Bawalah Dalam Doa!

Bawalah Dalam Doa

“Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini..” (Kisah para Rasul 1 : 24)

 

Persekutuan yang hidup di antara para murid Yesus sangat terguncang selama beberapa hari oleh dua peristiwa yang sangat mengerikan. Para murid sangat terpengaruh oleh kematian Guru mereka di kayu salib. Kematian-Nya sangat menyakitkan bagi mereka. Pada saat yang sama, mereka juga sangat terkejut karena perbuatan Yudas yang membunuh dirinya setelah ia mengkhianati Kristus. Di dalam Yesus ada kepenuhan Keilahian berdiam di dalam diri-Nya; sedangkan Yudas justru dipenuhi dengan roh jahat, yang masuk ke dalam dirinya.  Kehilangan Yudas menyebabkan para murid harus memilih satu lagi untuk menggantikannya. Karena itu mereka berkumpul untuk memilih salah satu dari pengikut Yesus yang setia, yang pernah menjadi saksi mata kehidupan Yesus.

Kisah ini mengajarkan kita dalam hal menentukan pilihan siapa pemimpin yang terbaik, bagaimana dulu para rasul menentukan pilihan untuk menggantikan jabatan rasul yang ditinggalkan oleh Yudas si penghianat itu.  Petrus yang mewakili para rasul lain menyatakan bahwa pengganti Yudas haruslah orang yang senantiasa datang berkumpul dengan para rasul Yesus Kristus sejak dari baptisan Yohanes hingga Yesus diangkat ke sorga. Masalahnya, para rasul tersebut tidak hanya memiliki satu melainkan dua calon yang memenuhi syarat, yakni Matias dan Yusuf Barsabas. Sehubungan hanya satu orang saja yang dibutuhkan, maka para rasul harus memilih. Proses pemilihan kemudian berlanjut dengan doa (Ay 24-25).

Belajar dari pengkhianatan Yudas, mereka sadar bahwa faktor terpenting yang harus ada dalam diri seorang murid adalah ketulusan hati, bukan mencari orang yang hebat. Maka mereka pun berdoa kepada Tuhan meminta petunjukNya. Akhirnya, Tuhan memilih Matias, tokoh yang tidak terkenal. Namanya tak pernah muncul dalam kitab Injil maupun surat Rasuli. Ia bekerja dibalik layar. Namun, ketulusan hatinya membuat Tuhan berkenan atas dirinya.

 

Doa adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah!

 

Artikel oleh: June 21, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda