Harta Sorgawi

Harta

“Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19 : 21)

 

Tahukah Saudara, bahwa orang muda yang kaya dalam kisah ini bukan hanya kaya tapi juga orang yang cukup rohani?  Karena waktu Yesus berkata tentang perintah-perintah Allah, dia berkata, “Semuanya telah kuturuti sejak dari masa mudaku”, bahkan dia berani berkata di hadapan Yesus, “Apa lagi yang masih kurang.” Tetapi Yesus kemudian membuat sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan yakni bila dia ingin sempurna, maka Yesus menyuruhnya untuk menjual seluruh milikmu dan kemudian mengikut Yesus.” Lalu, apa yang terjadi?  Orang muda ini pergi meninggalkan Yesus dengan sedih.  Jika kita tidak mengerti ayat ini baik-baik, akan timbul pertanyaan dalam diri kita, apakah berarti orang Kristen tidak boleh memiliki kekayaan? Apakah berarti orang Kristen harus jual seluruh hartanya?

Yesus mau menjelaskan bahwa ada banyak orang yang terikat dengan kekayaannya sehingga yang menjadi hal utama dalam dirinya bukan lagi Tuhan, tetapi kekayaan. Dengan lain kata, ia pergi ke gereja supaya diberkati secara jasmani.  Rupanya bagi anak muda ini, hartanya adalah segala-galanya. Tuhan sebenarnya sedang menguji dia, tapi ternyata dia berkeberatan. Dia lebih berat ke hartanya dibandingkan ikut Yesus, dia lebih takut miskin ketimbang ikut Yesus. Tuhan katakan, jangan kumpulkan harta di bumi, karena ngengat dan karat menghabiskannya. Waktu kita hanya kumpulkan harta kita di bumi, semuanya itu sia-sia.

Maka mulai sekarang, marilah kita memperbaharui hidup kita, dengan tidak terikat dan melekat dengan barang-barang yang bisa mengganggu kita untuk mencari dan menggapai hal-hal yang paling berharga dalam hidup kita. Jadikanlah barang-barang yang kita miliki sebagai sarana yang membantu perkembangan diri kita menuju hidup yang mulia dan bermartabat. Barang berharga dan disayangi boleh dimiliki, tapi jangan menjadi penghambat untuk menggapai dan memperoleh hal-hal penting dan berharga yang berhubungan dengan kehidupan kekal.

Di dalam hidup kita, ada tempat yang kosong dan tidak bisa diisi oleh apapun, kecuali Yesus hadir di situ. Tapi orang-orang dunia ini terus mencoba mengisinya dengan berbagai macam hal, seperti karir, kekayaan, kemewahan, obat terlarang, seks bebas dan kekuasaan.

 

Kejarlah harta rohani, sebab hal itulah yang makin mendekatkan diri kita dengan sorga!

 

Artikel oleh: January 12, 2016   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Matthew (Renungan Alkitabiah dari Injil Matius)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda