Perlunya Dukungan

Artikel oleh:

“Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh” 

(Yeremia 26 : 24)


Perlunya dukungan

Di dalam pelayanan, kita tidak dapat berjuang sendiri. Kita membutuhkan rekan-rekan pelayanan yang saling mendukung dan memperhatikan.  Dalam bagian ini kita membaca tentang konspirasi “istana raja” dan “rumah Tuhan” (26:10).  Raja, imam dan nabi bersekongkol untuk membunuh Yeremia karena berita yang ia sampaikan adalah tentang kehancuran Israel, sekalipun Yeremia telah berkali-kali menegaskan bahwa ia adalah utusan Allah. Persekongkolan itu telah membunuh seorang nabi lain yang bernama Uria (26:20-24), tetapi mereka tidak puas sebelum darah Yeremia juga ikut ditumpahkan. Baca selanjutnya »

December 17, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Tindakan Ilahi

Artikel oleh:

“Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” –demikianlah firman TUHAN“ (Yeremia 23 : 1)

Tindakan Ilahi

             Dari teks ini kita dapat melihat bahwa setidaknya ada tiga tindakan ilahi yang Allah lakukan kepada umat yang tercerai-berai itu:
Pertama, Ia mencela habis-habisan para pemimpin agama yang ”membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” (ay. 1) dan “tidak menjaganya” (ay. 2).  Allah akan menghukum para pemimpin yang teledor dalam menjalankan tugas mereka sebagai seorang pemimpin. Dalam konteks kehidupan bergereja kita, para pemimpin itu bisa jadi adalah pendeta, atau pemimpin lainnya. Jika para pemimpin agama ini terus-menerus membiarkan warga jemaatnya disesah dan terserak oleh persoalan dunia yang tidak digembalakan para gembalanya, maka Tuhan akan marah kepada pemimpin agama ini. Mereka harus sungguh-sungguh sadar bahwa ketika mereka gagal menjalankan tugas yang Allah percayakan dan malah membuat umat Allah tercerai-berai, mereka akan berurusan dengan Allah sendiri. Baca selanjutnya »

December 14, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Berpegang Pada Kebenaran

Artikel oleh:

“Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari”. (Yeremia 20:8)

 Berpegang pada Kebenaran

            Yeremia melayani di tengah situasi yang sulit. Pada saat usianya masih muda, ia harus bernubuat bagi bangsa Yehuda yang dipimpin oleh para imam dan nabi senior serta raja. Yang lebih menyulitkan, pesan Tuhan yang harus disampaikannya berbeda dengan nubuat yang disampaikan oleh kebanyakan nabi saat itu. Seorang diri melawan mayoritas. Ia sangat tidak populer sebab menubuatkan kejatuhan Yehuda dan runtuhnya Bait Allah, sedangkan mayoritas nabi dan imam menubuatkan yang sebaliknya.

Tentu saja Yeremia menghadapi masalah besar. Tidak banyak orang bersedia mendengarkan pesannya. Kebanyakan orang lebih mempercayai mayoritas nabi senior daripada Yeremia. Untuk mempertahankan kebenaran yang ia percayai, Yeremia harus menerima perlakuan yang tidak menyenangkan: dipukul, dipasung, diejek, bahkan diancam akan dibunuh. Tetapi, Yeremia tetap berpegang teguh pada keyakinannya sebab ia tahu pesan itu berasal dari Tuhan walaupun tidak ada orang yang berpihak padanya. Baca selanjutnya »

December 13, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Bejana Yang Indah

Artikel oleh:

“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya”. (Yeremia 18 : 4)

 Bejana Yang Indah

            Moment apa yang paling menggelisahkan bagi seorang pendaki gunung? Yakni: Kehilangan tujuan. Mungkin dia memeriksa peta atau kompasnya baik-baik, tapi mulai bertanya-tanya, “Aneh, rute sudah benar, tapi tujuan tidak juga kelihatan. Keadaan medan malah lebih sukar dari yang diperkirakan… atau sama sekali tidak seperti yang anda bayangkan.”

Di pasal 18 ini Allah menyuruh Yeremia, “Pergilah dengan segera ke rumah seorang penjunan.” Seorang penjunan memulai pekerjaannya dengan meraup tanah liat. Tanah liat yang biasa diinjak-injak, dia bawa dan dicuci. Lalu tiba saat sang penjunan mulai melakukan sesuatu. Tanah liat itu ditaruh di atas pelarikan.  Kemudian proses dimulai….. Dibanting…. Dipotong.… ditekan… Baca selanjutnya »

December 12, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Kasihi Jiwa-Jiwa!

Artikel oleh:

“Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN.” (Yeremia 16 : 21)

 Kasihi Jiwa-Jiwa!

   Pada pasal 16 diceritakan bagaimana Yeremia dilarang untuk menikah atau bahkan sekedar menghadiri pesta pernikahan dan ibadah pemakaman, untuk menggambarkan pesan Tuhan kepada umat-Nya.  Larangan-larangan ini menyerang pusat dari kehidupan sosial Yeremia, menyebabkan kesepian yang tidak terkatakan.  Untuk menjadi seorang bujangan, yang hampir tidak pernah jadi pilihan hidup pada zamannya, akan menjadikan dia obyek celaan dan ejekan.  Kegagalan untuk menjalankan tanggung jawab sosial, seperti menghadiri pernikahan dan pemakaman, adalah satu tindakan yang memalukan.  Kerasnya larangan-larangan tersebut menggambarkan kerasnya berita penghakiman yang dipercayakan kepadanya untuk diproklamasikan.   Baca selanjutnya »

December 11, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia), Umum  belum ada komentar

Jujurlah Kepada Tuhan!

Artikel oleh:

“Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai”. (Yeremia 15 : 18)

Jujurlah kepada Tuhan

           Pasal 15 menjelaskan pergumulan lebih lanjut dari Yeremia sebagai seorang pelayan Tuhan. Mari kita bandingkan ayat 11 dan ayat 18. Ayat 11 mengatakan, “Sungguh, ya Tuhan, aku telah melayani Engkau dengan sebaik-baiknya…” Tetapi dalam ayat 18 dia mengatakan,”Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan?”.  Sudah berusaha melakukan tugas pelayanan dengan sebaik-baiknya, tetapi apa? Apakah orang berterima kasih? Tidak! Orang menghargai? Tidak! Malah sebaliknya: dia menerima omelan, sungutan, kecaman. Mungkin juga fitnah dan  makian.  Karena itu, memang bisa dipahami kalau pada tingkat tertentu, seperti Yeremia, orang sudah tidak tahan lagi!  Ada orang yang pada akhirnya menyerah dan berkata: “Tuhan, saya sudah berusaha, namun saya tidak bisa, dan saya juga tidak mau!”

Daya tahan manusia itu selalu ada batasnya. Kalau kita membaca ayat 15, maka soal yang dihadapi Yeremia adalah soal hidup atau mati, bukan sekadar tersinggung hati. Sudah melayani dengan sebaik-baiknya, kok malah begini? Dalam keadaan dengan seperti ini, apakah aneh kalau Yeremia sampai memberi kesan telah mencaci Tuhan? Ayat 18: “Sungguh Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat kupercayai.” Baca selanjutnya »

December 10, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Jangan Salahkan Tuhan!

Artikel oleh:

“Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya”. (Yeremia 12 : 7)

Jangan Salahkan Tuhan

             Bagian ini memberikan petunjuk yang langka mengenai kegelisahan dan penderitaan Allah yang diakibatkan oleh kejahatan. Penderitaan Allah sangatlah berat ketika umat-Nya sendiri yang melakukan kejahatan.  Allah diungkapkan, dalam waktu bersamaan, mengasihi sekaligus memarahi umat-Nya.  Ketika Allah membuka diri kepada umat-Nya dalam kasih, dia juga membuka diri-Nya terhadap kemungkinan untuk terluka.  Allah terlibat sangat dalam di tengah kehidupan dunia dan pergumulan umatNya.   Sungguh mengherankan, tapi juga sungguh benar, bahwa kejahatan dapat mengakibatkan penderitaan yang sama kepada manusia, terutama hamba-hamba-Nya.  Itu berarti, gambaran tentang Allah yang jauh dan tak acuh terhadap kehidupan kita harus dihapuskan dari kamus pemikiran kita. Baca selanjutnya »

December 9, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Allah Yang Hidup dan Berkuasa!

Artikel oleh:

“Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya”.(Yeremia 10 : 10)

 Allah hidup dan Berkuasa

            Pernah melihat anak-anak yang asyik berbicara sendiri saat bermain? Seolah-olah ada seseorang di sampingnya yang mendengar dan menanggapi, seorang teman imajinasi. Menurut para ahli psikologi, fenomena ini wajar dalam pertumbuhan anak. Orangtua tak perlu khawatir, tetapi perlu memantau agar persahabatan imajiner itu tidak mengalihkan anak dari kehidupan nyata.

Meski sama-sama tak terlihat, Allah bukanlah pribadi hasil imajinasi. Alam semesta dan isinya adalah bukti nyata keberadaan-Nya (ayat 12-13). Dalam taraf tertentu, angin, hujan, dan unsur alam lainnya dapat dikendalikan manusia, tetapi Siapa yang membuat semua itu dan berkuasa menghadirkannya dalam musim-musim yang berbeda di berbagai belahan dunia? Siapa gerangan yang meletakkan emas dan perak di perut bumi untuk ditambang manusia dan menumbuhkan pepohonan kayu di hutan-hutan raya? Betapa gemasnya Tuhan karena semua bukti itu tak membuat umat Israel mengakui dan menghormati keberadaan-Nya. Mereka justru datang memohon pada patung-patung dari emas dan perak. Mereka berusaha menyenangkan dewa-dewa dari kayu, takut dimurkai, seolah-olah benda-benda mati itu hidup. Sementara, Allah yang hidup justru mereka abaikan. Betapa bodohnya! Baca selanjutnya »

December 8, 2013   Kategori : Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Pelihara Kekudusan

Artikel oleh:

“Tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka. (Yeremia 7 : 26)

Plihara Kekudusan

          Allah memerintahkan Yeremia untuk menyampaikan seruan pertobatan kepada bangsa Israel. Mereka harus bertobat dari pola kehidupan yang kacau dan berantakan. Hidup mereka mempunyai dua sisi yang tak terpisahkan. Sisi pertama adalah hidup  beribadah kepada Allah dengan datang ke bait-Nya. Sisi kedua adalah hidup melakukan ketidakadilan, penindasan, penyalahgunaan kekuasaan, perzinahan, dan penyembahan berhala (3, 5-10).  Pola hidup demikian didasarkan pada keyakinan bahwa bait Allah adalah lambang kehadiran Allah, dan datang ke bait-Nya memberikan jaminan bahwa Allah tetap bersama dan memelihara mereka, tidak peduli apa pun dosa-dosa yang telah mereka lakukan (10). Bangsa Yehuda bukan lagi beriman kepada Allah yang berpribadi ketika mereka menjalankan ibadahnya, namun  mereka beriman kepada sistem, simbol-simbol, tradisi, maupun tata cara ibadah mereka sendiri (8-10). Bagi kelangsungan hidupnya mereka mengandalkan dan bergantung kepada sistem dan tata cara  ibadah yang dibuat oleh manusia. Relasi telah diganti dengan sistem dan seremoni manusia. Baca selanjutnya »

December 7, 2013   Kategori : Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar

Jalan Tuhan

Artikel oleh:

”Baiklah aku pergi kepada orang-orang besar dan berbicara kepada mereka, sebab merekalah yang mengetahui jalan Tuhan, hukum Allah mereka.” Tetapi merekapun semuanya telah mematahkan kuk, telah memutuskan tali-tali pengikat.” (Yeremia 5 : 5)

 Jalan Tuhan

            Manusia selalu berusaha sedemikian rupa untuk mencapai apa yang dia inginkan.  Tak peduli jalan yang dia tempuh terkadang bertentangan dengan jalan Tuhan.  Demi mengejar impian dan ambisi pribadi, maka tak jarang banyak manusia yang salah jalan dengan mengandalkan kekuatannya sendiri.  Sebenarnya, Allah punya sesuatu yang jauh lebih indah, asal  kita mau merendahkan diri dihadapan Tuhan.  Namun yang sering terjadi, ada orang yang menyengsarakan orang lain bahkan dirinya sendiri demi mencapai tujuannya.

Ketika manusia mengetahui jalan Tuhan, maka ada banyak keuntungan yang akan diperolehnya, antara lain:

¨ Jalan Tuhan membuat hidup kita lebih baik dan jadi berkat bagi orang lain. Baca selanjutnya »

December 6, 2013   Kategori : Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  belum ada komentar