Sahabat Yang Baik

Sahabat Yg Baik

“Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya….” (KPR 9 : 26)

 

Bagi seorang Saulus yang pernah memiliki masa lalu dan reputasi yang jahat, tidaklah mudah untuknya menggabungkan diri dengan kumpulan orang percaya.  Tetapi hanya karena Tuhan berbicara kepada Ananias,  seorang murid Tuhan, maka dia berani datang kepada Saulus dan mendoakannya. Begitu juga setelah Saulus di Yerusalem, murid-murid tidak ada yang berani mendekat, sulit bagi mereka untuk mempercayai Saulus, seorang yang pernah mengejar-ngejar orang Kristen, sekarang menjadi murid Kristus. Tetapi karena ada seorang yang bernama Barnabas, maka Saulus dapat dibawa kepada rasul-rasul dan akhirnya Saulus diterima dalam kumpulan murid-murid dan bersama-sama mereka melayani pekerjaan Tuhan.

Barnabas tidak membiarkan kesempatan apapun hilang untuk meningkatkan harga diri orang lain, dan sumbangan besarnya dalam arti memberikan kekuatan dapat dilihat pada interaksinya dengan Paulus (baca pasal 9—10). Ia mempercayai Paulus sebelum orang lain melakukannya. Ia memdukung kepemimpinan Paulus di depan para pemimpin lain. Ia memberikan kekuatan kepada Paulus untuk mencapai potensinya.

Tidak mudah untuk Barnabas melihat rekan kerjanya menjadi lebih populer dibandingkan dengan dirinya sendiri.  Tetapi karena agenda utama Barnabas adalah menyelesaikan pekerjaan Tuhan dengan baik, maka dia dan Anasias menjadi contoh dari seorang sahabat dan hamba Tuhan yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Bagaimana dengan kita? Bisakah kita menjadi seperti Barnabas ataupun Ananias?

 

Sahabat yang baik dan sejati akan memberikan dukungan semaksimal mungkin bagi sahabat-sahabatnya, sehingga mereka dapat mencapai potensi tertinggi dalam pelayanan.

 

Artikel oleh: July 25, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda