<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Majelis Pusat 2011</title>
	<atom:link href="http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gsja.org</link>
	<description>Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 04:20:57 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Marko_Kupang</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-3379</link>
		<dc:creator>Marko_Kupang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 02:14:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-3379</guid>
		<description>Saya ingin menanggapi pernyataan dari Pak Budi Setiawan mengenai baptisan bagi orang sakit.
Konteks baptisan yang alkitabiah tidak membedakan orang sakit dan orang sehat. Oleh karena itu, saya sangat tidak setuju dengan pernyataan bapak di atas.
Kata baptis berasal dari kata &quot;baptiso&quot; yang artinya ditenggelamkan atau selam. Jadi, siapapun dan dalam keadaan apapun kalau ingin dibaptis dia harus rela untuk melakukannya. Thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin menanggapi pernyataan dari Pak Budi Setiawan mengenai baptisan bagi orang sakit.<br />
Konteks baptisan yang alkitabiah tidak membedakan orang sakit dan orang sehat. Oleh karena itu, saya sangat tidak setuju dengan pernyataan bapak di atas.<br />
Kata baptis berasal dari kata &#8220;baptiso&#8221; yang artinya ditenggelamkan atau selam. Jadi, siapapun dan dalam keadaan apapun kalau ingin dibaptis dia harus rela untuk melakukannya. Thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jinglesh Pasaribu</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-1553</link>
		<dc:creator>Jinglesh Pasaribu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 02:44:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-1553</guid>
		<description>Shalom kepada BPP yang Terhormat dan Terkasih !! Saya punya usul kepada BPP untuk kita boleh seragam dalam Pengelolaan Keuangan Organisasi, alangkah baiknya para Bendahara Daerah dibuat Pelatihan sehingga dari yang tidak tahu Pembukuan menjadi tahu, saya kira ini juga merupakan Tugas Bendahara Umum bekerja sama dengan Team Audik Keuangan Pusat. Saya yakin dengan demikian, tidak akan terjadi lagi kebocoran-kebocoran, seperti yang kami alam sekarang ini. Bendahara Lama Periode 2007-2010 belum bisa menyerahkan Laporan Pertanggung jawabannya, padahal BPD yang baru sudah harus bekerja.
Kedua, mengenai Proposal Pembangunan, kami BPD Sumut 2 telah mencoba untuk mengajukan Permohonan secara kolektif, yang pada akhirnya Gereja Lokal tidak lagi direkomendasi untuk Permohonan tersendiri, kecuali ada hal-hal yang urgent. Dan ini sudah kami buktikan pada Laporan Kerja kami pada waktu yang lalu, BPP telah membantu 4 Gereja dengan Permohonan langsung dari BPD. Terima kasih !! Selamat Melayani, Tuhan Yesus Memberkati. Haleluyah !! Horas !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom kepada BPP yang Terhormat dan Terkasih !! Saya punya usul kepada BPP untuk kita boleh seragam dalam Pengelolaan Keuangan Organisasi, alangkah baiknya para Bendahara Daerah dibuat Pelatihan sehingga dari yang tidak tahu Pembukuan menjadi tahu, saya kira ini juga merupakan Tugas Bendahara Umum bekerja sama dengan Team Audik Keuangan Pusat. Saya yakin dengan demikian, tidak akan terjadi lagi kebocoran-kebocoran, seperti yang kami alam sekarang ini. Bendahara Lama Periode 2007-2010 belum bisa menyerahkan Laporan Pertanggung jawabannya, padahal BPD yang baru sudah harus bekerja.<br />
Kedua, mengenai Proposal Pembangunan, kami BPD Sumut 2 telah mencoba untuk mengajukan Permohonan secara kolektif, yang pada akhirnya Gereja Lokal tidak lagi direkomendasi untuk Permohonan tersendiri, kecuali ada hal-hal yang urgent. Dan ini sudah kami buktikan pada Laporan Kerja kami pada waktu yang lalu, BPP telah membantu 4 Gereja dengan Permohonan langsung dari BPD. Terima kasih !! Selamat Melayani, Tuhan Yesus Memberkati. Haleluyah !! Horas !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JOHN ADU</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-960</link>
		<dc:creator>JOHN ADU</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 06:29:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-960</guid>
		<description>Usulan dan pikiran yang dituangkan Br. Adi Nugroho sangat baik ,dan harapan kami agar  BPP /MP  dapat mengkajinya untuk menambah sebuah fakultas lagi ,yakni fakultas Teknologi.tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Usulan dan pikiran yang dituangkan Br. Adi Nugroho sangat baik ,dan harapan kami agar  BPP /MP  dapat mengkajinya untuk menambah sebuah fakultas lagi ,yakni fakultas Teknologi.tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi Nugroho</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-892</link>
		<dc:creator>Adi Nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 18:37:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-892</guid>
		<description>2. SATI dijadikan Perguruan Tinggi dengan fakultas Teologi, Ekonomi, Psikologi dan Bahasa

Menanggapi RAPAT MAJELIS PUSAT 2010 poin (2) di atas, 
Menurut hemat saya, teknologi adalah salah satu aspek vital kehidupan manusia, bahkan banyak gereja yang juga sudah diperhamba dengan kemajuan teknologi, mengesampingkan esensi Amanat Agung itu sendiri.

Menurut hemat saya, justru seharusnya, Core Value dan nafas GSJA dengan berani menembus tantangan teknologi dengan membangun fakultas teknik khususnya teknik elektronika arus lemah. 

Industri-industri kita menggunakan unsur Teknik Kontrol yang hanya ada di fakultas teknik elektronika.

Kebutuhan komputer dan segala jenis implikasinya, ada di dalam fakultas teknik elektronika.

Bahkan dunia telekomunikasi ada dalam fakultas yang satu ini. 

Di Jepang dan Jerman sudah sejak lama bahwa Robotika / Kecerdasan buatan menjadi mayor tersendiri dalam fakultas elektronika.

Fakultas ini memang rawan alur pemikiran logika, namun jika diterangi FT yang sungguh-sungguh fundamental dan situasi belajar yang kondusif di SATI, saya yakin seyakin-yakin-nya...SDM GSJA sanagt luar biasa di bidang yang satu ini.

Tenaganya ada
Standarnya ada
Lahannya ada
Hubungan kerjasamanya ada
Biaya nya pun ada.

Apa lagi yang harus ditunggu ? 
maaf, Jangan budayakan terlambat di dalam GSJA.

Menurut saya, psikologi baik untuk memperkuat Teologia itu sendiri. 
Ekonomi, sekarang amat bergantung dengan teknologi.
Apalagi Bahasa, seberapa besar signifikansinya dalam pelayanan kita.

Saya tidak ingin menolak keputusan MP ya, hanya saja seperti kurang analitis dengan kebutuhan dunia masa kini.

Saya berani katakan, kalau kita tidak tahu teknologi alias hanya &quot;end user&quot;, bahaya sudah menanti kita di ujung sana dalam hitungan mikro sekon.

Saya tahu karena saya berlatar belakang teknik elektronika, tetapi saya tidak memaksakan kehendak. Jika...ini hanya jika, ada pribadi hamba Tuhan / gereja Tuhan yang setuju atau bahkan mau berperan serta dalam dunia teknik plus rohani, hubungi saya. Saya siap membantu dalam hal pengajaran dan kerjasama lainnya.(Bukan promosi tapi ingin menjadi berkat).

Blessing...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>2. SATI dijadikan Perguruan Tinggi dengan fakultas Teologi, Ekonomi, Psikologi dan Bahasa</p>
<p>Menanggapi RAPAT MAJELIS PUSAT 2010 poin (2) di atas,<br />
Menurut hemat saya, teknologi adalah salah satu aspek vital kehidupan manusia, bahkan banyak gereja yang juga sudah diperhamba dengan kemajuan teknologi, mengesampingkan esensi Amanat Agung itu sendiri.</p>
<p>Menurut hemat saya, justru seharusnya, Core Value dan nafas GSJA dengan berani menembus tantangan teknologi dengan membangun fakultas teknik khususnya teknik elektronika arus lemah. </p>
<p>Industri-industri kita menggunakan unsur Teknik Kontrol yang hanya ada di fakultas teknik elektronika.</p>
<p>Kebutuhan komputer dan segala jenis implikasinya, ada di dalam fakultas teknik elektronika.</p>
<p>Bahkan dunia telekomunikasi ada dalam fakultas yang satu ini. </p>
<p>Di Jepang dan Jerman sudah sejak lama bahwa Robotika / Kecerdasan buatan menjadi mayor tersendiri dalam fakultas elektronika.</p>
<p>Fakultas ini memang rawan alur pemikiran logika, namun jika diterangi FT yang sungguh-sungguh fundamental dan situasi belajar yang kondusif di SATI, saya yakin seyakin-yakin-nya&#8230;SDM GSJA sanagt luar biasa di bidang yang satu ini.</p>
<p>Tenaganya ada<br />
Standarnya ada<br />
Lahannya ada<br />
Hubungan kerjasamanya ada<br />
Biaya nya pun ada.</p>
<p>Apa lagi yang harus ditunggu ?<br />
maaf, Jangan budayakan terlambat di dalam GSJA.</p>
<p>Menurut saya, psikologi baik untuk memperkuat Teologia itu sendiri.<br />
Ekonomi, sekarang amat bergantung dengan teknologi.<br />
Apalagi Bahasa, seberapa besar signifikansinya dalam pelayanan kita.</p>
<p>Saya tidak ingin menolak keputusan MP ya, hanya saja seperti kurang analitis dengan kebutuhan dunia masa kini.</p>
<p>Saya berani katakan, kalau kita tidak tahu teknologi alias hanya &#8220;end user&#8221;, bahaya sudah menanti kita di ujung sana dalam hitungan mikro sekon.</p>
<p>Saya tahu karena saya berlatar belakang teknik elektronika, tetapi saya tidak memaksakan kehendak. Jika&#8230;ini hanya jika, ada pribadi hamba Tuhan / gereja Tuhan yang setuju atau bahkan mau berperan serta dalam dunia teknik plus rohani, hubungi saya. Saya siap membantu dalam hal pengajaran dan kerjasama lainnya.(Bukan promosi tapi ingin menjadi berkat).</p>
<p>Blessing&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lusi Gultom</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-792</link>
		<dc:creator>Lusi Gultom</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 10:27:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-792</guid>
		<description>Shallom BPP, kalau kita ingin melihat program kerja setiap departemen dimana ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shallom BPP, kalau kita ingin melihat program kerja setiap departemen dimana ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf Eko Widiarto</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-447</link>
		<dc:creator>Yusuf Eko Widiarto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 08:56:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-447</guid>
		<description>Shalom BPP,
Core values GSJA di Indonesia, &quot;Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur &amp;Rajin&quot; sangat baik.  Apakah boleh jika ada sosialisasi untuk para Pelayan Injil kita, tidak hanya dalam tataran BPD (pimpinan daerah) saja tetapi semua??? Misalnya ada artikel/buku khusus yang menjelaskan hal ini.  Sangat baik jika tidak dalam bentuk khotbah tetapi tulisan ilmiah atau pena gembala BPP sehingga core values ini menjadi filosofi bagi semua Pelayan Injil dan jemaat GSJA.tks.Gbu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom BPP,<br />
Core values GSJA di Indonesia, &#8220;Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur &amp;Rajin&#8221; sangat baik.  Apakah boleh jika ada sosialisasi untuk para Pelayan Injil kita, tidak hanya dalam tataran BPD (pimpinan daerah) saja tetapi semua??? Misalnya ada artikel/buku khusus yang menjelaskan hal ini.  Sangat baik jika tidak dalam bentuk khotbah tetapi tulisan ilmiah atau pena gembala BPP sehingga core values ini menjadi filosofi bagi semua Pelayan Injil dan jemaat GSJA.tks.Gbu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budi Setiawan</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-326</link>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 22:47:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-326</guid>
		<description>Dalam kasus-kasus sangat khusus misalnya orang sakit yang ingin dibaptis, baptisan dilaksanakan dengan cara yang berbeda, misalnya dengan melaksanakannya di depan rumah, disiram dengan air dari gayung, dihadiri oleh saksi-saksi, dimaknai sebagai baptisan air melalui penjelasan, maka baptisan telah dilaksanakan. Keinginan orang tua tersebut tidak perlu terhalang. Semoga dapat dilaksanakan. GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kasus-kasus sangat khusus misalnya orang sakit yang ingin dibaptis, baptisan dilaksanakan dengan cara yang berbeda, misalnya dengan melaksanakannya di depan rumah, disiram dengan air dari gayung, dihadiri oleh saksi-saksi, dimaknai sebagai baptisan air melalui penjelasan, maka baptisan telah dilaksanakan. Keinginan orang tua tersebut tidak perlu terhalang. Semoga dapat dilaksanakan. GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudhi Setiadi</title>
		<link>http://www.gsja.org/badan-pengurus-gsja/badan-pengurus-pusat/majelis-pusat-09/comment-page-1/#comment-324</link>
		<dc:creator>Yudhi Setiadi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 14:41:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gsja.org/?page_id=265#comment-324</guid>
		<description>Syaloom,

Saya punya tante kost yang sangat ingin dibaptis.
Karena keterbatasan fisiknya (83 tahun) kelompok doa dan pendetanya berkesimpulan bahwa tante kos saya tidak perlu dibaptis.

Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Tidak ada cara lainkah agar tante kos saya bisa dibaptis, sebab dibaptis adalah salah satu kerinduannya.
2. Seandainya tidak perlu dibaptis, apakah tante kos saya tetap akan mendapatkan surat baptisnya ?

Terimakasih atas kesediaan bapak/ibu membaca e-mail saya ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syaloom,</p>
<p>Saya punya tante kost yang sangat ingin dibaptis.<br />
Karena keterbatasan fisiknya (83 tahun) kelompok doa dan pendetanya berkesimpulan bahwa tante kos saya tidak perlu dibaptis.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan saya :<br />
1. Tidak ada cara lainkah agar tante kos saya bisa dibaptis, sebab dibaptis adalah salah satu kerinduannya.<br />
2. Seandainya tidak perlu dibaptis, apakah tante kos saya tetap akan mendapatkan surat baptisnya ?</p>
<p>Terimakasih atas kesediaan bapak/ibu membaca e-mail saya ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

