Majelis Pusat 2011

RAPAT MAJELIS PUSAT 2011

Akan dilaksanakan di Jakarta, di WISMA PGI – jl. Teuku Umar. Kali ini format Acara Rapat MP akan sangat beda dari sebelumnya. Laporan dari Daerah akan dikumpulkan dan dilaporkan dalam sebuah laporan lengkap Sekretaris Umum, dan selebihnya waktu digunakan untuk pelatihan dan seminar.

Dengan demikian, selesainya Rapat MP akan menghasilkan bunga rampai bahan Peningkatan Sumber Daya Manusia GSJA untuk tahun 2011.

RAPAT MAJELIS PUSAT 2010

Rapat Majelis Pusat 2010 (tgl. 2 – 5 Februari di SATI – Malang)В  dihadiri juga oleh para Bendahara Daerah dengan tujuan agar mereka bisa dilatih untuk menjalankan tugas kebendaharaan dengan baik sehingga program di Daerah berjalan baik. Kali ini diberikan program khusus sebanyak dua sesi yaitu komputer dan pembukuan.

Pembicara dalam Rapat Majelis Pusat ini adalah Rev. Bill Snider

Pada Rapat Majelis Pusat 2010 memutuskan:

1. Pembentukan Departemen Misi Luar Negeri

2. SATI dijadikan Perguruan Tinggi dengan fakultas Teologi, Ekonomi, Psikologi dan Bahasa

3. Kongres 2011 akan dilaksanakan di Jawa Timur

4. (masih akan menyusul)

5. Tentang kondisi GSJA per-Februari 2010

- Pencapaian target untuk pelayanan perkotaan adalah 41%

- Pencapaian targetВ  untuk pelayanan non-perkotaan adalah 82%

- Pembukaan target KKA adalah 131%

6. Tentang rencana tahun 2011: akan terus didoakan dan diusahakan untuk membuka 39 buah pelayanan perkotaan, 153 pelayanan non-perkotaan dan pembukaan KKA sebanyak 2.822 buah di 22 Daerah pelayanan

7. Jumlah PI GSJA saat ini adalah 3.662 orang dengan jumlah pelayanan sebanyak 2.178 dan keanggotaan sebanyak 186.815 orang

8. Kuorum per-28 Januari 2010 adalah 621 (artinya sebuah Kongres GSJA per tanggal tersebut minimal harus dihadiri oleh 621 orang)


RAPAT MAJELIS PUSAT 2009

Telah diadakan pada tgl. 13-16 Januari 2009 di GSJA Batutulis. Rapat ini selain membahas Prokernas, juga membahas dan memutuskan soal:

  • Perubahan Tempat KONGRES XXII: dipindahkan dari Bali menuju Jawa Timur (di bawah penanganan Jatim-1) karena alasan biaya yang memungkinkan dipikul oleh peserta.
  • Penjelasan masa jabatan BPP dan BPD: Rapat MP 2009 memutuskan bahwa perlu penjelasan keputusan yang berbunyi “bahwa keputusan tersebut berlaku sejak diputuskan.” Yang artinya, tertutama bagi BPD yang sedang berjalan, bahwa tahun dimulainya keputusan tersebut hanya berlaku jika terjadi pemilihan BPD baru.
  • Perceraian & Nikah Ulang: Rapat MP 2009 memutuskan bahwa diperlukan pengkajian lain untuk apakah sungguh ada alasan alkitabiah bagi perceraian serta boleh tidaknya menikah ulang. Sementara pengkajian diperdalam, BPD dapat memutuskan dengan mempertimbangkan hati nurani dan kasih karunia Alah. Jadi diperlukan ijin tertulis dari BPD agar bisa dipastikan kasusnya layak terjadi pernikahan ulang.
  • Keadaan Masyarakat: Mengenai apa yang bakal terjadi pada pemilihan PRESIDEN, maka dianjurkan untuk memperhatikan apakah calon yang akan dipilih berpandangan dan berjiwa NASIONALIS, memegang teguh PANCASILA, dan TEGAS. Tidak diharuskan PI dan Jemaat memilih Partai berbasis agama.
  • NPWP Pribadi: Rapat Majelis Pusat 2009 memandang penting para Pelayan Injil Memiliki NPWP sebagai warga negara yang baik, tapi mempersilahkan individu PI untuk mengurusnya atas dasar keputusan pribadi.
  • Royal Rangers: Rapat Majelis Pusat 2009 memutuskan untuk mengangkat Pdt. Salmon Girsang (Ketua BPD Bali) sebagai National Director Royal Rangers sedangkan National Commander adalah Joy H. Di Indonesia, sama seperti di luar Amerika lainnya, Royal Rangers adalah untuk anak-anak lelaki dan perempuan. Sedangkan di Amerika hanya khusus anak-anak lelaki. Royal Rangers adalah program GSJA Amerika tetapi dapat dipakai oleh gereja-gereja non-GSJA.
  • Departemen Litbang menjadi Departemen Litbang dan SDM.
  • Bagi PI yang mengajukan proposal pembangunan gereja: harus mengisi formulir tambahan yang diberikan oleh BPP.
  • Mengenai bantuan pembangunan: Setiap bantuan pembangunan diminta kepada setiap gereja donatur untuk mengirimkan bantuannya lewat BPP atau Badan Pengurus Daerah.

Rapat MP kali ini diikuti oleh Sekretaris Daerah (kecuali Sekda Bali, Jabar) sebagai bagian dari pembelajaran, tidak memiliki hak suara, tetapi dapat mengikuti semua sesi. Tanggapan semua Sekda adalah bahwa kedatangan mereka telah sangat bermanfaat karena bisa mengetahui proses sesungguhnya Rapat Majelis Pusat, belajar format pelaporan, belajar mengemukakan pendapat, belajar bagaimana memimpin sebuah Rapat, dsb.

Rapat ini dihadiri juga oleh Pdt. Rudy Lolowang perwakilan GSJA Indonesia di Amerika, Pdt. Jeannet GSJA Hong Kong dan Pdt. Herman Mulyadi perwakilan Australia.


BERITA PROKERNAS

  • Pelatihan perintis perkotaan bulan Oktober yang lalu di GSJA Betlehem dihadiri oleh sekitar 17 orang calon perintis yang dilatih oleh 5 pembicara. Masih diperlukan perintis perkotaan yang lain yang memenuhi persyaratan pelayanan perkotaan. Pelatihan akan dilanjutkan di Jawa Timur pada Minggu ke 3 April 2009.
  • Untuk pelatihan para gembala kota, Tim Sumber Daya Manusia (SDM) akan menyelenggarakannya di Kaliurang Jogja, pada tanggal 17-18 Februari 2009. Topik-topik yang akan dibicarakan menyangkut 4 Effective City Pastor’s Traits:
    • Confidence (Keyakinan diri/percaya diri)
      • Enhancing 3 integrated basic knowledge of knowing your world: economy, science & history
      • Enhancing basic skills to live in a city: english
      • Self-motivated leader: self disicpline
      • Route map of personal leadership development
    • Integrity (ketulusan dan kejujuran)
      • Develop your excellent character of integrity and honesty
    • Visionary (mampu melihat ke masa depan)
      • Develop ideas and spiritual disicpline of prayer and contemplation
      • Develop Leading by dreams and vision skills
      • Develop management skills
    • Good communicator (cakap berkomunikasi dalam level pribadi maupun publik)
      • Develop public speaking skills
      • Develop an interesting personality
      • Develop styles of preaching methods: story telling
      • Develop leading a meating skills

7 Responses to “Majelis Pusat 2011”

  1. 1
    Yudhi Setiadi Says:

    Syaloom,

    Saya punya tante kost yang sangat ingin dibaptis.
    Karena keterbatasan fisiknya (83 tahun) kelompok doa dan pendetanya berkesimpulan bahwa tante kos saya tidak perlu dibaptis.

    Yang menjadi pertanyaan saya :
    1. Tidak ada cara lainkah agar tante kos saya bisa dibaptis, sebab dibaptis adalah salah satu kerinduannya.
    2. Seandainya tidak perlu dibaptis, apakah tante kos saya tetap akan mendapatkan surat baptisnya ?

    Terimakasih atas kesediaan bapak/ibu membaca e-mail saya ini.

  2. 2
    Budi Setiawan Says:

    Dalam kasus-kasus sangat khusus misalnya orang sakit yang ingin dibaptis, baptisan dilaksanakan dengan cara yang berbeda, misalnya dengan melaksanakannya di depan rumah, disiram dengan air dari gayung, dihadiri oleh saksi-saksi, dimaknai sebagai baptisan air melalui penjelasan, maka baptisan telah dilaksanakan. Keinginan orang tua tersebut tidak perlu terhalang. Semoga dapat dilaksanakan. GBU

  3. 3
    Yusuf Eko Widiarto Says:

    Shalom BPP,
    Core values GSJA di Indonesia, “Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur &Rajin” sangat baik. Apakah boleh jika ada sosialisasi untuk para Pelayan Injil kita, tidak hanya dalam tataran BPD (pimpinan daerah) saja tetapi semua??? Misalnya ada artikel/buku khusus yang menjelaskan hal ini. Sangat baik jika tidak dalam bentuk khotbah tetapi tulisan ilmiah atau pena gembala BPP sehingga core values ini menjadi filosofi bagi semua Pelayan Injil dan jemaat GSJA.tks.Gbu.

  4. 4
    Lusi Gultom Says:

    Shallom BPP, kalau kita ingin melihat program kerja setiap departemen dimana ya?

  5. 5
    Adi Nugroho Says:

    2. SATI dijadikan Perguruan Tinggi dengan fakultas Teologi, Ekonomi, Psikologi dan Bahasa

    Menanggapi RAPAT MAJELIS PUSAT 2010 poin (2) di atas,
    Menurut hemat saya, teknologi adalah salah satu aspek vital kehidupan manusia, bahkan banyak gereja yang juga sudah diperhamba dengan kemajuan teknologi, mengesampingkan esensi Amanat Agung itu sendiri.

    Menurut hemat saya, justru seharusnya, Core Value dan nafas GSJA dengan berani menembus tantangan teknologi dengan membangun fakultas teknik khususnya teknik elektronika arus lemah.

    Industri-industri kita menggunakan unsur Teknik Kontrol yang hanya ada di fakultas teknik elektronika.

    Kebutuhan komputer dan segala jenis implikasinya, ada di dalam fakultas teknik elektronika.

    Bahkan dunia telekomunikasi ada dalam fakultas yang satu ini.

    Di Jepang dan Jerman sudah sejak lama bahwa Robotika / Kecerdasan buatan menjadi mayor tersendiri dalam fakultas elektronika.

    Fakultas ini memang rawan alur pemikiran logika, namun jika diterangi FT yang sungguh-sungguh fundamental dan situasi belajar yang kondusif di SATI, saya yakin seyakin-yakin-nya…SDM GSJA sanagt luar biasa di bidang yang satu ini.

    Tenaganya ada
    Standarnya ada
    Lahannya ada
    Hubungan kerjasamanya ada
    Biaya nya pun ada.

    Apa lagi yang harus ditunggu ?
    maaf, Jangan budayakan terlambat di dalam GSJA.

    Menurut saya, psikologi baik untuk memperkuat Teologia itu sendiri.
    Ekonomi, sekarang amat bergantung dengan teknologi.
    Apalagi Bahasa, seberapa besar signifikansinya dalam pelayanan kita.

    Saya tidak ingin menolak keputusan MP ya, hanya saja seperti kurang analitis dengan kebutuhan dunia masa kini.

    Saya berani katakan, kalau kita tidak tahu teknologi alias hanya “end user”, bahaya sudah menanti kita di ujung sana dalam hitungan mikro sekon.

    Saya tahu karena saya berlatar belakang teknik elektronika, tetapi saya tidak memaksakan kehendak. Jika…ini hanya jika, ada pribadi hamba Tuhan / gereja Tuhan yang setuju atau bahkan mau berperan serta dalam dunia teknik plus rohani, hubungi saya. Saya siap membantu dalam hal pengajaran dan kerjasama lainnya.(Bukan promosi tapi ingin menjadi berkat).

    Blessing…

  6. 6
    JOHN ADU Says:

    Usulan dan pikiran yang dituangkan Br. Adi Nugroho sangat baik ,dan harapan kami agar BPP /MP dapat mengkajinya untuk menambah sebuah fakultas lagi ,yakni fakultas Teknologi.tq

  7. 7
    Jinglesh Pasaribu Says:

    Shalom kepada BPP yang Terhormat dan Terkasih !! Saya punya usul kepada BPP untuk kita boleh seragam dalam Pengelolaan Keuangan Organisasi, alangkah baiknya para Bendahara Daerah dibuat Pelatihan sehingga dari yang tidak tahu Pembukuan menjadi tahu, saya kira ini juga merupakan Tugas Bendahara Umum bekerja sama dengan Team Audik Keuangan Pusat. Saya yakin dengan demikian, tidak akan terjadi lagi kebocoran-kebocoran, seperti yang kami alam sekarang ini. Bendahara Lama Periode 2007-2010 belum bisa menyerahkan Laporan Pertanggung jawabannya, padahal BPD yang baru sudah harus bekerja.
    Kedua, mengenai Proposal Pembangunan, kami BPD Sumut 2 telah mencoba untuk mengajukan Permohonan secara kolektif, yang pada akhirnya Gereja Lokal tidak lagi direkomendasi untuk Permohonan tersendiri, kecuali ada hal-hal yang urgent. Dan ini sudah kami buktikan pada Laporan Kerja kami pada waktu yang lalu, BPP telah membantu 4 Gereja dengan Permohonan langsung dari BPD. Terima kasih !! Selamat Melayani, Tuhan Yesus Memberkati. Haleluyah !! Horas !!!

Leave a Reply