Belajarlah Pada Semut!

Semut

“Hai pemalas, perilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” (Amsal 6 : 6)

 

Walaupun semut mungkin sangat mengganggu, Raja Solomo memuji etos kerja mereka yang tekun (ay. 6-11). Ia menunjukkan bawa semut adalah hewan yang dapat mengatur dirinya sendiri. Mereka “tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya” (ay.7), tetapi mereka sangat produktif. Semut-semut juga tetap sibuk, meski mereka tidak punya keperluan yang mendesak, mereka menumpuk persediaan di musim panas dan mengumpulkan makanan pada waktu panen (ay.8). Ketika musim dingin datang, mereka tidak perlu khawatir tentang apa yang akan mereka makan. Sedikit demi sedikit, para pekerja keras ini telah mengumpulkan makanan yang cukup banyak untuk bertahan hidup.

Semut walaupun tidak mempunyai pemimpin tetapi mereka bekerja dengan rapih, rajin dan efesien. Semut mengumpulkan makanan untuk masa depan.  Artinya bahwa semut digambarkan sebagai binatang kecil yang rajin. Seharusnya manusia malu kepada semut, sebab sekalipun semut hanya binatang yang kecil tetapi kerja keras dan kerajinan mereka sangat nampak dalam kehidupan mereka sehari-hari.  Orang yang pemalas perlu belajar kepada semut! Seorang pemalas adalah seorang yang terus menunda untuk memulai apa yang harus dilakukannya (ay 9-10). Kita diciptakan bukan sebagai pemalas, tetapi seorang manusia mulia yang aktif dan kreatif.

Ketika Allah memberi kita masa-masa kelimpahan, kita dapat menyiapkan diri untuk masa-masa di saat persediaan kita menipis. Allah menyediakan segala hal yang kita miliki, termasuk kemampuan kita untuk bekerja. Kita diharapkan untuk bekerja dengan giat, menjadi penatalayan yang bijak untuk mengelola semua yang disediakan-Nya, dan kemudian bersandar pada janji pemeliharaan-Nya (Mat. 6:25-34).  Gambaran tentang semut ini seharusnya menyadarkan kita sebagai manusia ciptaan Tuhan yang termulia, supaya kita tidak menggampangkan segala sesuatu atau hidup dengan serampangan tanpa mau bekerja keras. Ingatlah, Tuhan sangat tidak menyukai orang yang pemalas!

 

Singkirkanlah roh kemalasan dalam diri kita

baik jasmani maupun rohani dan mulailah berkarya lebih aktif dan antusias dalam hidup ini.

 

Artikel oleh: March 5, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Proverbs (Renungan Alkitabiah dari Kitab Amsal)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda