ini keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini” (Keluaran 3:12)

 

Reaksi Musa pada waktu pertama kali Tuhan panggil, merupakan gambaran dari reaksi setiap kita pada  waktu permulaan Tuhan panggil kita untuk melayani Dia. Seringkali ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani Dia, selalu timbul alasan “siapa aku” dan “apa yang harus aku katakan.” Alasan yang sama dipakai oleh Musa, ketika Allah memanggil dia (ayat 11 dan 13).  Seringkali ketika Tuhan memanggil kita, ada saja alasan yang kita berikan untuk menolak panggilan tersebut. Kita perlu menyadari, ketika Allah memanggil seseorang, Allah tidak pernah iseng dan karena kekurangan orang maka Ia memanggil kita.  Ketika Allah memanggil, Ia adalah Allah yang bertanggung jawab, yang melengkapi setiap pribadi yang dipanggil-Nya, sehingga dapat memenuhi tugas dan panggilannya untuk melayani Allah.  Ketika Allah memanggil Musa, Yesaya dan Yeremia, Allah tidak pernah meninggalkan mereka sendiri, tetapi Allah memperlengkapi mereka dengan kuasa-Nya, sehingga mereka dapat memenuhi tugas pelayanannya. Demikian halnya ketika Allah memanggil kita untuk melayani Dia, Ia tidak pernah membiarkan kita sendiri, tetapi Ia menyertai dan memperlengkapi kita dengan Roh dan kuasa-Nya, sehingga kita dapat memenuhi tugas dan panggilan yang Tuhan berikan kepada kita (Yoh 14:16; KPR 1:8; Markus 16:17-18).

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk menolak panggilan Allah dalam hidup kita. Apakah itu dengan alasan “siapa kita”, “apa yang dikatakan” atau pun “aku masih muda”, sebab ketika Allah memanggil, Allah pasti memperlengkapi kita. Kita yang susah bicara dan takut, Tuhan sanggup ubahkan menjadi fasih lidah dan pemberani. Hal itu nampak jelas dalam pribadi Petrus. Petrus sebelumnya hanya pandai bicara namun penakut, sampai-sampai menyangkal Yesus tiga kali. Namun setelah menerima Roh Kudus, ia menjadi pribadi yang luar biasa. Dalam khotbah perdananya, tiga ribu orang bertobat, bahkan ketika diperhadapkan pada Mahkamah Agama, ia dapat memberikan jawaban yang lantang.

 

Percayalah, ketika Allah memanggil Anda untuk melayani Dia,

Ia pasti akan memperlengkapi  untuk tugas pelayanan itu

September 3, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  belum ada komentar

Tuhan Sumber Pertolongan

Artikel oleh:

Tuhan Sumber Pertolongan

“Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada putri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air”. (Keluaran 2 : 10)

 

Raja Firaun memerintahkan untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru dilahirkan oleh perempuan Ibrani. Mengapa? Karena Firaun merasa terancam oleh keberadaan Israel di tengah mereka, maka Firaun berikhtiar untuk menghabisi semua orang Israel.  Rencana Firaun tidak berhasil karena kedua bidan yang menangani persalinan perempuan-perempuan Israel, tidak mematuhi perintah Firaun. Mereka tidak mau membunuh bayi laki-laki Israel karena mereka takut akan Allah (1 : 17). Akibatnya, orang Israel malah semakin bertambah. Bahkan, Allah juga memberkati para bidan tersebut hingga mereka kemudian berumah tangga (1 : 21).  Firaun pun membebankan kerja yang lebih berat kepada orang Israel. Tujuannya, agar banyak yang mati, namun bukannya berkurang, orang Israel bahkan bertambah semakin banyak.

Ketika dalam kesulitan, kadang kita tidak dapat melihat rencana Allah dalam hidup kita.  Namun pembacaan Firman Tuhan ini menunjukkan bahwa di tengah penderitaan umat Tuhan, sesungguhnya rencana Allah sedang digenapi.  Situasi saat ini sering membuat kita merasa berada pada kondisi yang sulit, namun Firman Tuhan kembali memberi kesegaran dan kekuatan baru, bahwa Tuhan akan terus menyertai dan memberi jalan keluar, keberuntungan dan kemenangan bagi kita ditengah masa kesulitan, pada saat kita terus berdoa, berusaha dan tidak kenal menyerah.

Di balik semua masalah yang dihadapi Israel, sesungguhnya Allah sedang menggenapi rencana-Nya untuk memberkati mereka.  Sebab itu, mari kita belajar untuk melihat rencana Allah di tengah berbagai kesulitan hidup yang kita hadapi, karena Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28).

Hari ini apa yang menjadi kesulitan Saudara? Yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian. Dia selalu ada disamping kita dan bahkan menggendongnya bila memang Saudara sudah tidak berdaya.

 

Justru dalam situasi yang tersulit, Saudara bisa melihat Tuhan dan merasakan kuasaNya.

 

September 2, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  belum ada komentar

Selalu Ada Jalan

Artikel oleh:

Selalu Ada Jalan

“Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu” (Keluaran 1:12)

 

Dalam kurun waktu yang cukup lama bangsa Indonesia pernah mengalami masa-masa yang sulit dan pahit dalam penindasan; yakni menjadi bangsa yang dijajah oleh kaum penjajah.  Sebagai bangsa yang terjajah pada masa itu, kita berada di bawah kekuasaan bangsa lain. Kita tidak memiliki hak apa-apa dan kebebasan kita terampas. Salah satu penderitaan yang harus dialami oleh bangsa Indonesia adalah kerja paksa (kerja rodi) yaitu pekerjaan yang diwajibkan oleh bangsa Belanda, tetapi tidak memperoleh upah apa-apa.

Kepahitan hati bangsa ini tidak cepat disembuhkan, bahkan hingga hari ini pengaruh dari penindasan itu masih ada. Rasa benci, dendam, masih dirasakan oleh sebagian orang, sehingga karenanya muncul berbagai sikap kompensasi, seperti memusuhi orang Kristen. Sebab dianggap bahwa kekristenan dibawa oleh orang Belanda yang saat itu notabene menjadi penjajah bangsa kita. Jadi kekristenan kadangkala dianggap sebagai agama penjajah, padahal tidaklah demikian.

Ini juga gambaran tentang kehidupan semua orang yang berada di luar Kristus. Mereka menjadi tawanan-tawanan Iblis dan menjadi hamba dosa. Dosa masih mengikat, membelenggu dan menguasai kehidupannya. Satu-satunya jalan untuk bisa terbebas dari ikatan kuasa dosa itu adalah datang dan percaya kepada Yesus Kristus.

Ditindas itu tidak enak, sangat sakit, dan karenanya kita bisa mengalami shock berat, tetapi Allah tidak membiarkan umat-Nya, Ia tidak tega terhadap kondisi umat-Nya. Karenanya Ia memanggil Musa untuk membawa bangsa Isarel keluar dari tanah Mesir. Inilah rancangan Allah, tidak ada yang sanggup menggagalkan rencana-Nya bagi umat-Nya. Rancangan-Nya bukan rancangan kecelakaan tetapi rancangan damai sejahtera yang membawa kita kepada masa depan yang penuh dengan pengharapan. (Yeremia 29:11).

Saat ini mungkin Saudara merasa tertindas, jangan takut dan putus harap, berdirilah teguh sebab Allah pembela kita. Sakit penyakit, kesulitan keuangan, atau problema hidup lainnya bisa menindas hidup kita, tetapi Tuhan sanggup menolong kita.

 

Sekalipun orang percaya hidup ditengah kesulitan dan tekanan, namun selalu ada jalan keluar dari Tuhan!

September 1, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  belum ada komentar

Kemerdekaan Orang Kristen

Artikel oleh:

Keluaran 12: 40-41

Merdeka1

By: Inawaty Suwardi

Bangsa Indonesia memperingati kemerdekaannya yang ke 70 dari penjajahan bangsa asing. Pada momentum peringatan kemerdekaan Indonesia ini, saya akan berbicara tentang kemerdekaan kita sebagai orang Kristen. Sebuah kemerdekaan yang lebih daripada sekedar kebebasan yang bersifat jasmani dan sementara.

Alkitab juga membicarakan tentang kemerdekaan tetapi bukan kemerdekaan dari penjajahan/perbudakan secara jasmani.Alkitab membicarakan kemerdekaan secara rohani karena Kristus memerdekakan kita.

Saya ingin mengajak Bapak/Ibu sekalian untuk merenungkan dua hal, (1) Dari apa orang Kristen dimerdekakan, (2) Untuk apa orang Kristen dimerdekakan?

I.                    Dari apa orang Kristen sudah dimerdekakan?

Dimerdekakan dari dosa

Setelah 430 tahun bangsa Israel berada di Mesir, Tuhan mengutus Musa menghadap Firaun untuk meminta kemerdekaan. Firaun tidak mau mendengar  apa yang dikatakan oleh Tuhan melalui Musa. Karena itu Tuhan mengirimkan berbagai tulah kepada mereka.

Tulah-tulah diturunkan di Mesir,  darah, katak, nyamuk, lalat pikat, penyakit sampar pada ternak, barah, hujan es, belalang, dan gelap gulita …………….. namun dengan semakin banyak tulah, Firaun malah semakin mengeraskan hatinya dan menolak perintah Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel.

Firaun berusaha sekuat tenagamempertahankan agar bangsa Israel tetap berada dibawah perbudakan mereka.Namun tulah terakhir berhasil mematahkan cengkraman Firaun, dan bangsa Israel diberi kemerdekaan.

Diperlukan darah untuk kemerdekaan bangsa Israel!

Dari Kitab keluaran pasal 12 kita mengetahui, bahwa untuk kemerdekaan bangsa Israel diperlukan persembahan korban, namun bukan sembarang korban.Ayat 5 mengatakan, Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun.(6b) seluruh Jemaah Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada waktu senja, (7) Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.(13) Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal. Apabila aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat daripada kamu.

Bangsa Israel dimerdekakan dengan darah.  Orang Kristen juga dimerdekakan dengan darah! 1 Yoh 1:7 “………………….. dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Zig Ziglar, seorang penulis dan pelatih motivasi, menulis tentang Harry Houdini, seorang pesulap  terkenal di Amerika. Houdini membual bahwa iaselalu dapat melepaskan diri dari sel penjara manapun di negaranya. Ia sering mendemonstrasikan kemampuannya untuk membuktikan ucapannya. Namun dalam salah satu pertunjukannya, Houdini mengalami kegagalan.

Ketika pintu sel yang berat ditutup dengan suara nyaring, Houdini menarik seutas logam yang disembunyikan di dalam ikat pinggangnya dan mulai mencungkil kunci pintu sel penjara. Selama 30 menit ia mengutak-atik kunci, tetapi tidak dapat membukanya. Satu jam berlalu, ia sudah mandi keringat, tetapi masih belum bisa membuka kunci itu. Dua jam telah berlalu,  pada akhirnya ia kelelahan dan frustrasi sehingga ia terjatuh dan badannya menimpa pintu sel yang tidak dapat dibuka kuncinya itu. Tetapi, ketika ia jatuh menimpa pintu, daun pintunya langsung terbuka. Ternyata pintumya tidak pernah dikunci! Di dalam pikiran Houdini, pintu itu dikunci. Itu sebabnya ia gagal, karena pikirannya terkunci sehingga ia mengalami frustrasi.

Bp/Ibu, belenggu yang berasal dari dosa tidaklah sama dengan sel penjara yang membuat Houdini terbelenggu, karena belenggu itu semu, pintu sel itu sebenarnya tidak terkunci. Tetapi belenggu dosa sama seperti  belenggu dalam pikiran Houdini.

Yesus sangat peduli dengan manusia yang terbelenggu oleh dosa.Karena itu Yesus memerdekaakan manusia dari perbudakan atau belenggu dosa.

Orang Kristen memperoleh kemerdekaan dari belenggu dosa ketika ia bertobat dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Pada waktu memperoleh kemerdekaan dari belenggu dosa, orang Kristen sebetulnya menerima satu paket kemerdekaan. Yoh 8:36 :Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Dari paket kemerdekaan itu, dapat disusun naskah Proklamasi Orang Kristen sebagai pernyataan iman kita.

1 Kami merdeka dari dosa Roma 6:18 :Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
2 Kami merdeka dari kegagalan

 

Flp 4:14 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
3 Kami merdeka dari ketamakan

 

Flp 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
4 Kami merdeka dari ketakutan 2 Tim 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
5 Kami merdeka dari keraguan Rom 12:3 “……………..Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”
6 Kami merdeka dari kelemahan Mzm 27:1 TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
7 Kami merdeka dari kuasa Iblis 1Yoh 4:4 “……………….sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”
8 Kami merdeka dari kekalahan 2 Kor 2:14 “…………….. Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.”
9 Kami merdeka dari kebodohan 1 Kor 1:30 “……………….. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita.”
10 Kami merdeka dari kekuatiran 1 Pet 5:7 “………………..Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
11 Kami merdeka dari keterikatan (kecanduan) 2 Kor 3:17 “………….. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”
12 Kami merdeka dari kutukan Rom 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

 

II.                  Untuk apa orang Kristen dimerdekakan?

 

1.       Dimerdekakan untuk melayani Baca selanjutnya »

August 29, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  belum ada komentar

Pengaruh Yang Baik

Artikel oleh:

Garam

“Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem”. (Yehezkiel 23 : 4)

 

Pasal ini berbicara tentang Ohola dan Oholiba yang memberikan kiasan dari kedua kakak adik itu, Samaria dan Yerusalem, dengan memakai gambaran-gambaran alegoris.  Persundalan yang dimaksud dalam Pasal ini dan dalam kitab Yehezkiel secara keseluruhan adalah dalam konteks Israel sebagai umat pilihan Allah berpaling dari Allah dan menyembah ilah-ilah lain.  Ilustrasinya adalah Samaria (Ohola) dan (Oholiba (Yerusalem), sebagai “istri-istri” sah Tuhan, memilih pasangan-pasangan sundal mereka sebagai tempat mereka menyandarkan diri demi kepuasan seksual mereka.

Ketika Israel masih di Mesir, mereka sudah berkompromi dengan iman mereka. Padahal mereka diperbudak di sana, demi perut mereka. Ini nyata dari keluh kesah mereka di padang gurun karena kekurangan air dan makanan, sementara di Mesir mereka berkelimpahan (mis. Bil. 11:4-6). Tuhan menuding mereka, Samaria (Israel Utara) dan Yehuda, sebagai pelacur-pelacur yang tidak memiliki kehormatan karena demi memuaskan kedagingan mereka, mereka berbuat kejahatan dengan membiarkan bagian tubuh terhormat mereka dijamah orang lain.

Dalam cerita ini kita melihat, adik meniru dosa kakaknya, bahkan lebih hebat lagi dalam berdosa. Padahal ia melihat akibat dan hukuman dosa yang dialami kakaknya. Betapa mengerikan efek dosa yang bukan hanya membelenggu seseorang, tetapi menebarkan pengaruh buruk yang akhirnya membelenggu orang lain.

Selidikilah hidup kita, apakah selama ini kita menjadi pengaruh yang baik bagi orang lain, terlebih bagi keluarga kita atau sebaliknya?  Kiranya Tuhan menolong kita semua untuk mampu menjadi pengaruh yang baik bagi orang lain, sehingga Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita.

 

Jadilah orang yang berpengaruh! Bukan pengaruh yang negatif  tetapi pengaruh yang positif, yang menyenangkan hati Tuhan.

 

August 8, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Ezekiel (Renungan Alkitabiah dari Kitab Yehezkiel)  belum ada komentar

Lakukan Yang Benar!

Artikel oleh:

Lakukan Yang Benar

“Aku akan mencurahkan geram-Ku atasmu dan menyemburkan api murka-Ku kepadamu dan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang dungu, yang menimbulkan kemusnahan.” (Yehezkiel 21:31)

 

Terkadang dalam perjalanan kehidupan, kita sering tidak menyadari bahwa kejahatan dan dosa yang kita lakukan mendatangkan kemarahan Allah. Alkitab mencatatnya, “Maka Aku mencurahkan geram-Ku atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaan-Ku; kelakuan mereka Kutimpakan atas kepala mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 22:31). Ayat ini memberikan sebuah pengertian bahwa apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.  Demikian halnya dengan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Amon (Yeh. 21:28-32; Yer. 49:1-6).

Dari beberapa bagian kitab-kitab ini, kita akan melihat murka Allah kepada bani Amon.

Pertama, Allah akan memusnahkan mereka. Setiap dosa mempunyai konsekuensi yang harus diterima. Sama dengan orang-orang Amon, Allah juga sungguh sangat marah kepada mereka, karena mereka telah berbuat sesuka hati mereka, yaitu membunuh (membelah perut) perempuan-perempuan hamil di Gilead (Am. 1:13). Hal ini mereka lakukan untuk mempertahankan kekuasaan dan memperluas daerah mereka sendiri. Inilah yang mengakibatkan Allah sangat murka kepada bani Amon.

Kedua, Allah mengutuk mereka menjadi Gomora. Gomora menjadi padang jeruju dan tempat penggalian garam dan tempat sunyi sepi sampai selama-lamanya (Zef. 2:8-11). Tuhan mengutuk bani Amon karena dosa kecongkakan dalam kehidupan mereka. Kecongkakan yang telah mereka lakukan adalah dengan mencela dan membesarkan diri sendiri terhadap umat Tuhan. Demikian pula semua orang, baik laki-laki dan perempuan, hidup dalam kecongkakan dan menjadikan harta benda mereka menjadi segalanya dalam kehidupan mereka (Yer. 49:3-4). Oleh karena itu, Allah menghukum mereka, dan melenyapkan para allah yang mereka sembah.

 

Lakukan apa yang benar di mata Tuhan dan berjuang untuk menjadikan Allah yang terutama dalam perjalanan kehidupan kita di dalam dunia ini.

 

August 7, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Ezekiel (Renungan Alkitabiah dari Kitab Yehezkiel)  belum ada komentar

Sadarlah Sungguh-Sungguh!

Artikel oleh:

Sadarlah

“Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, pada masa Aku, oleh karena nama-Ku, tidak memperlakukan kamu selaras dengan tingkah lakumu yang jahat dan busuk, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan Allah.” (Yehezkiel 20 : 44)

 

Meskipun kita berulang kali jatuh dalam dosa, Dia tidak memperlakukan kita selaras dengan seluruh pelanggaran yang telah kita perbuat, melainkan Dia tetap mencurahkan anugerah-Nya kepada kita. Respons kita yang sepantasnya adalah mengasihi Dia dan tidak lagi mengulangi perbuatan dosa yang Allah tidak sukai..

Manusia yang berdosa, termasuk kita, cenderung tidak mematuhi perintah Allah. Walaupun umat Israel telah dipilih dari antara segala bangsa untuk menjadi umat Allah, namun dari generasi ke generasi, bangsa Israel menyembah ilah-ilah lain dan tidak hidup sesuai dengan kehendak Allah. Mereka melakukan praktek ibadah yang mendukakan hati Allah.  Sekalipun demikian, Allah memperlakukan umat Israel tidak selaras dengan kejahatan mereka karena Allah itu begitu baik. Allah tidak membiarkan umat-Nya terus-menerus hidup dalam dosa, melainkan Dia memberikan anugerah sehingga umat-Nya tidak terus menerus menyembah ilah-ilah asing (20:32).

Allah berkata tentang masa mendatang saat Dia akan bertindak sebagai Seorang Hakim yang memisahkan umat-Nya yang sejati dengan kaum pemberontak (20:38). Allah juga telah menjanjikan suatu masa saat umat-Nya beribadah kepada Dia dengan sepenuh hati (20:40-44).

Allah tidak pernah berubah. Sampai saat ini pun, Allah begitu baik dan kebaikan-Nya tidak pernah berubah.  Dia memperlakukan kita melampaui segala kejahatan kita. Puncak dari pernyataan kasih dan kebaikan Allah adalah karya salib, karena Kristus telah mati untuk kita saat kita masih dalam keadaan berdosa (Roma 5:8). Allah yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia selalu memberikan anugerah-Nya yang terbaik bagi kita semua. Oleh karena itu, pertanyaan yang perlu kita ajukan sekarang adalah, “Apakah respon kita?”.

 

Sadarlah sungguh-sungguh dan lakukanlah segala sesuatu yang benar dan memuliakan nama Tuhan! Jangan lagi hidup dalam perhambaan dosa!

 

August 6, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Ezekiel (Renungan Alkitabiah dari Kitab Yehezkiel)  belum ada komentar

Menjadi Orang Benar!

Artikel oleh:

Dahulukan Tuhan

“Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. “ (Yehezkiel 18 : 22)

 

Kita sering mendengar perkataan, “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”. Kalimat ini sudah sering digunakan untuk melegitimasi ketidakdisiplinan kita, atau sifat ‘jam karet’. Kalimat lain, ‘Buat saja apa yang kita mau setiap hari saja, toh ada pengakuan dosa di gereja pada hari minggu’. Kalimat ini pun sudah sering digunakan untuk melegitimasi hobi kita melakukan perbuatan yang salah.  Masih banyak kalimat lainnya, yang sudah dijadikan alat legitimasi. Nah, ternyata itu sudah menjadi semacam pola dalam perilaku beriman kita. Karena kita tahu, Tuhan itu pengasih dan pengampun, dan pasti mengampuni setiap orang yang mengaku dosanya dengan jujur dan tulus, jadi lakukan saja perbuatan dosa, toh nanti juga diampuni Tuhan. Bukankah hal tersebut adalah paham yang keliru? Bahkan, Tuhan sendiri tentunya tidak senang dengan cara hidup seperti itu.

Ayat bacaan kita menunjukkan bahwa pengampunan dosa itu dikerjakan Tuhan kepada orang yang sejak semulanya fasik, lalu karena mengenal Tuhan, berbalik kepadaNya. Bukan kepada orang-orang yang sudah diselamatkan, atau telah dibenarkan oleh Tuhan, tetapi selalu berulang-ulang berbuat pelanggaran dihadapan Tuhan. Seperti kita tidak suka atau benci jika ditipu, Tuhan juga tidak mau ditipu. Ia juga tidak mau kita berdusta dalam hal apa sekalipun, dan sekecil apa pun.  Allah merindukan agar kita berbalik dari kesalahan dan menikmati hidup dalam kehendak-Nya. Namun, tidak jarang bahwa kita menolak kerinduan hati Allah tersebut, padahal inilah yang seharusnya kita lakukan: Bertobat dan hidup hanya bagi Allah.

Jangan biarkan hidup kita ditipu oleh iblis, sehingga kita lebih condong melakukan apa kata iblis dari pada apa kata Tuhan!

Tetaplah menjadi orang benar; berpikiran benar dan lakukanlah yang benar!

 

August 5, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Ezekiel (Renungan Alkitabiah dari Kitab Yehezkiel)  belum ada komentar