Bernilai Bagi Allah

Bernilai Bagi Allah

“Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kau aniaya itu” (KPR 9 : 5)

Seorang pria kaya mati dan sebuah pertanyaan diajukan saat pemakamannya, “Berapa banyak yang ditinggalkannya?”,  “Ia meninggalkan segalanya,” demikian sebuah jawaban diberikan.  Mungkin kita tidak asing lagi ketika ada seseorang yang memperkenalkan sahabatnya, “Ini Donny, dan ia bekerja di…” seolah-olah dimana seseorang bekerja atau apa jabatan seseorang menentukan nilainya. Walaupun tidak semua orang yang berprinsip seperti itu, namun tak sedikit juga orang yang memegangnya.

Jika kita semua sadar, Allah itu tidak pernah menilai manusia dari kesuksesannya. Dia mengasihi setiap orang sama rata. Nilai Anda dan saya tidak berasal dari latar belakang kita, pekerjaan, pakaian, rumah tinggal, atau jenis mobil yang dikendarai. Nilai kita berasal dari fakta bahwa Allah menciptakan kita dan mengasihi kita. Kita bernilai karena kita menjadi bagian dari keluarga-Nya, anak-anak-Nya.

Seperti juga Paulus, Tuhan tidak menilai hidupnya yang lama, yang najis, kotor, dan jahat, tetapi Tuhan berhak memakai siapa saja yang bersedia memberi dirinya bagi Tuhan dan mau bertobat dari hidupnya yang lama. Dan ketika Paulus me-responi panggilan Tuhan atas dirinya, maka disitulah ia menerima keselamatan.  Demontrasi kasih Tuhan terbukti dalam kisah pertobatan Paulus, bahwa bukan manusia yang mencari Tuhan, tetapi Tuhan yang mencari manusia yang terhilang. Mengapa Tuhan melakukan hal itu? Sebab dimata-Nya, setiap manusia itu bernilai, berharga dan merupakan ciptaan-Nya yang mulia.

Jadi, identitas Anda jangan bergantung pada harta atau posisi ataupun pada latar belakang kehidupan Anda.  Dapatkan identitas Anda dari Kristus, dan responilah panggilan Tuhan atas diri Anda, karena Anda sangat berharga bagi-Nya.

 

Darah Yesus adalah bukti bahwa kita sangatlah spesial di hadapan Allah.

 

Artikel oleh: July 24, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda