Kemurahan Tuhan

Kemurahan Tuhan

“Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali”. (Roma 11 : 23)

 

Orang Israel selalu membanggakan diri mereka sebagai keturunan Abraham dan umat pilihan Allah, tetapi firman Tuhan menegaskan bahwa hanya akan ada sisa Israel yang percaya dan selamat sedangkan sebagian besar dari mereka akan binasa. Jika demikian, adakah tersandung dan jatuhnya Israel adalah hal yang sia-sia? Paulus berkata: sekali-kali tidak! Mengapa? Pertama, karena pelanggaran Israel justru mendatangkan keselamatan bagi bangsa-bangsa lain. Allah mengalihkan karya keselamatan dari Israel agar mereka menjadi cemburu (11; Ul 32:21). Melalui kecemburuan itu, diharapkan Israel akan menyesal dan mau berbalik pada Tuhan. Kedua, jika di dalam penolakan mereka saja Allah masih bisa melakukan hal yang baik bagi bangsa lain, maka betapa besarnya berkat yang akan Allah limpahkan jika akhirnya Israel bertobat?

Dalam ayat-ayat ini jelas mencatat bahwa bangsa Israel adalah cabang-cabang asli dari pohon zaitun, bangsa-bangsa lain (kita) adalah cabang-cabang dari pohon zaitun liar. Namun karena kekerasan hati dan ketidak percayaan bangsa Israel maka Allah mematahkan beberapa cabang dari pohon zaitun asli tersebut dan mencangkokkan cabang-cabang dari pohon zaitun liar. Artinya karena penolakan Israel maka keselamatan sampai kepada bangsa-bangsa lain. Ini adalah sebuah kasih karunia yang luar biasa. Kita yang pada mulanya adalah bangsa kafir yang harus binasa di pilih Allah untuk diselamatkan.

Bagaimana kita menanggapi kasih karunia yang besar ini  Apakah kita menghargainya sama seperti orang Yahudi? Tidak! Seharusnya kita menghargai kasih karunia ini lebih dari mereka. Kita harusnya lebih lagi mengasihi, menghargai, menghormati dan takut akan Tuhan, dan harus tetap mengerjakan keselamatan yang telah Tuhan berikan (Filipi 2:12). Kita harus senantiasa mengingat dan menyadari bahwa kita adalah bangsa kafir yang mendapat kasih karunia keselamatan dari Tuhan. Jangan sia-siakan kasih karunia itu! Sebab, jika kepada Israel saja, yang diibaratkan sebagai cabang asli oleh Paulus, Allah dapat menjatuhkan hukuman atas ketidaktaatan mereka, maka terlebih lagi bangsa lain yang diibaratkan sebagai tunas liar oleh Paulus. Jadi, mari kita lebih lagi bertekun dalam ibadah, dalam firman Tuhan dan tak lupa senantiasa bersyukur atas kasih karunia keselamatan yang luar biasa dari Tuhan.

 

Kunci utamanya adalah ketaatan dan penundukan diri terhadap kedaulatan dan kemurahan Allah

 

Artikel oleh: February 26, 2016   Kategori : Bibical Devotion from Rome (Renungan Alkitabiah dari Kitab Roma), Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda