Tidak Kaya atau Tidak Miskin

Sedang

“Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya” (Amsal 30 : 5)

 

Kita tidak tahu siapa Agur bin Yake dalam pembacaan ini, bahkan Alkitab pun tidak begitu jelas memberitahukan tentang dirinya secara detail.  Namun siapapun dirinya, yang pasti adalah Agur bin Yake mempunyai pengetahuan tentang Allah yang benar. Mungkin pada masa itu, Agur diperhadapkan dengan orang-orang yang sok berhikmat dan berpengetahuan padahal tidak mengerti apa-apa.  Seperti juga masa sekarang, dimana ada banyak orang yang merasa dirinya pandai dan bijak sehingga dengan angkuhnya mereka menyombongkan diri mereka sendiri padahal mereka tidak mengerti apa-apa. Dalam “ketidaktahuannya”, Agur mengakui kehebatan Firman Allah itu. Ia memberikan penilaian yang positif mengenai Firman, bahwa Firman itu tidak mempunyai kesalahan. Firman adalah murni dan suci, yang menjadi tempat pertahanan dan perlindungan bagi orang-orang percaya.

Agur bin Yake melanjutkan dengan meminta dua hal sebelum meninggal, yaitu perlindungan dari perbuatan curang dan juga permohonan untuk diberikan kehidupan yang secukupnya, tidak miskin atau tidak kaya.  Bagi Agur, kecurangan ataupun dusta adalah sikap yang tidak patut dimiliki oleh orang percaya. Kemudian, ia menjelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.  Ia menjelaskan mengapa kita perlu meminta kepada Tuhan apa yang kita butuhkan untuk dipenuhi, bukan apa yang kita inginkan. Meminta terlalu banyak untuk memuaskan keinginan kita dapat membuat kita bersandar pada diri sendiri sehingga tidak lagi mengakui bahwa Tuhan itu sumber berkatnya.

Kalau kita mempunyai terlalu banyak, kita bisa saja bersandar kepada kekayaan kita dari pada bersandar pada Tuhan. Pada pihak lain, terlalu sedikit juga tidak baik, karena kemiskinan bisa juga membawa orang lain menjadi iri hati, ataupun bertindak jahat karena kekurangannya, misalnya dengan korupsi, mencuri, merampok atau meminta-minta.  Pada akhirnya, perbuatan itu tidak mempermuliakan nama Tuhan.  Namun bukan berarti kekayaan itu salah dan dosa dimata Tuhan dan kemiskinan itu adalah kutuk dari Tuhan. Karena baik orang yang kaya dan orang yang miskin adalah sama-sama ciptaan Tuhan.

 

Bagi orang benar, kekayaan adalah kesempatan baginya untuk menolong orang lain dan bersyukur kepada Sang Pemberi; dan kemiskinan pun adalah baik bagi setiap orang untuk tetap berharap, bersabar dalam kekurangan dan tetap percaya pada Allah.

 

Artikel oleh: April 3, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Proverbs (Renungan Alkitabiah dari Kitab Amsal)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda