7 Reasons The AG’S Centennial Celebration Inspired My Heart

Artikel oleh:

General Superintendent George Wood said the goal of the Assemblies of God Centennial in Springfield, Missouri, last week was to be a celebration, a revival, and to establish a strong vision for missions for the Fellowship for the next 100 years.

For me it was all this and more. The conference’s speakers, from around the world including a pastor from Iraq, inspired me. The worship and the altar calls touched me. The effective use of multi-media in the services and the attention to detail wowed me. I’ll even admit that I enjoyed one evening where they sang the songs I grew up with such as “All Hail The Power of Jesus Name” or Doris Akers’ “Sweet, Sweet Spirit,” “I’ll Fly Away” and many others.

I’ve written a lot recently online and in print about the Assemblies of God. But after coming home, I wanted to give this short report of seven reasons the AG100 event touched my heart:

  • In a world where secularism seems to be gaining ground and the church seems to be on the retreat, it seemed that the Assemblies of God is growing (a new church begins every 39 minutes) and has vision for the future. There even seems to be new life in the headquarters where the staff seems to have more of an attitude of service and focus on the vision to be the greatest evangelism force the world has ever known.
  • I was particularly impressed by an initiative coming out of the youth department called The Human Right. It emphasizes the need not only to fight for “human rights” in the traditional humanitarian sense, but for the “ultimate human right”‚ÄĒeveryone has to hear the gospel.
  • We had a booth and gave out copies of the special anniversary issue we did in August. If you missed that story, you can click here to read it. It is long‚ÄĒover 5,000 words. But it gives a Time-magazine type of journalistic look at the Assemblies. Like any other writer, I was able to only evaluate what is going on from my personal perspective of being fourth-generation AG and as an observer of the of the denomination as a journalist for more than half its existence.
  • The opportunity to connect with some key Assemblies leaders like Doug Clay, the General Treasurer, Sol Arledge, the headquarters’ COO, and Dr. Carol Taylor, the new president of Evangel University.
  • The chance to meet old friends such as David Grant (missionary to India) and friends of my parents going back to the 1940s such as missionary Doris Johnson (who at age 83 is still a missionary to Brazil)
  • An opportunity to connect with ministries we’ve covered such as Convoy of Hope and my longtime friend Hal Donaldson, one of its founders
  • A chance to make new friends like John Lindell, pastor of the largest church in Springfield‚ÄĒJames River Church‚ÄĒand to attend a dynamic service.

On a personal note, my trip to Springfield was a homecoming. I spent my first six years in Springfield and this was my first extended visit in decades. I even attended a three-and-a-half hour service at the church my father formerly pastored. It is now home to a Spanish Pentecostal Church called Mano del Cielo (Hand of Heaven).

Steve Strang is the founder and publisher of Charisma. 

August 30, 2014   Kategori : Berita Organisasi, Berita Terkini  belum ada komentar

MEMULIHKAN DAYA YANG HILANG

Artikel oleh:

MEMULIHKAN DAYA YANG HILANG

2 Raja-Raja 6:1-7

Iman Yang Menyelamatkan

Kisah dalam bacaan kita terjadi pada Abad 8 SM.

Saya yakin, Bp/Ibu sekalian ingat siapa Elisa.  Elisa adalah murid Nabi Elia. Ketika Elia diangkat ke Surga dengan kereta kuda berapi, Elisa dipilih Tuhan menjadi pengganti Elia. Tuhan sangat memberkati pelayanan Elisa. Tuhan memberikan Roh Kudusnya dengan porsi ganda. Pelayanan kenabian Elisa berlangsung selama 50 tahun dan pelayanannya ditandai dengan banyak mukjizat. Mukjizat tersebut antara lain terjadi pada kisah dalam bacaan kita hari ini dengan membuat kepala kapak muridnya muncul dari dasar sungai.

Marilah kita simak latar belakang dari kisah dalam bacaan kita.

Ada satu grup murid-murid atau siswa muda yang tinggal di dalam sebuah seminari. Mereka sedang belajar Theologi dari Nabi Elisa.

Bacaan kita pada 2 Raja-Raja 6 dimulai dengan penjelasan tentang masalah yang sedang dihadapi oleh para siswa muda yang tinggal di seminari tersebut.

Bangunan yang mereka tempati sudah semakin sesak. Karena itu para siswa itu meminta izin dari guru mereka, Elisa, untuk pergi ke tepi Sungai Yordan yang banyak ditumbuhi pohon supaya mereka bisa membangun seminari yang lebih luas. Rencananya adalah setiap siswa akan menebang satu balok kayu atau satu batang kayu untuk perluasan seminari mereka.

Nabi Elisa berkata: ‚ÄúGagasan kalian tampaknya bagus, ayo laksanakan!‚ÄĚ

Karena tidak mau pergi tanpa didampingi oleh guru mereka, salah seorang siswa seminari tersebut berkata kepada Elisa, ‚ÄúApakah engkau bersedia pergi bersama kami?‚ÄĚ

Maka Elisa dan para siswa muda itu pergi ke tepi Sungai Yordan untuk mencari kayu yang akan dipakai untuk membangun seminari baru.  Ketika mereka sampai, mereka segera mulai bekerja menebang pohon.

Ketika sedang sibuk menebang pohon, tiba-tiba kepala kapak salah seorang siswa lepas dari tangkainya dan melayang ke udara lalu jatuh ke air dan tenggelam ke dalam Sungai Yordan. Siswa muda ini kehilangan kepala kapaknya.

Bp/Ibu, kepala kapak adalah bagian kapak yang sangat penting. Tanpa kepala kapak siswa itu tidak dapat lagi menebang pohon. Ia kehilangan  daya / kemampuan dalam melakukan pekerjaannya, ia tidak lagi memiliki daya / kemampuan untuk memotong kayu.

Bp/Ibu, kini saya akan beralih sejenak pada suatu kisah yang lain.

Setelah Perang Dunia II berakhir, suatu grup siswa dari Jerman bergabung sebagai relawan untuk membantu membangun kembali sebuah Kathedral di London. Gereja itu rusak parah karena bom. Para relawan itu berhasil merekonstruksi sebagian besar gedung Kathedral, kecuali sebuah patung yang terserak berupa potongan-potongan kecil. Patung itu adalah sebuah patung Yesus Kristus dari pualam, yang sedang berdiri dengan tangan terentang. Prasasti dibawah patung itu memuat tulisan: ‚ÄúDatanglah kepada-Ku.‚ÄĚ Para relawan berhasil menemukan dan merekonstruksi patung itu, kecuali tangannya, yang sudah betul-betul hancur. Karena itu ketika selesai, mereka dapat menghasilkan sebuah patung Yesus dengan lengan terentang tetapi tanpa tangan. Mereka tidak dapat memutuskan apa yang akan diperbuat, membuat tangan baru atau membiarkannya tanpa tangan? Pada akhirnya mereka memutuskan untuk membiarkan patung itu tanpa tangan.

Bp/Ibu, kalau sekarang kita pergi ke London, kita dapat melihat patung Yesus dari pualam itu ¬†sedang berdiri tanpa tangan. Namun para relawan itu mengubah prasastinya. Sekarang pada prasasti itu tertulis, ‚ÄúDia tidak memiliki tangan tetapi ada tangan-tangan kita.‚ÄĚ

Bp/Ibu, tulisan pada prasasti itu adalah sebuah kebenaran. Ketika Yesus berada di bumi, Dia melayani dengan tubuh jasmani-Nya, tetapi sejak Dia kembali ke Surga, Dia melayani dengan tubuh rohani, yaitu Tubuh Kristus yang adalah Gereja!  Bp/Ibu, kita sekalian adalah anggota Gereja. Karena itu kita sekarang menjadi tangan-tangan Tuhan untuk mengerjakan pekerjaan-Nya di bumi.

Sebagian besar Bp/Ibu yang hadir disini sudah terlibat dalam pekerjaan Tuhan.  Bp/Ibu patut berbesar hati karena sudah  mendapat kehormatan bisa terlibat dalam membangun Kerajaan Allah. Pertanyaannya adalah, apakah Bp/Ibu pernah atau barangkali sedang mengalami kehilangan daya dalam melayani Tuhan?

Apakah Bp/Ibu pernah atau sedang kehilangan efektivitas dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan?

Apakah ada di antara Bp/Ibu pada masa lalu pernah melayani dengan kekuatan dan semangat penuh sehingga keeping-keping kayu berterbangan ke segala arah, menebang pohon demi pohon, untuk membangun kerajaan Allah?  Lalu kemudian Bp/Ibu kehilangan daya atau kuasa dalam pelayanan ?

Dahulu mungkin orang-orang selalu mendapat kesembuhan ketika Bp/Ibu mendoakannya

Dahulu mungkin orang-orang selalu mendapat jalan keluar ketika meminta counseling pada Bp/Ibu

Dahulu mungkin orang-orang selalu merasakan adanya urapan dalam pujian dan penyembahan ketika Bp/Ibu menjadi WL

Dahulu mungkin orang-orang selalu merasa diberkati melalui kotbah  Bp/Ibu.

Sekarang, beberapa di antara Bp/Ibu mungkin sudah kehilangan daya atau kuasa untuk melakukan semua hal itu lagi.

 

Jika Bp/Ibu sudah kehilangan daya dan efektivitas bagi Tuhan, maka Bp/Ibu perlu meminta pertolongan Tuhan untuk memperolehnya kembali.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah dalam bacaan kita pagi ini yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mendapatkan kembali daya dan efektivitas kita dalam pelayanan.

  1. 1.       Mengakui bahwa kita kehilangan daya

Langkah pertama yang dilakukan oleh siswa muda itu adalah mengakui bahwa ia tidak lagi mempunyai daya, karena kepala kapaknya sudah terlepas dari tangkainya,  terbang, lalu jatuh dan tenggelam ke dalam Sungai Yordan.

Siswa itu sedang sibuk melakukan pekerjaan yang penting, tetapi tiba-tiba ia kehilangan daya atau kemampuannya untuk menebang.

Mengakui  bahwa kita mengalami masalah adalah langkah pertama, dan seringkali menjadi langkah yang paling sulit.

Kita dapat melihat banyak contoh di sekeliling kita bahwa mengakui sedang mengalami masalah adalah langkah pertama dalam proses pemulihan.

Sebagai contoh, langkah pertama dalam program pemulihan pecandu narkoba adalah pecandu itu harus mengakui bahwa ia mengalami masalah dengan narkoba.

Siswa muda itu bisa saja bertindak lain, tidak mengakui bahwa dirinya mengalami masalah.

Ia bisa saja bertindak sebaliknya. Ia gembira karena kehilangan kepala kapaknya, sehingga ia dapat menggunakan peristiwa ini sebagai alasan untuk berhenti menebang pohon. Ia dapat mencari tempat yang nyaman dan teduh di bawah pohon yang rindang, sambil minum aqua, ia bisa mengawasi teman-temannya menyelesaikan semua pekerjaan.

Di lain pihak, ia dapat saja menolak untuk mengakui bahwa ia kehilangan kepala kapaknya. Ia dapat saja berkata, ‚ÄúMasalah apa, aku tidak mempunyai masalah.‚ÄĚ

Ia dapat saja terus mengayunkan tangkai kapaknya, tanpa kepala kapak, melakukan gerakan seperti menebang pohon, membuat kebisingan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Bp/Ibu, perhatikan ayat 5b, disitu siswa muda itu berkata: ‚ÄĚWahai tuanku! Itu barang pinjaman!‚ÄĚ

Kapak logam adalah barang langka pada abad 8 SM, karena itu harganya sangat mahal. Orang ini adalah seorang siswa seminari, tentu saja tidak memiliki banyak uang. Karena itu jika tidak ada orang yang meminjamkan kapak kepadanya, ia tidak akan dapat bekerja menebang pohon.

Apakah Bp/Ibu pernah merenungkan sebuah kenyataan bahwa semua kemampuan kita, semua sumber daya dan semua talenta serta kuasa Tuhan di dalam diri kita adalah pinjaman?

Semuanya itu dipinjamkan oleh Tuhan kepada kita. Karena itu ingatlah bahwa Tuhan belum memberi izin kepada kita untuk berhenti bekerja bagi Dia sampai kita memasuki masa istirahat yang disediakan bagi kita di Surga.

Jika kita telah kehilangan daya dan efektivitas kita dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengakui bahwa kita mempunyai masalah.

  1. 2.       Menentukan lokasi dimana kita kehilangan daya

Apakah Bp/Ibu pernah mengalami kehilangan barang?

Banyak orang sering mengalami kehilangan kunci motor atau kunci mobilnya. Mereka mencari di setiap sudut rumah supaya mereka bisa segera berangkat ke tempat yang sudah direncanakannya.

Ketika kita mendengar seseorang kehilangan kuncinya, maka pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan kepada mereka, adalah, “apakah anda ingat di mana anda berada ketika anda memegang kunci itu terakhir kalinya?

Elisa juga mengajukan pertanyaan yang sama pada ayat 6: ¬†‚ÄúKe mana jatuhnya?‚ÄĚ

Berdasarkan pengalaman, Bp/Ibu tahu, bahwa cara terbaik untuk menemukan sesuatu yang hilang, adalah dengan mengingat-ingat di mana terakhir kalinya Bp/Ibu memegangnya.

Siswa muda ini tidak membuat rencana untuk menghilangkan kepala kapak, kejadiannya adalah tiba-tiba.

Bukankah hal yang sama terjadi juga pada diri kita?

Dalam perjalanan hidup kita, ada kecenderungan di mana kita kehilangan kontribusi dalam membangun kerajaan Allah. Dan seperti siswa muda dalam bacaan kita, kita sebenarnya tidak merencanakan hal itu terjadi.

Hal yang sama bahkan terjadi juga pada Rasul Petrus dalam Perjanjian Baru.

Petrus berkata kepada Yesus, ‚ÄúBiarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.‚ÄĚ

Lalu pada suatu pagi, Petrus yang setia,  menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok!

Bp/Ibu, jika kita tiba pada suatu titik dimana kita kehilangan daya atau efektivitas dalam melakukan pekerjaan Tuhan, kita perlu ingat bahwa daya atau kuasa kita tertinggal di suatu tempat dimana kita memilikinya untuk terakhir kalinya.  Kita harus mau mengakui kegagalan kita.

Kita mungkin perlu menanyakan beberapa pertanyaan lainnya juga, misalnya mengapa kita kehlangan daya atau kuasa rohani dalam melakukan pekerjaan Tuhan?

Apakah hal itu disebabkan karena aku keluar dari Sekolah Minggu, karena aku berpikir bahwa Sekolah Minggu tidak penting?

Apakah hal itu disebabkan karena aku sudah tidak pergi lagi ke ibadah raya secara teratur di gereja setiap Minggu?

Apakah hal itu disebabkan  karena aku marah kepada seseorang, atau mungkin merasa iri kepada seseorang?

Apakah Bp/Ibu kehilangan daya atau kuasa dalam pelayanan karena Bp/Ibu tidak lagi berdoa atau tidak lagi membaca Firman Tuhan secara teratur?

Apakah Bp/Ibu kehilangan efektivitas bagi Tuhan karena Bp/Ibu enggan untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan kepada seseorang

Apakah Bp/Ibu kehilangan kuasa karena ada beberapa dosa pribadi yang mengikat Bp/Ibu

Atau apakah Bp/Ibu kehilangan efektivitas bagi Tuhan karena Bp/Ibu belum pernah menggunakan sebagian talenta atau sumber daya Bp/Ibu bagiTuhan?

 

Jika Bp/Ibu memiliki keberanian untuk mengevaluasi kehidupan rohani pribadi, Bp/Ibu dapat menemukan di mana dan mengapa Bp/Ibu kehilangan daya atau kuasa dalam pelayanan bagi Tuhan

Bp/Ibu perlu melakukan self-assessment atau penilaian sendiri terhadap kehidupan rohani pribadi Bp/Ibu.

Ketika siswa muda dari seminari itu kehilangan daya potongnya, ia pertama-tama memiliki keberanian untuk mengakui fakta bahwa ia tidak lagi memiliki daya atau kuasa.

Lalu ia menentukan lokasi yang tepat dimana ia kehilangan daya itu.

  1. 3.       Berpartisipasi dalam proses pemulihan daya

Elisa bukanlah seorang tukang sulap, ia adalah nabi Tuhan yang terpilih.

Kuasa Elisa untuk membuat mukjizat bukanlah kuasa milik pribadinya, kuasa itu berasal dari Tuhan.

Karena itu, mukjizat dari Elisa bukan hanya menunjukkan Elisa peduli dengan masalah siswa muda itu, tetapi yang lebih penting, mukjizat ini memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan sangat peduli.

Mukjizat ini mengilustrasikan beberapa kebenaran dasar tentang Tuhan.

Pertama, Tuhan sangat peduli dengan Bp/Ibu pribadi lepas pribadi.

Ada sekelompok siswa muda yang sedang menebang pohon pada hari itu, tetapi Tuhan mengambil waktu untuk membantu seorang siswa yang sedang mengalami masalah.

Tuhan sangat peduli dengan setiap individu.

Kita lihat dalam pengajaran Yesus tentang Domba yang hilang, Uang Logam yang hilang, dan Perumpamaan Anak yang Hilang.

Bp/Ibu dan saya berharga bagi Tuhan!

Kita begitu berharga sehingga kita diciptakan menurut rupa Allah!

Kebenaran lain disini adalah bahwa dengan Tuhan tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk mendapat perhatian Tuhan.

1 Petrus 5:7 mengatakan: ‚ÄúSerahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.‚ÄĚ

Apakah Bp/Ibu memiliki suatu masalah atau keprihatinan pada hari ini?

Apakah Bp/Ibu sudah menyerahkan masalah atau keprihatinan tersebut kepada Tuhan?

Seorang siswa mengalami kehilangan kepala kapak, tampaknya bukan suatu masalah besar, tetapi Tuhan menganggapnya sebagai masalah besar.

Tuhan tidak hanya peduli dengan pribadi Bp/Ibu, tetapi juga peduli dengan masalah-masalah Bp/Ibu. Tuhan akan membantu Bp/Ibu menyelesaikan masalah Bp/Ibu yang pada gilirannya akan mengembalikan hormat dan kemuliaan bagi Tuhan.

Tuhan akan memberikan solusi yang akan mengapung di permukaan!

Marilah kita simak apa yang dilakukan oleh siswa muda ini untuk memperoleh kembali kuasanya!

Pekerjaan siswa itu tidak berakhir ketika ia mengakui bahwa ia mempunyai masalah, dan tidak berakhir ketika ia mencari bantuan dari nabi Elisa.

Elisa memiliki kuasa, sebuah karunia rohani dari Tuhan, untuk membuat kepala kapak mengambang di permukaan air, lalu terbang ke udara dan melekat kembali pada gagang kapak. Tetapi ia tidak melakukan hal itu. Apa sebabnya?

Tuhan ingin agar anak muda itu terlibat dalam pemulihannya sendiri, untuk berpartisipasi dalam pemulihannya!

Tuhan ingin agar dia bertindak, mengulurkan tangannya dan mengambil sendiri kepala kapak itu.

Jujurlah terhadap diri Bp/Ibu sendiri pagi ini.

Lakukan penelaahan secara serius terhadap daya atau kuasa yang Bp/Ibu miliki dalam melakukan pekerjaan Tuhan.

Apakah Bp/Ibu sudah terbawa arus semboyan dari dunia ini ketika memilih gereja? Semboyan dari dunia ini adalah: ‚ÄúApa yang bisa dilakukan oleh gereja bagiku?‚ÄĚ

Terlalu banyak orang Kristen yang memandang gereja lokal sebagai tempat dimana ia akan dilayani, bukan memandang gereja sebagai tempat untuk melayani.

Banyak orang Kristen hari ini melihat gereja dan berkata, ‚ÄúProgram apa yang kau punya untukku dan keluargaku, dan jika anda tidak mempunyai program atau pelayanan yang aku sukai, aku akan mencari gereja lain yang dapat memenuhi kebutuhanku.‚ÄĚ

Tuhan akan membantu kita untuk kembali ke atas pelana pelayanan pribadi kita dan berpegang pada efektivitas kita.

Bacaan kita pagi ini adalah suatu kisah yang luar biasa. Tetapi apakah Bp/Ibu tahu bahwa sebenarnya siswa muda ini dapat menghindarkan semua masalah yang terjadi jika dia sesekali memeriksa keadaan kapaknya.

Jika ia memeriksa kapaknya apakah terikat dengan baik pada gagangnya ia akan mengetahui ketika ia menjadi longgar, dan ia dapat segera memperbaikinya supaya ia tidak membuang waktu kerjanya.

Kita juga perlu memeriksa peralatan rohani kita secara reguler.

Kapan terakhir kali Bp/Ibu melakukannya?

Jika Bp/Ibu memeriksa persediaan rohani Bp/Ibu secara reguler, Bp/Ibu dapat melakukan penyesuaian-penyesuaian kecil sambil terus melayani Tuhan.

Iblis berharap Bp/Ibu tidak melakukan pemeriksaan terhadap kehidupan rohani Bp/Ibu sampai proses pemulihannya menjadi terlalu mahal dan sudah terlalu banyak kerusakan yang terjadi. Tetapi saat ini belum terlalu terlambat bagi Bp/Ibu untuk melakukan perbaikan yang diperlukan.

Bp/Ibu sekalian, percayalah, Tuhan ingin agar kalian  menjadi hamba yang efektif di dalam Kerajaan-Nya.

Periksalah kepala kapak yang dipakai Bp/Ibu untuk melakukan pelayanan rohani dan pastikan semuanya dalam keadaan baik, khususnya yang menyangkut hubungan Bp/Ibu  dengan Tuhan.

Pastikan Bp/Ibu tidak sedang mengayun-ayunkan hanya gagang kapak tanpa kepala kapaknya.

Lakukan pemulihan yang diperlukan dengan cara yang kita pelajari pagi ini. Akuilah bahwa Bp/Ibu sedang mengalami kehilangan daya, Ingat-ingatlah dimana dan mengapa Bp/Ibu kehilangan daya, dan berpartisipasilah dalam proses pemulihan daya.

Setelah melalui proses pemulihan, kembalilah bekerja di ladang Tuhan.

 

By Inawaty Suwardi

August 30, 2014   Kategori : Bahan Khotbah  belum ada komentar

RAHASIA KEBERANIAN NABOT

Artikel oleh:

RAHASIA KEBERANIAN NABOT

(I Raja-Raja 21 : 1-16)

002-naboth-ahab

 

‚Äʬ†¬†Syalom… Bapak, ibu, sdr/i jemaat yang setia berbakti kepada Tuhan.¬†¬†¬†Hari ini adalah minggu keempat dibulan Agustus 2014, bulan kemerdekaan dimana bangsa Indonesia minggu lalu¬†¬†¬†memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 69.¬†¬†Setiap tanggal 17 Agustus kita melakukan upacara kenaikan bendera merah putih, yang selalu diikuti dengan pembacaan teks Pembukaan UUD‚Äô45.¬†¬†Dan teks tersebut dimulai dari kalimat ‚ÄúBahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah¬†hak segala bangsa! Dan karena kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa termasuk bangsa Indonesia sendiri, maka hak itulah yang mendasari para pendahulu, para pahlawan kita untuk merebut dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

 

‚Äʬ†Firman Tuhan hari ini dalam tema bulanan¬†‚ÄúStay Courageous‚Ä̬†atau tetaplah berani yang terfokus pada kitab I & II Raja-Raja, maka saya memberi judul yaitu :¬†‚ÄúRAHASIA KEBERANIAN NABOT‚ÄĚ,

 

‚Äʬ†Keberanian Nabot dalam mempertahankan kebenaran adalah lebih dari pada semangat perjuangan para pendahulu kita.¬†¬†Keberanian Nabot itu lebih dari semangat yang ada di dada setiap pendahulu bangsa ini ketika mereka merebut haknya, yaitu hak kemerdekaannya, seperti yang tertuang dalam kalimat pembuka dari teks pembukaan UUD‚Äô45¬†‚ÄúBahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa‚ÄĚ

 

‚Äʬ†Itu sebabnya, jika kita melihat warna bendera bangsa kita yang disebut Sang Saka Merah Putih, ini merupakan julukan kehormatan terhadap bendera Merah Putih negara Indonesia. Warna merah dan putih melambangkan keberanian dan ketulusan pahlawan bangsa dalam mempertahankan ibu pertiwi yang merupakan nyawa bagi suatu bangsa.¬†Merah berarti berani, putih berarti suci. Bahkan sejarahwan mengatakan bahwa merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.

 

‚Äʬ†Tetapi rahasia keberanian yang menjadi tema firman Tuhan pagi ini adalah mengungkapkan tentang seorang yang bernama Nabot orang Yizreel yang mempunyaikeyakinan akan kesanggupan Tuhan serta kerelaan menerima kehendak Tuhan.¬†Keberanian inilah yang membuat Nabot tidak takut menghadapi masalah apa pun demi mempertahankan¬†¬†imannya kepada Tuhan.

 

‚Äʬ†Dalam peristiwa kebun anggur Nabot yang baru saja kita baca, sebenarnya menurut saya ini semua dimulai dari suatu ketidakpuasan atau ketamakan dimana ada keinginan terhadap sesuatu yang menjadi milik orang lain.¬†¬†Ahab sebenarnya adalah seorang raja, dan karena dia raja, maka saya yakin dia pasti kaya dan di sekitar istananya sendiripun mempunyai tanah yang luas.

 

‚Äʬ†Kalau saudara perhatikan, dikatakan bahwa ini adalah istananya Ahab di Yizreel, sedangkan pada waktu itu Ahab adalah raja Samararia dan ibukota Samaria adalah Samaria, sehingga pasti Ahab mempunyai istana lain di Samaria.¬†Dan Istana Ahab di Yizreel adalah istana keduanya.¬†¬†Tetapi apa yang sudah ia miliki, berapapun istana yang Ahab miliki, itu tidak membuatnya ia puas. Ia masih menginginkan milik orang lain, yaitu kebun anggur milik Nabot…

 

‚Äʬ†Saudaraku, hati2¬†dengan sikap tamak, sikap yang tidak puas, tidak mensyukuri apa yang Tuhan telah berikan kepada kita.¬†¬†Karena mestinya kita selalu harus bersyukur bukan sebaliknya merasa kurang, kurang dan kurang bahkan punya keinginan akan milik orang lain.¬†¬†¬†¬†Ketika saya membaca ayat demi ayat dari firman Tuhan ini, Tuhan mengingatkan kepada saya pribadi, kepada keluarga saya, untuk melihat perbuatan2¬†yang Tuhan sudah lakukan bagi kami. Sehingga membuat saya, membuat kami se- keluarga¬†¬†bersyukur kepada Tuhan… Syukur kepada Tuhan…

 

‚Äʬ†Bapak/ibu… Kalau kita lihat, Ahab itu mendatangi Nabot dan menyatakan keinginannya untuk membeli atau menukar kebun anggur Nabot dengan kebun anggur lain yang lebih baik.¬†¬†Hal ini sebenarnya dalam dunia bisnis, bahwa apa yang Ahab lakukan ini tidak salah.¬†¬†Ia bukannya ingin merampok kebun anggur Nabot itu, tetapi ia mau membelinya atau menukarnya dengan kebun anggur lain.¬†¬†Dan ini merupakan suatu negosiasi bisnis yang sah, yang lumrah dan biasanya terjadi.

 

‚Äʬ†Tetapi, suatu tawaran, suatu solusi yang ditawarkan oleh Izebel yang adalah isterinya Ahab itu sendiri dengan mempropagandakan hukum di Israel pada waktu itu.¬†¬†Izebel menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua2¬†dan pemuka2¬†yang diam sekota dengan Nabot.¬†¬†Dengan menyuruh rakyatnya¬†“Maklumkanlah puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat serta menghadirkan dua orang dursila sebagai saksi palsu dengan mengatakan bahwa Nabot telah mengutuk Allah dan raja., dan karenanya lemparilah dia dengan batu sampai mati.‚Äú

 

‚Äʬ†Bapak/ibu, banyak teolog menyimpulkan bahwa aktor dibalik kematian sadis Nabot adalah Izebel istrinya raja Ahab.¬†¬†Sehingga kadang2 kaum muda berkata iiii…zebel deeeh.. Tetapi saya pribadi menyimpulkan lain, dimana karena Ahab seorang raja, seorang kepala keluarga, bahkan keluarga istana waktu itu, dialah yg paling bertanggung-jawab thdp kematian Nabot.¬†¬†Karena apa…?

 

PERTAMA:¬†kalau kita telusuri ke belakang, ternyata memang Ahab diperkenalkan dalam alkitab, I Raja2¬†16:30-31 dengan kalimat yang mengejutkan yaitu: (30)¬†‚ÄúAhab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya‚ÄĚ.¬†¬†Disini Ahab dibedakan sebagai orang yang paling jahat yang pernah memerintah atas Israel. Dalam ayat (31) dikatakan:¬†‚ÄúSeakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa2¬†Yerobeam bin Nabat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi istrinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya.

 

KEDUA:¬†karena Ahab pada saat ditolak tawarannya oleh Nabot, dia menunjukan suatu ekspresi yang salah dan memancing Izebel istrinya untuk merencanakan yang jahat terhadap Nabot. Dalam ayat 4 dikatakan:¬†‚ÄúLalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: “Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku.”Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.

 

‚Äʬ†Saudara, sikap Ahab ini juga menjadi pelajaran bagi kita bapak2, bagi saya dan kita setiap kepala keluarga rajawali. Jangan sampai kita sebagai kepala keluarga, sebagai imam dalam keluarga sendiri , kita menunjukan ekspresi seperti orang yang tidak berpengharapan.¬†¬†Seperti Ahab yang hanya tidur2, mukanya murung, ngak mau makan. Saudara, apa sih yang menjadi kekurangan Ahab. Ia seorang raja, tinggal di istana, ia punya satpam,¬†¬†punya pengawal pribadi.

 

‚Äʬ†Apalagi berbicara tentang kecukupan pangan, pasti cukup dan tidak kekurangan makanan.¬†¬†Tetapi karena sikapnya yang murung itulah yang memancing emosi istrinya untuk memperbudak dirinya dan merencanakan untuk berbuat jahat di mata Tuhna.¬†¬†Itu sebabnya dalam ayat 25 dari kitab I Raja2 pasal 21 ini mengatakan:¬†‚ÄúSesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya‚ÄĚ.

 

‚Äʬ†Dengan kasih Tuhan, kepada bapak2, kepala2¬†keluarga rajawali saya ingin tekankan: tunjukanlah bahwa saudara adalah kepala, saudara adalah imam dalam keluarga.¬†¬†Dan sebagai kepala keluarga, sebagai imam dalam keluarga, kita harus bersikap kesatria, tunjukanlah bahwa saudara, bahwa kita ini pahlawan dalam keluarga, dan apapun yang terjadi dalam keluarga kita, itu semua adalah dibawah tanggung jawab kita bapak2¬†sebagai kepala keluarga.¬†¬†Amin…!

 

‚Äʬ†Bapak/ibu, saudara/i yang saya kasih dalam TYK, kembali kepada tema firman Tuhan yaitu ‚ÄúRahasia Keberanian Nabot‚ÄĚ yang telah ia lakukan melalui jawabannya kepada raja Ahab itu adalah¬†sungguh luar biasa. Dalam ayat 3 Nabot berkata kepada raja Ahab“Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!‚Äú

 

‚Äʬ†Ada dua hal yang mendasari rahasia keberanian Nabot dalam menolak tawaran raja Ahab yaitu pertama: (1) NABOT MENGANDALKAN TUHAN.¬†¬†Nabot sungguh mengandalkan kuasa Tuhan, itu sebabnya dalam menolak tawaran Ahab, Nabot menolaknya dengan cara yang sangat baik dan sangat rohani.¬†¬†Dia berkata:¬†“Kiranya TUHAN menghindarkan aku‚Ķ”

 

‚Äʬ†Nabot merasa dia adalah rakyat kecil, rakyat biasa yang tidak punya kekuatan apa2¬†untuk menghadapi raja Ahab dan dia perlu kuasa Tuhan. Itu sebabnya, ketika dia menolak tawaran raja Ahab, dia menolaknya bukan dengan mengandalkan kekuatan ataupun kemampuan dirinya sendiri yang memang tidak berdaya, melainkan dia mengandalkan Tuhan…¬†‚ÄúKiranya Tuhan Menghindarkan aku‚ÄĚ….¬†Ini doa disaat Nabot mengambil keputusan yang genting dan mendadak.

 

‚Äʬ†Di kantor pusat KKP tempat saya bekerja, PNS umumnya ber- latar belakang pendidikan dari pulau Jawa, dari IPB Bogor, UI, UGM, ITB, UNDIP… Sedangkan lulusan dari Universitas Samratulangi/ UNSRAT¬†¬†almamater sy sangat jarang bahkan hampir tidak ada.¬†¬†Saya bekerja bersama-sama dengan mereka yang beragama mayoritas di Indonesia dan sering menjadi pertimbangan untuk tidak di unggulkan kalau kita beragama non-muslim.¬†¬†Bahkan ada rumor yg saya dengar sendiri dari teman sy bahwa di satu kementerian sangat sulit karyawan kristen menjadi pejabat, karena menterinya dari partai tertentu yang tidak ingin pejabat dari kalangan kristen.

 

‚Äʬ†Tidak ada yang bisa saya andalkan, dari latar belakang almamater, dari suku bahkan agamapun. Tetapi bapak/ibu,¬†Saya punya Tuhan Yesus yg saya andalkan, karena Dia lebih tinggi dari hanya sekedar almamater perguruan tinggi terkenal, Dia lebih tinggi dari apapun latar belakang manusia.

 

‚Äʬ†Setiap hari Kita pasti dihadapkan pd tawaran2¬†dunia di sekitar kita, yang dalam kenyataannya bisa berhadapan langsung dengan kita, bisa melalui angan2¬†pikiran kita, bisa melalui bisikan teman kerja kita, bisa melalui bisikan keluarga kita ataupun bisikan istri kita sekalipun.¬†¬†Tetapi jawaban Nabot ini, menjadi acuan kita untuk menolak segala tawaran dunia yang akan menjerumuskan kita dalam dosa…¬†“Kiranya Tuhan menghindarkan aku”

 

‚Äʬ†ini adalah doa, ini adalah permohonan Nabot kepada Tuhan di depan raja Ahab, agar supaya ia dihindarkan Tuhan untuk mengikuti keinginan raja Ahab.¬†¬†Saudara, sementara saya menyiapkan kotbah ini, saya juga berdoa kepada Tuhan.¬†¬†Tuhan… ada banyak tawaran2¬†dunia yang sebenarnya akan menjerumuskan saya kepada perbuatan yang melanggar kehendak-Mu.¬†¬†Dan puji syukur, Tuhan selalu mengingatkan kembali kepada saya untuk mengandalkan Dia.

 

‚Äʬ†Saya berdoa kiranya roh-Nya yang kudus akan menjadi filter iman yang kuat dalam diri saya dan keluarga ketika kami menghadapi tawaran2¬†dunia ini.¬†¬†Saya juga berdoa buat keluarga2 rajawali Tuhan di sini, agar roh-Nya yang kudus akan selalu membentengi kita ketika menghadapi tawaran2 dunia yang akan menjerumuskan kita dalam dosa.¬†¬†Karena sesungguhnya,¬†kita tidak punya kekuatan apa2¬†tanpa Tuhan,…! kalau bukan Tuhan mungkin saudara dan saya tidak seperti sekarang ini, mungkin kita hidup bergelimang dengan dosa…

 

‚Äʬ†Kita bisa kelihatan seperti orang kaya, kita bisa kelihatan seperti diberkati, tetapi hati kita sebenarnya kosong…tidak ada damai, tidak ada sukacita, ketika kita tidak mengandalkan Tuhan.¬†¬†Saya sedang berbicara kepada¬†¬†anak muda, ditengah-tengah persaingan pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan IT yang sangat cepat dan saudara harus belajar dan belajar untuk meningkatkan kompetensi saudara, saya mengingatkan agar… marih andalkan Tuhan…

 

‚Äʬ†Bahkan Yeremia dalam kitabnya pasal 17:5 ‚Äď 6 mengatakan:¬†(5) ‚ÄúBeginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!¬†¬†(6) Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

 

‚Äʬ†Tetapi sebaliknya kata Yeremia dalam ayat 7 ‚Äď 8:¬†(7) ‚ÄúDiberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (8) Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

 

‚Äʬ†Yang kedua, apa rahasia sehingga Nabot berani menolak tawaran raja Ahab yaitu: (2) NABOT MENAATI FIRMAN TUHAN.¬†¬†Nabot adalah seorang yang taat pada Firman Tuhan.¬†¬†Nabot tahu bahwa¬†Tuhan melarang penjualan tanah pusaka, Tuhan melarang penjualan tanah warisan dan itu sebabnya dia menolak tawaran raja Ahab.

 

‚Äʬ†Nabot tidak sedang berpikir yang penting kebun anggurnya diganti dengan kebun yang lain yang lebih bagus, Nabot tidak sedang berpikir bisnis, yang penting dia dapat uang ganti rugi yang lebih banyak dari harga kebunnya sendiri.¬†¬†Tetapi Nabot sedang menunjukan kepada Ahab bahwa menaati firman Tuhan itu adalah harga mati! Dan… tidak bisa diganti dengan harta apapun. Menaati firman Tuhan tidak dapat dikalahkan dengan ancaman, …sekalipun dia harus mati dilempari dengan batu …

 

‚Äʬ†Dan kalau kita telusuri sebenarnya, Ahab sendiri sebagai raja bangsa Israel pada waktu itu pasti tahu tentang larangan Tuhan dalam hal jual-menjual tanah pusaka… tanah warisan.¬†Tetapi bagi Ahab, larangan itu hanyalah seperti huruf mati, namun bagi Nabot itu adalah kenyataan yang hidup, itu adalah firman Tuhan yang harus di taati.

 

‚Äʬ†Dalam kitab Bilangan pasal 36 : 7-9 firman Tuhan kepada bangsa Israel berbunyi:(7)¬†‚ÄĚSebab milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusaka suku nenek moyangnya. (8)¬†Jadi setiap anak perempuan di antara suku-suku orang Israel yang telah mewarisi milik pusaka, haruslah kawin dengan seorang dari salah satu kaum yang termasuk suku ayahnya, supaya setiap orang Israel mewarisi milik pusaka nenek moyangnya. (9)¬†Sebab milik pusaka itu tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi suku-suku orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusakanya sendiri.‚Äú¬†¬†Itu sebabnya bagi Nabot, Menaati firman Tuhan tidak dapat dikalahkan dengan sekedar tukar guling kembun anggur ataupun ancaman hukuman mati.

 

‚Äʬ†Saya senang dengan wakil gubernur DKI yang isyah Allah akan menjadi gubernur yaitu pak Ahok.¬†¬†Di suatu konferensi pers dia mengatakan:¬†¬†“Anda harus berani tidak terima suap, Anda harus taat konstitusi, Anda harus berani mati demi konstitusi.¬†¬†Itu baru namanya presiden,”¬†¬†¬†Pada kesempatan yang lain juga, pak Ahok dengan bahasanya yang has dalam membela rakyatnya, dia dengan berani mengatakan:¬†“Ya kalau kita mati, ya untung, semua orang mati bawa nama, kita akan dikenang sebagai orang dibunuh gara-gara belain rakyat‚ÄĚ.

 

‚Äʬ†Dalam suratnya kepada Jemaat di Pilipi, (Pilipi 1:21) Rasul Paulus juga mengatakan:‚ÄúKarena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan‚ÄĚ.

 

‚Äʬ†Ini berarti bahwa ketika kita hidup, dan kehidupan kita tetap ada di dalam Kristus, kehidupan kita lebih menaati firman Tuhan, dari pada menerima tawaran dunia yg menyesatkan, maka kematian itu adalah keuntungan, karena dibalik kematian itu, kita akan mewarisi kehidupan yang kekal bersama Kristus.¬†¬†Dan saya yakin pak Ahok pasti tahu tentang hal ini, sehingga setiap statmennya yang berani itu bermakna rohani serta alkitabia.

 

‚Äʬ†Aiden Wilson Tozer yang lahir pada tanggal 13 Desember 1901 dan meninggal pada tanggal 12 Mei 1963 adalah seorang pendeta, penginjil dari Amerika dan¬†¬†juga seorang penulis buku2¬†rohani yang banyak memberkati para pembacanya.¬†¬†Salah satu bukunya yang berjudul ‚ÄúThe Pursuit Of God‚ÄĚ (mengejar Allah), Aiden Wilson Tozer¬†¬†mengatakan:‚ÄúManusia yang memiliki Allah sebagai milik pusakanya memiliki segalanya di dalam Dia. Harta dunia mungkin tidak akan membahagiakannya atau jika ia diijinkan untuk memilikinya maka kenikmatannya pun tidak akan memberikan kebahagiaan kepadanya. Atau jika ia harus merelakan harta dunianya, satu demi satu, ia tidak akan merasa kehilangan karena ia memiliki sumber dari segalanya di dalam Dia yang memberikan seluruh kepuasan, seluruh kesenangan dan seluruh kesukaan‚ÄĚ.

 

‚Äʬ†Kembali ke tema firman Tuhan hari ini, bapak/ibu…. rahasia keberanian Nabot yang dia sampaikan melalui ayat 3 dari kitab I Raja2¬†pasal 21 ini, sebenarnya sangat simple dan tidak¬†¬†telalu sulit untuk dimengerti, karena rahasia itu hanya berbicara tentang bagaimana seseorang yang hidupnya mengandalkan Tuhan dan menaati Firman Tuhan.

 

‚Äʬ†Tidak ada lagi kata2¬†yang ditulis dalam seluruh isi alkitab tentang perkataan lain yang keluar dari mulut seorang Nabot sendiri. Ucapan¬†¬†yg keluar dari mulut seorang Nabot Hanya satu ayat ini, tapi justru bermakna sangat luar biasa.¬†¬†Tidak ditulis bagaimana Nabot melakukan pembelaan terhadap propaganda yang dilakukan oleh Izebel pada waktu itu, karena dia tidak mendapat kesempatan untuk melakukan pembelaan.¬†¬†Dia langsung mati karena dilempari dgn batu.

 

‚Äʬ†Namun bapak/ibu keberanian Nabot ini membuat saya sangat percaya dan yakin walaupun setelah kematiannya Nabot tidak lagi diceritakan dlm pasal2 selanjtnya dari kitab Raja2, serta kitab lain dalam alkitab.¬†¬†Walaupun Nabot tidak menikmati hasil keberaniannya karena mempertahankan apa yang benar dihadapan raja Ahab.¬†¬†Tapi saya sangat yakin bahwa¬†Allah telah menempatkan Nabot di surga dalam kebun anggur-Nya yang kekal.¬†¬†Dia tidak lagi berpikir tentang kebun anggur dunianya, tentang kebun anggur milik pusakanya, karena dia telah berada di kebun anggur surgawi yang kekal di surga mulia.

 

‚Äʬ†Tetapi bapak/ibu… Keadilan Tuhan tetap berlaku di generasi selanjutnya dari Nabot¬†pada waktu itu.¬†¬†Dan dampak rohani dari keberanian Nabot itupun menurut saya tetap berlaku setelah kematiannya bahkan sampai saat ini… Yaitu melalui keadilan Tuhan yang ditunjukan bahwa pertama:

 

1)  DIA TUHAN YANG MENGAMPUNI KITA

 

‚Äʬ†Bapak/ibu, Tuhan kita memang Tuhan yang mengampuni… Walaupun raja Ahab, didalam perbuatan dosa2nya yang besar, tetapi ketika dia mendengar teguran Tuhan melalui nabi Elia, dan menyadari perbuatannya, maka Tuhan mengampuni Ahab.¬†¬†Dalam kitab I Raja2 21 : 27 ‚Äď 29 dikatakan:¬†(27)¬†‚ÄĚSegera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban. (28)¬†Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: (29)¬†Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya‚ÄĚ

 

‚Äʬ†Hati Tuhan itu memang sangat berbeda dengan hati manusia, bahkan hukum yang berlaku di negara manapun termasuk Indonesia pasti akan menghukum Ahab dengan hukuman yang berat bahkan bisa hukuman mati karena perbuatannya.

 

 

 

 

 

Kesaksian:

 

‚Äʬ†Beberapa hari yang lalu, terjadi pergantian pejabat di kantor kami… Direktur saya di pindah dan diganti dengan Direktur yang baru.¬†¬†Dalam sambutan pisah sambung, Direktur saya yang lama menyampaikan kesan dan pesan tentang prestasi¬†¬†setiap kepala Sub-Direktorat, termasuk saya.¬†¬†Satu demi satu kasubdit di komentari sampai pada gilirannya saya…

 

‚Äʬ†Beliau menyampaikan apresiasi yang telah dicapai di bidang pekerjaan saya, beliau mengatakan bahwa saya ini orang yang paling sabar di antrara bawahannya, sehingga beliau meminta maaf…¬†Memang saya merasa sering dimarahi, sering disakiti walaupun saya sudah bekerja keras dan dan loyal…¬†Tetapi karena¬†ada Tuhan dalam diri saya, ada Tuhan yang mau mengampuni… Sehingga setiap orang termasuk atasan saya, setiap peristiwa yang membuat hati saya tersakiti, marah dan kecewa… Itu akan terkubur di dalam pikiran dan hati saya.¬†Ketika orang itu sekali menunjukan sikap yang baik, maka seluruh perbuatan jeleknya secara otomatis terkubur dan saya hanya melihat hal2¬†yang baik dalam diri orang itu.

 

‚Äʬ†Bapak/ibu… Dia adalah Tuhan kita yang mengampuni… Ketika kita datang kepada Dia dengan membawa segala dosa2…. ketika kita mengaku dihadapanNya dan berjanji untuk tidak akan melakukan dosa yang sama lagi di hadapanNya.¬†¬†Ketika kita memohon pengampunannya, maka Dia adalah Tuhan kita yang setia dan adil yang¬†¬†mau mengampuni kita.¬†¬†Dalam hal yang lain juga, kitapun harus memberi¬†¬†pengampunan kepada orang2¬†yang menyakiti hati kita….. Amin!

 

‚Äʬ†Yang kedua, dampak rohani dari keberanian Nabot:

 

2) DIA TUHAN YANG MENYATAKAN PENGHUKUMANNYA

 

‚Äʬ†Bapak/ibu, memang dia Tuhan yang mengampuni… Tetapi Tuhan yang sama tidak akan segan2¬†menyatakan penghukumanNya ketika kita tetap keras kepala dan tidak mau datang untuk memohon pengampunanNya.¬†¬†Pada bagian akhir dari ayat 29, Tuhan berjanji untuk tetap menghukum generasi Ahab selanjutnya, seperti yang Dia katakan kepada Elia tentang penghukuman bagi keluarga Ahab:¬†‚ÄúOleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya;barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya‚ÄĚ.

 

‚Äʬ†Generasi selanjutnya setelah Ahab mati, Yoram anaknya menjadi raja Israel, tetapi Yoram melakukan apa yang jahat di mata Tuhan bahkan dia mengikuti nasihat ibunya Izebel dan tidak ada sama sekali pertobatan dalam dirinya sampai Tuhan menghukumnya.¬†¬†Yoram tidak mengikuti jejak ayahnya Ahab, melainkan menuruti nasihat Izebel ibunya… Yoram keras kepala dan tidak ada niat pertobatan dalam hidupnya.

 

‚Äʬ†Dalam kitab II Raa-Raja 9 : 22 ‚Äď 26 dikatakan:…

 

‚Äʬ†II Raja-Raja 9 : 22 ‚Äď 26

 

‚Äʬ†22.¬†Tatkala Yoram melihat Yehu, bertanyalah ia: “Apakah ini kabar damai, hai Yehu?” Jawabnya: “Bagaimana ada damai, selama sundal dan orang sihir ibumu Izebel begitu banyak!” 23.¬†Segera Yoram berputar dan mau melarikan diri sambil berseru kepada Ahazia: “Itu tipu, Ahazia!” 24.¬†Tetapi Yehu menarik busurnya dengan sepenuh kekuatannya, lalu memanah Yoram di antara kedua bahunya, sehingga anak panah itu menembus jantungnya, maka rebahlah ia di dalam keretanya. 25.¬†Kemudian berkatalah Yehu kepada Bidkar, perwiranya:¬†Angkat dan lemparkanlah mayatnya ke kebun Nabot, orang Yizreel itu, sebab ketahuilah, bahwa pada waktu aku dan engkau berdampingan menunggang kuda mengikuti Ahab, ayahnya, maka TUHAN telah mengucapkan terhadap dia hukuman ini: 26.¬†Sesungguhnya, Aku telah melihat darah Nabot dan darah anak-anaknya tadi malam, demikianlah firman TUHAN, maka Aku akan membalaskannya kepadamu di kebun ini, demikianlah firman TUHAN. Oleh sebab itu angkat dan lemparkanlah mayatnya ke kebun ini, sesuai dengan firman TUHAN.‚Äú¬†¬†¬†

 

‚Äʬ†Yang ketiga, dampak rohani dari keberanian Nabot adalah:

 

3) DIA TUHAN YANG MELINDUNGI MILIK PUSAKA KITA

 

Walaupun tujuan raja Ahab untuk mendapatkan kebun anggur Nabot dengan membunuhnya, namun alkitab mencatat bahwa sampai generasi setelah Ahab, kebun anggur milik pusaka itu tetap menjadi milik Nabot.  Itu sebabnya firman Tuhan mengatakan :

 

‚Äʬ†Dalam ayat II Raja-Raja 9 : 21 dikatakan:¬†‚ÄúSesudah itu berkatalah Yoram: “Pasanglah kereta!”, lalu orang memasang keretanya. Maka keluarlah Yoram, raja Israel, dan Ahazia, raja Yehuda, masing-masing naik keretanya; mereka keluar menemui Yehu, lalu menjumpai dia¬†di kebun Nabot, orang Yizreel itu‚ÄĚ

 

‚Äʬ†Di katakan: di kebun Nabot orang Yizreel.¬†¬†Ini berarti, masih tercatat dalam daftar kepemilikan tanah yaitu di kebun anggur Nabot, bukan kebun Ahab, bukan Izebeel, bukan juga Yoram anak mereka.

 

‚Äʬ†Bapak/ibu… Tuhan kita akan tetap melindungi milik pusaka kita, Tuhan kita akan melindungi harta benda kita, Tuhan kita akan melindungi keluarga kita semua.¬†¬†Apapun ancaman yang datang dari luar, siapapun yang berniat jahat untuk merampas hak milik kita, yakinlah bahwa Dia Tuhan akan selalu melindungi apa yang menjadi milik kita.¬†¬†Ooooh Haleluyah…!

Dua rahasia penting keberanian Nabot yaitu:  MENGANDALKAN TUHAN dan MENAATI FIRM

August 30, 2014   Kategori : Bahan Khotbah  belum ada komentar

Tuhan Selalu Menyertai

Artikel oleh:

“Sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu” (Ulangan 20 :4 )

Perjalanan hidup orang percaya yang walaupun berada dalam penyertaan dan pimpinan Tuhan bukanah mulus tanpa hambatan;¬† justru sebaliknya kita akan menghadapi tantangan dan peperangan yang tidak mudah, bahkan jauh lebih besar.¬† Tertulis:¬† “Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu,…”¬† (Ulangan 20:1).

Mengapa Tuhan ijinkan hal itu terjadi di dalam kehidupan kita?  Karena di balik itu semua Tuhan punya rencana di mana Dia akan memberikan kemenangan yang besar bagi kita.  Jadi sesungguhnya rancangan Tuhan atas kita bukan sekedar menyediakan berkat-berkatNya, tetapi Ia juga menghendaki agar kita dapat melihat dan mengalami kemenangan atas permasalahan sebesar apa pun. Perlu dipahami bahwa kemenangan yang gilang-gemilang adalah rancangan Tuhan bagi kehidupan orang percaya (Zefanya 3:17).

Mengapa masih banyak anak Tuhan yang belum mengalami kemenangan yang sesungguhnya?¬† Ada hal-hal yang seringkali menjadi penghambat kemenangan kita, salah satunya adalah ketidaksabaran kita menantikan Tuhan.¬† Ketidaksabaran membuat seseorang menyerah di Baca selanjutnya »

August 30, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Jauhilah Okultisme!

Artikel oleh:

‚ÄúHaruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan Tuhan, Allahmu‚ÄĚ. (Ulangan 18 : 13)

 

Allah menentang spiritisme, okultisme dan penyembahan berhala, termasuk di dalamnya apa yang tuliskan pada ayat 10 dan 11 yakni: petenung, peramal, penelaah, penyihir, pemantera ataupun yang bertanya kepada arwah ataupun kepada roh-roh orang mati. Tetapi semua itu sangat bertentangan dengan kebenaran Allah dan dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa semua itu kekejian bagi Tuhan.¬† ‚ÄúJanganlah bertenung!‚ÄĚ merupakan seruan dari pasal ini.

Apa yang mendorong¬† manusia untuk minta bantuan kepada dukun peramal atau tukang sihir? Biasanya sebabnya ialah karena orang tersebut merasa terjepit dalam kesulitan atau tertimpa kekuatiran mengenai masa depan. Mungkin dia mencari bantuan bagi dirinya sendiri atau demi seorang kekasih.¬† Barangkali dia baru kena penipuan dan ingin mengetahui siapa yang merugikannya atau ingin mengatasi kesulitan dalam keuangan, atau gangguan kesehatan, atau ingin mengatasi kesulitan keuangan, atau gangguan kesehatan ataupun ingin membetulkan suatu hubungan intim yang sudah menjadi kacau.¬† Atau mungkin juga dia berusaha mengalahkan lawan dengan memakai sihir. Mungkin pula dia ingin mengetahui nasib yang menanti sehingga kalau boleh malapetaka dielakkan.¬† Namun, keterlibatan didalamnya sangat dilarang keras dalam Alkitab.¬† Sangat jelas bahwa segala jenis tenung bersifat egois dan manipulatif, yakni berusaha menguasai kuasa rohani tersebut serta memanfaatkannya demi kepentingan manusia itu sendiri, padahal kuasa yang ada dibalik itu semua adalah kuasa iblis, sang pembohong sejati! Baca selanjutnya »

August 29, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Ikutilah Jalan Tuhan!

Artikel oleh:

‚ÄúMenurut petunjuk yang diberikan mereka kepadamu yang dikatakan mereka kepadamu haruslah engkau berbuat; janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri dari keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu‚ÄĚ (Ulangan 17 : 11)

 

Begitu banyak gereja yang se-aliran dengan berada di kampung-kampung atau dusun-dusun terpencil yang sangat sulit untuk dijangkau.  Contohnya, pelayanan di pedalaman Kalimantan atau pun di pedalaman Papua. Ada yang harus melewati sungai, hutan lebat atau jalan terjal yang berbatu-batu tajam.   Seorang hamba Tuhan yang melayani di tempat-tempat seperti itu membutuhkan ekstra kekuatan dan kesabaran dalam menempuh perjalanan.  Penting untuk komitmen dan selalu taat pada rencana perjalanan dan pelayanan.  Jika terlalu banyak mampir atau istirahat bisa saja perjalanan yang ditempuh mengalami kendala dan terpaksa harus bermalam karena matahari telah terbenam dan perjalanan masih cukup panjang.

Perjalanan orang Israel tidak begitu lama lagi akan memasuki tanah yang sudah dijanjikan Tuhan. Untuk tiba di tanah Kanaan, maka Musa menasihati supaya kehidupan baru di Tanah Kanaan dijalani sesuai kehendak-Nya, yaitu: Pertama, jika menemui persoalan datanglah kepada para imam (orang Lewi). Kedua, ikuti petunjuk Tuhan dan jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri. Nasihat Musa terlihat sederhana, Baca selanjutnya »

August 28, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Pedulikan Orang Lain

Artikel oleh:

‚ÄúSebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”¬† (Ulangan 15 :¬† 11).

 

Di dunia ini pasti terdiri dari manusia yang memiliki status sosial yang berbeda-beda.¬† Ada yang kaya tetapi ada juga yang miskin dan melarat.¬† Pada umumnya, seorang yang miskin secara materi selalu dipandang sebelah mata oleh sesamanya.¬† Bahkan tak jarang mendapatkan perlakuan tidak adil oleh pemerintah, ataupun sesamanya yang merasa diri kaya.¬† Bahkan jika kita cermati baik-baik dalam gereja Tuhan, orang-orang kaya selalu mendapat penghargaan tertinggi dari pemimpin gereja dibanding dengan orang-orang yang tidak beruang.¬† Apakah salah memperhatian orang kaya?¬† Tentu tidak!¬† Tetapi yang salah adalah jika dalam gereja terjadi apa yang dinamakan ‚Äúpilih kasih‚ÄĚ atau sikap yang memandang muka.¬† Seharusnya orang yang kaya maupun yang miskin mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat, tidak lebih dan¬† tidak kurang.¬† Mengapa? Karena Allah sendiri adalah Allah yang tidak pilih kasih dan tidak memandang muka. Bobot kasih-Nya sama kepada setiap orang dan tidak dipengaruhi oleh status apapun. Dalam berbagai cara Allah telah mengungkapkan perhatian besar bagi orang yang miskin, yang berkekurangan dan yang tertindas. Allah menyatakan diri-Nya sebagai tempat perlindungan, pertolongan dan pemeliharaan bagi Baca selanjutnya »

August 27, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Muliakanlah Tuhan!

Artikel oleh:

“Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. (Ulangan 14 : 3)

 

Dalam pasal ini menuliskan tentang makanan yang patut di makan (halal) oleh umat Israel dan makanan yang tidak patut (haram) untuk mereka makan.¬† Dan memang bagi umat Israel, ketetapan atau peraturan tersebut harus ditaati. Jika tidak, mereka berdosa dihadapan Allah.¬† Tetapi, orang Kristen tidak diikat lagi dengan peraturan-peraturan tentang jenis makanan yang haram dan halal itu.¬† Piagam kemerdekaan kita terdapat dalam Injil Yesus Kristus yang berbunyi sebagai berikut: ‚ÄúTidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban? Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal‚ÄĚ (Mark 7:18-19). Dan kemudian dalam ayat selanjut-Nya Yesus Kristus melanjutkan bahwa ‚ÄúApa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.¬† Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang‚ÄĚ (ay 20 – 23).

Namun, di belakang larangan-larangan konkret yang tidak berlaku lagi ini, terdapat prinsip yang tetap berharga, yaitu bahwa kebiasaan yang begitu sehari-hari seperti makan-minum pun tidak lepas dari maksud Tuhan untuk hidup kita.¬† Dari ayat-ayat dalam kitab Ulangan ini kita Baca selanjutnya »

August 26, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar

Tuhanlah Sumber Berkat!

Artikel oleh:

‚ÄúEngkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu.‚ÄĚ (Ulangan 7:14)

 

Menjadi kaya dan hidup berkelimpahan bukanlah dosa, karena hidup yang diberkati adalah rencana Tuhan bagi umatNya (Ulangan 7:13).  Tuhan tak biarkan anak-anakNya hidup kekurangan meskipun kadang Ia ijinkan itu terjadi dan menimpa kita, dengan tujuan mendidik dan memproses kita agar kita belajar percaya dan bergantung penuh padaNya.  Namun kita harus ingat bahwa Tuhan bukanlah pusat di mana orang-orang mencari kekayaan atau harta. Jadi jangan samakan keberadaaan Tuhan dengan kuburan, gunung Kawi, tempat keramat, atau duku di mana orang-orang datang meminta kesembuhan atau kekayaan secara kilat. Bila motivasi kita datang (beribadah) pada Tuhan adalah untuk mencari kekayaan (supaya kaya), kita akan kecewa.

Tuhan memberkati kita bukan supaya kita berlimpah harta untuk bisa memuaskan hawa nafsu kita; Ia memberkati umatNya untuk membuktikan bahwa Ia mengasihi kita dan sanggup menjamin hidup kita. Namun banyak orang Kristen yang setelah diberkati melupakan di Pemberi berkat dan hanya fokus pada berkatNya. Sebaliknya ketika merasa belum diberkati kita kecewa dan marah, malas ke gereja dan tidak Baca selanjutnya »

August 25, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  belum ada komentar