Semua Karena AnugerahNya

Artikel oleh:

Semua Karena AnugerahNya

“Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15)

 

Pasal ini lebih banyak memuat silsilah yang mungkin saja membuat kita yang membacanya menjadi bingung.  Apa maksud dari satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting.

Hal itupun juga berlaku bagi pembacaan firman Tuhan yang kita baca hari ini. Jika kita melihat dari silsilah keturunan Yehuda, dimana dari suku tersebut Daud dilahirkan, dan dari suku tersebut pula nantinya Yesus diperanakkan. Kita akan dapatkan suatu hal yang sangat menarik.  Ketika Allah memilih orang-orang “kepercayaan-Nya” yang dipakai oleh Allah (Daud), Allah tidak pernah Baca selanjutnya »

May 26, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Chronicles (Renungan Alkitab dari Kitab Tawarikh)  belum ada komentar

Menjadi Ciptaan Baru

Artikel oleh:

Menjadi Ciptaan Baru

“Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya”. (Galatia 6 : 15)

 

Pada pasal terakhir ini Paulus menyimpulkan bahwa orang-orang yang memaksa jemaat Galatia untuk disunat adalah orang-orang yang memegahkan hal-hal lahiriah sebagai tanda kesalehan.  Mereka seolah ingin menyatakan bahwa keselamatan di dalam Kristus baru lengkap bila orang Galatia telah disunat. Ini kesalahan besar dan Paulus geram karenanya. Kekristenan jelas bicara tentang apa yang Allah lakukan bagi manusia dan bukan apa yang manusia kerjakan bagi Allah. Kekristenan bicara soal kasih karunia dan bukan ketaatan melakukan Taurat, karena untuk beroleh pembenaran dari Allah, orang hanya perlu percaya Kristus.

Paulus sendiri memiliki tanda-tanda lahiriah (ayat 17); namun, tanda lahiriah itu ada karena kesetiaannya memikul salib untuk melayani Tuhan. Paulus tidak bermegah atas tanda-tanda lahiriah tersebut. Bagi Paulus yang penting bukan tanda melainkan iman sejati yang ada di baliknya.  Ketika kekristenan hanya berhenti sebatas tanda lahiriah maka ada begitu banyak kerugian yang akan dialami oleh orang Kristen. Imannya akan mandek bahkan dalam bahaya mati karena tidak lagi menjadi dasar hidup kekristenannya. Yang muncul adalah kemunafikan. Dari luar kelihatan saleh, tetapi di dalam imannya keropos. Bagaimana mungkin kekristenan seperti Baca selanjutnya »

May 24, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Berbuatlah Baik!

Artikel oleh:

Berbuatlah Baik

“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik” (Galatia 6 : 10)

 

Kalimat “Selama masih ada kesempatan” berbicara tentang sisa usia manusia dan juga orang Kristen. Kapan kita memiliki kesempatan? Ya, sekarang dan sampai kita menghembuskan nafas terakhir. Lalu apa kontribusi kita selama ada kesempatan yang tersisa ini?   Apa saja yang perlu orang kristen ketahui selama masih ada kesempatan ini?

Yang harus kita lakukan yaitu: hidup yang selalu berbuat baik. Berbuat baik sesuai dengan etika dan hukum Kristus. “Berbuat baik” menurut dunia, jauh berbeda dengan “berbuat baik” menurut Allah. Berbuat baik menurut Allah selalu berbicara kebenaran. Perkataan dan tindakan selalu se jalan.  Perbuatan baik adalah hasil dari buah yang baik. Buah yang baik bersumber dari tanah yang baik (hati yang baik), tidak ada kepura-puraan (Matius 13:23).

Kepada siapa kita layak untuk berbuat baik?  Yakni, kepada semua orang, terutama kepada saudara seiman.  “Semua orang” berarti tanpa pengecualian. Apa pun sukunya, apa pun warna kulitnya, apa pun bahasa atau logatnya, apa pun karakternya, bagaimana Baca selanjutnya »

May 23, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Saling Menolong !

Artikel oleh:

Saling Menolong !

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. (Galatia 6 : 2)

 

Dalam komunitas Kristen pasti terdapat dua macam tipe orang percaya yaitu: yang rohani dan yang tidak rohani.  Orang-orang yang rohani biasanya mereka sungguh-sungguh menerapkan firman Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari dan selalu bersandar kepada Tuhan.  Sedangkan orang yang tidak rohani, biasanya mereka yang setengah hati mengamalkan kebenaran firman dalam hidupnya. Mereka yang tidak rohani ini menganggap enteng firman itu, sehingga ketika masalah atau percobaan datang dalam hidup mereka, maka iman mereka mudah goyah dan bisa mengalami kemerosotan. Hal itulah yang sering terjadi dalam masyarakat Kristen sejak dahulu sampai sekarang ini.

Dalam kenyataan hidup sekarang ini, kita banyak mendengar orang-orang Kristen disekitar kita yang tadinya sangat setia kepada Baca selanjutnya »

May 22, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Dipimpin Oleh Roh Kudus

Artikel oleh:

Dipimpin Oleh Roh Kudus

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Galatia 5 : 22 – 26)

 

Jika dalam renungan sebelumnya tentang “Perbuatan daging” yang harus dibuang dalam hidup orang percaya, maka kali ini yang dipaparkan adalah hal-hal yang baik, yang merupakan kebenaran rohani yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya.  Kebenaran ini disebut oleh Paulus sebagai “buah Roh”  yaitu:

  • Kasih:  (yaitu agape), memperhatikan dan berbuat baik untuk sesama tanpa alasan pamrih. Menyangkut perasaan maupun kemauan.
  • Sukacita: perasaan senang yang berlandaskan kasih, berkat dan janji Allah yang dimiliki oleh orang percaya dalam keadaan apapun.
  • Damai sejahtera: Ketenangan hati bersumber pada kesadaran bahwa seluruh kehidupan kita ada dalam tangan Allah.
  • Kesabaran: Yaitu ketabahan, panjang sabar, tidak mudah marah ataupun putus asa.
  • Kemurahan: tidak mau menyakiti orang lain atau menyebabkan penderitaan.
  • Kebaikan: bergairah akan kebenaran dan keadilan serta membenci apa yang jahat, yang terungkap dalam perbuatan baik.
  • Kesetiaan: orang yang layak dipercaya dan diandalkan serta loyalitas yang tinggi. Berpegang pada janji dan komitmen secara Baca selanjutnya »

May 21, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Katakan Tidak Pada Keinginan Daging!

Artikel oleh:

Katakan Tidak Pada Keinginan Daging

“Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh…” (Galatia 5 : 17)

          Kebebasan Kristen bukanlah kebebasan untuk berbuat sesuka hati dengan mengikuti kata hati yang jahat, tetapi suatu kebebasan untuk berjalan dalam kehidupan Roh. Roh Kudus yang akan memimpin atau membimbing keinginan orang percaya kepada perbuatan baik bukan perbuatan dosa.  Roh Kudus bekerja secara tersembunyi di dalam diri orang percaya dengan cara mengarahkan keinginan kita kepada hal atau perbuatan yang baik kepada sesama. Perbuatan baik tidak lagi tersembunyi melainkan nampak sebagai efek.

Mengapa hidup kita perlu dipimpin oleh Roh Kudus?  Perjuangan orang percaya adalah melawan keinginan untuk berbuat dosa. Roh Kudus yang tinggal di dalam diri orang percaya menjadi pribadi Allah yang langsung bermusuhan dengan keinginan perbuatan dosa itu. Oleh karena itu, orang yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah orang yang berjuang melawan keinginan untuk berbuat dosa Baca selanjutnya »

May 20, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Hidup Yang Merdeka

Artikel oleh:

Hidup Yang Merdeka

“Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih”. (Galatia 5 : 13 – 15)

 

Pernyataan Paulus yang mengatakan bahwa kuasa hukum Taurat telah berakhir dan kuasa anugerah telah datang, memungkinkan orang-orang pada waktu itu berkata: “Kalau demikian, maka aku akan dapat berbuat sesuka hatiku. Segala pengekangan telah terangkat, dan aku akan dapat memenuhi segala keinginanku sesuai kehendakku. Bukankah hukum Taurat telah tiada dan anugerah memberikan jaminan pengampunan”.  Tetapi menurut Paulus pada akhirnya toh tetap ada dua kewajiban yang harus dilakukan, yakni:

  • Yang pertama tidak tersurat tetapi tersirat dalam keseluruhan pemikirannya, yaitu kewajiban terhadap Allah. Kasih Allah kepada kita sebegitu besarnya, tetapi bukan berarti kita bebas berbuat sesuka hati kita. Kita tidak dapat menodai hidup yang telah ditebus oleh Allah dengan perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan hati-Nya.  Sebagai anak-anak-Nya, kita pun mempunyai kewajiban terhadap Bapa kita yaitu memuliakan nama-Nya sebagai rasa terimakasih kita terhadap keselamatan yang Baca selanjutnya »

May 19, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Iman Yang Menyelamatkan

Artikel oleh:

Iman Yang Menyelamatkan

“Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan” (Galatia 5 : 5)

 

Semua pengajaran Kristen harus melalui ujian kebenaran rasuli, yaitu apakah ajaran itu sesuai dengan berita asli yang disampaikan Kristus dan para rasul sebagaimana terdapat dalam PB?  Apakah ajaran itu menambahkan sesuatu yang tidak Alkitabiah kepada kebenaran Injil?  Kita tidak boleh menguji ajaran hanya dengan perasaan, pengalaman, hasil, mujizat ataupun apa yang orang lain katakan.  Alkitab adalah patokan kebenaran yang mutlak.

Berikut ini adalah hal-hal yang tidak dapat memenuhi syarat sebagai iman yang menyelamatkan?

  • Iman yang tidak sungguh-sungguh mengasihi.
  • Iman yang tidak sungguh-sungguh menaati Kristus.
  • Tidak menunjukkan perhatian yang besar pada pekerjaan Allah.
  • Tidak dengan aktif menolak dosa dan dunia.  “Dunia” yang dimaksudkan adalah sistem dunia yang dipromosikan Iblis. Segala Baca selanjutnya »

May 17, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Hanya Oleh Kasih

Artikel oleh:

Hanya Oleh Kasih

“Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka”. (Galatia 4 : 31)

 

Untuk meyakinkan jemaat Galatia yang telah berpaling dari ajaran Injil kasih karunia itu, maka Paulus mengingatkan mereka kembali tentang kisah Sara dan Hagar.  Secara allegoris, maka ada perbedaan antara Hagar dan Sara:

Kehidupan Hagar,

  • Menjadi kiasan perjanjian Lama dalam Hukum Taurat.
  • Karena ia adalah seorang hamba, maka semua keturunannya akan dilahirkan untuk diperhamba. Jadi, PL yang berpangkal tolak dari hukum Taurat itu akan menjadikan manusia hamba-hamba hukum Taurat.
  • Anak Hagar lahir hanya atas kehendak manusia; maka menaati hukum Taurat merupakan hal terbaik yang dapat dilakukan oleh Baca selanjutnya »

May 16, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar

Himbauan Kasih

Artikel oleh:

Himbauan Kasih

“Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu”. (Galatia 4 : 19)

 

Paulus sangat terharu bila mengingat perlakuan orang-orang percaya di Galatia terhadap dirinya pada waktu pertama kali ia mengunjungi mereka untuk memberitakan Injil. Sekalipun ia mengalami penderitaan badani, mungkin semacam penyakit ditubuhnya, tetapi mereka tetap menerimanya dengan senang hati.  Mereka tidak menghinanya ataupun merasa jijik terhadap dirinya, sebaliknya mereka menerimanya seperti menerima Yesus Kristus.

Dari ucapan dan perkataan Paulus, dapat disimpulkan bahwa betapa erat dan dekatnya hubungannya dengan jemaat Galatia pada masa lalu.  Kedekatan dan keintiman itulah yang merupakan kenangan dan pengalaman terindah antara dirinya dan orang percaya di Galatia. Hal itu merupakan suatu kebahagiaan yang sangat bernilai bagi Paulus.  Dimanakah kebahagiaan itu?  Dapatkah bahagia yang mereka rasakan bersama seperti itu terulang lagi?  Itulah yang menjadi tanda tanya dalam hati Paulus dan ia sampaikan kepada mereka.  Apakah karena kebenaran yang ingin diluruskannya, diakibatkan pemahaman dan praktek hidup mereka yang mulai salah itu, harus memutuskan hubungan baik mereka selama ini dan kemudian menganggap Paulus sebagai musuh mereka?  Kerinduan Paulus yaitu: jemaat Galatia yang telah terpisah dari Kristus dan hidup diluar kasih karunia dapat berbalik kembali kepada Injil Kristus yang sejati.  Dia mengatakan bahwa mereka memerlukan kelahiran rohani yang kedua kalinya yaitu dipulihkan kembali dari cara pandang Baca selanjutnya »

May 15, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Galatians (Renungan Alkitab dari Kitab Galatia)  belum ada komentar